Puisi dan Cerpen

Invictus by William Ernest Henley, Terjemahan Puisi (1875)

Puisi Invictus by William Ernest Henley. Pada tahun 1875, William Ernest Henley menuliskan puisi ini di ranjang rumah sakit ketika sedang dalam perawatan intensif untuk penyakit TBC tulang yang dideritanya.

Puisi Invictus adalah puisi pendek yang berisikan 16 baris dan pertama kali diterbitkan William Ernest Henley pada tahun 1888 di dalam buku edisi pertama Book of Verses di bagian Life and Death (Echoes).

Arti kata invictus adalah invincible dalam bahasa Inggris atau tak terkalahkan (saking kuatnya) dalam bahasa Indonesia.

Puisi ini banyak dikutip di dalam pidato petinggi negara, seperti misalnya Winston Churchill, Nelson Mandela sampai Obama.

Ketika Nelson Mandela diasingkan dan dipenjara di pulau Roben, Afrika Selatan, dia sering membacakan puisi ini untuk tahanan yang lain. Kalian bisa menyelami sendiri puisi ini dari video yang saya ambil dari Youtube, dibacakan oleh aktor Hollywood Morgan Freeman.

invictus by william ernest henley

Invictus by William Ernest Henley Terjemahan dan Makna Puisi

Petunjuk:

Hitam: text asli.

Biru: terjemahan puisi.

Ungu: arti/makna puisi Invictus by William Ernest Henley. 

 

Invictus

Tak Terkalahkan

 

Out of the night that covers me,

Black as the pit from pole to pole.

Dari malam yang menyelimutiku,

Sehitam lubang neraka yang dalam.

Penyair membandingkan kehidupannya secara metafora dengan kegelapan malam yang gelapnya sangat pekat seperti lubang neraka. Pit disini diartikan sebagai neraka yang yang gelap dan penuh dengan penderitaan, letaknya berada jauh di dalam bumi. From pole to pole artinya jarak yang membentang antara kutub utara dan kutub selatan.

 

I thank whatever gods may be

For my unconquerable soul.

Aku berterima kasih kepada Tuhan-Tuhan

Apapun itu

Atas jiwaku yang tak terkalahkan.

Penyair mengisyaratkan bahwa dia tidak yakin siapa Tuhannya. Dia tidak berbicara seperti orang kristen pada umumnya dengan menyebut Tuhan (singular), melainkan banyak Tuhan (gods-plural). Meski demikian dia tetap berterima kasih karena telah diberikan jiwa yang tegar.

 

 

In the fell clutch of circumstance

I have not winced nor cried aloud.

Di dalam keadaan yang menimpaku

Aku tak mengeluh maupun menangis.

Dia berkaca pada pengalaman masa lalunya, ketika dia dalam keadaan terpuruk jatuh. Dalam hal ini ketika dia berjuang melawan penyakitnya (TBC tulang) dan kondisi medis lainnya. Dia tidak pernah mengeluh dan meratapi nasibnya yang kurang beruntung.

Under the bludgeonings of chance,

My head is bloody, but unbowed.

Di bawah tempaan takdir,

Kepalaku berdarah, namun tidak menunduk.

Penyair mengatakan bahwa hidupnya bukan saja terpuruk melainkan dia juga ditempa cobaan yang begitu besar dan terus menerus. Dia mengibaratkannya seperti seseorang yang dihantam keras dengan benda berat. Meski cobaan ini berdampak pada hidupnya, dia tetap tegar dan tidak menyerah pada keadaan.

 

Beyond this place of wrath and tears.

Looms but the Horror of the shade,

Di balik tempat amarah dan air mata ini.

Hanya kengerian bayangan yang muncul dengan jelas ,

Penyair kini berbicara tentang masa depan, bahwa hanya ada satu yang pasti di balik semua penderitaan atas hidup yang dirasa tidak adil. Satu yang pasti itu adalah kematian. Kata wrath yang artinya amarah banyak dipakai oleh penyair dibandingkan kata anger. Contoh lain bisa kita lihat dalam puisi A Poison Tree. Shade di dalam puisi ini merepresentasikan sesuatu yang menghantui penyair.

And yet the menace of the years,

Finds and shall find me unafraid.

Namun, ancaman bertahun-tahun,

akan menemukanku tanpa rasa takut.

Sekali lagi penyair mematahkan keadaan yang diungkapkannya di dua baris sebelumnya. Pada dua bait ini dia menegaskan meski rintangan dan cobaan akan banyak datang dalam hal ini penderitaan (juga kematian), tapi dia tidak akan pernah takut.

 

It matters not how strait the gate,

How charged with punishments the scroll,

Tidak masalah seberapapun ketatnya gerbang,

Seberapapun beratnya hukuman,

Penyair tidak perduli akan kesukaran apa yang akan dialami dalam takdirnya esok hari. Pada bagian ini, Henley mengutip kalimat yang ada di injil perihal gerbang sempit yang berarti jalan yang penuh kesukaran (Matius 7:13-14). Pada bait ini juga merupakan kontradiksi dari baris puisi sebelumnya dimana dia tidak yakin akan Tuhannya.

I am the master of my fate,

I am the captain of my soul.

Aku adalah penguasa takdirku,

Aku adalah kapten jiwaku.

Dengan tegas penyair mengatakan kalau dia memegang kendali atas apa yang terjadi di dalam hidupnya. Seperti seorang kapten nakhoda yang menjalankan kapal di lautan, dia yang membawa kemana arah kapalnya pergi. Jiwa disini bisa juga menggambarkan pikiran, hati dan reaksi dia terhadap peristiwa yang terjadi.

Invictus (Original Version)

Invictus

Poem by William Ernest Henley (1849-1903)

 

Out of the night that covers me,

Black as the pit from pole to pole.

I thank whatever gods may be

For my unconquerable soul.

 

In the fell clutch of circumstance

I have not winced nor cried aloud.

Under the bludgeonings of chance,

My head is bloody, but unbowed.

 

Beyond this place of wrath and tears.

Looms but the Horror of the shade,

And yet the menace of the years,

Finds and shall find me unafraid.

 

It matters not how strait the gate,

How charged with punishments the scroll,

I am the master of my fate,

I am the captain of my soul.

puisi invictus. sumber etsy
Puisi Invictus. Sumber: etsy

Puisi Invictus dalam Kacamata Analisa Expert

Puisi ini menggambarkan ketegaran hidup seseorang dalam menghadapi cobaan hidup yang bertubi-tubi datangnya. Bahwa apapun yang terjadi dalam hidup, jangan membuat kita menjadi lebih buruk dari keadaannya. Kita harus tetap bersyukur, bahwa sampai saat ini kita masih diberikan kekuatan.

 

Puisi terdiri dari 16 baris, dengan rima ABAB CDCD EFEF GHGH. Puisi ini banyak menggunakan majas metafora seperti pada out of the night, black as the pit, fell clutch of circumstances, bludgeonings of chance, place of wrath and tears, the horror of shade.

 

Puisi ini awalnya adalah merupakan bagian dari puisi yang panjang, lalu direproduksi dan diberi judul baru.

 

Pesan moral puisi invictus tercermin di kalimat penegasan pada dua baris terakhir yaitu “master of my fate” dan “captain of my soul” memberikan gambaran dan arahan bahwa seburuk apapun kejadian yang ada di dalam hidup seseorang (si penyair), seseorang tetap mempunyai pilihan bagaimana menjalani kehidupannya, apa yang di dalam pikiran dan hatinya.

 

Ini akan mempengaruhi perbuatannya dan hubungannya dengan kehidupan, manusia yang lain dan Tuhannya.

 

Ketidakyakinan Henley akan Tuhan ada pengaruhnya dengan situasi di jaman itu. 20 tahun sebelum Henley menulis Invictus, Charles Darwin mengeluarkan karya literatur “On Origin of the Species” yang menerangkan tentang teori evolusi. Henley muda menjadi tertarik akan Sains karenanya ada keraguan akan Tuhan dalam puisi karyanya ini.

 

Sekilas Tentang Hidup Penyair

William Ernest Henley adalah seorang yang penuh semangat, positif, berenergi dan sangat pintar. Orang tentu akan menyangka jika hidupnya baik-baik saja karena dia melihat kebaikan dari semua hal. Padahal tidak.

Henley mulai menderita penyakit TBC tulang dari sejak usia 12 tahun, sehingga menyebabkan salah satu kakinya harus diamputasi. Namun itu tidak membuatnya menjadi seorang pemurung.

Dia menjadi inspirasi tokoh Long John Silver, tokoh antagonis utama yang punya kaki satu namun punya semangat yang tinggi, dari novel Treasure Island (1883) yang ditulis oleh sahabatnya Robert Louis Stevenson.

Bukan saja William Ernest Henley yang menjadi inspirasi, namun juga anaknya yang bernama Margaret Emma Henley.

Emma adalah anak yang sakit-sakitan dan meninggal dunia di usia 5 tahun. Dia menjadi inspirasi tokoh Wendy dalam cerita anak klasik “Peter Pan” yang ditulis oleh J.M.Barrie. Karena ketidakmampuannya berbicara, Emma memanggil Barrie dengan sebutan, “fwendywendy”.

Bagaimana Pendapat Kalian?

Puisi Inggris ini adalah salah satu puisi kesukaan saya, karena maknanya yang begitu dalam. Bahwa saya jauh sangat beruntung karena dalam keadaan sehat.

Seseorang yang miskin, masih punya kesempatan untuk bekerja keras dan mewujudkan impiannya agar sukses dan kaya raya.

Seseorang yang kurang pintar, masih punya kesempatan untuk belajar.

Jika kita melihat Henley dengan kondisi kesehatannya yang membahayakan jiwa, dengan kaki hanya satu. Namun, dia adalah orang yang paling bersemangat yang pernah dijumpai teman-temannya.

Ini membuat saya merenung, bahwa saya tidak boleh takut dengan apapun yang akan terjadi dalam hidup yang seperti roller coaster. Selalu menanam pikiran yang baik supaya itu terpancar pada perbuatan dan keputusan yang kita ambil di dalam hidup.

Apakah sahabat suka dengan puisi dari William E. Henley ini? Apakah terjemahan dan makna puisi Invictus ini dapat dimengerti?

Jangan lupa untuk selalu berpikir positif dan tetap semangat yaa!

 

Stay Safe … xoxo

 

Baca juga: The Road Not Taken

Baca juga: A Fairy Song, William Shakespeare

Referensi

Invictus, Wikipedia.

William Ernest Henley, Wikipedia.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!