Puisi dan Cerpen

(Puisi Tahun Baru) Yang Tak Akan Pernah Kembali

puisi tahun baru

Puisi Tahun Baru. Oke … saya mau terus terang kalau selama pergantian tahun , tidak pernah sekalipun saya menuliskan puisi tentang apa yang berkesan di tahun sebelumnya yang saya tinggalkan.

Namun tahun ini berbeda, saya berpikir, “heiii… gimana kalau tahun ini saya membuat puisi tahun baru?” Lalu terpikir lagi, “Gimana kalau sekalian  buat video sembari membacakan puisi.”

Ini bukan ide gila kok, bukan juga ide extraordinary, karena sekarang ini banyak banget yang bikin dengan cara serupa, baik itu membawakan puisinya ataupun puisi orang lain.

Walau bukan ide yang ruarr biasa buat orang lain, tapi buat saya ini keluar dari kebiasaan. Jadinya tetap sesuatu yang bikin excited, sekaligus deg-deg an.

Karena tahun ini saya sudah mempunyai harapan untuk mengurangi mencari alasan, termasuk memelihara procrastination. Yang salah satunya adalah mencari alasan untuk tidak mengerjakan sesuatu di luar zona nyaman dan ketidak pedean. Akhirnya saya memutuskan, “Ya udah, bikin dulu aja puisinya.”

Dan inilah puisinya, puisi renungan akhir tahun.

Puisi Tahun Baru "Yang Tak Akan Pernah Kembali"

Setahun yang lalu aku tak menyadari,

jika sebuah pertemuan bisa menjadi sangat berarti.

Setahun kemudian aku baru mengerti,

jika yang  ini tak akan pernah kembali

Tawa , canda, bermain bersama,

Seolah kini tak ada di dunia nyata.

Kau berkata, “Tak apa, hiduplah bersamaku.”

“Sementara?” tanyaku.

Kau tersenyum, “Selamanya.”

“Aku bisa gila,” racauku

“Atau kau bisa pergi denganku,

… untuk selamanya.” Katamu.

Aku terdiam.

Membayangkan pergi, aku sedih.

Membayangkan tinggal, aku resah.

Setahun yang lalu aku tak menyadari,

jika sebuah perpisahan bisa menjadi sangat berarti.

Setahun kemudian aku baru mengerti,

jika yang  ini tak akan pernah kembali

Kesimpulan

Puisi tahun baru ini bercerita tentang hal-hal yang kita kurang perdulikan sebelumnya, karena kita menganggap itu sebagai hal yang biasa. Ketika pandemi terjadi, hal seperti bertemu, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai menjadi sesuatu yang mahal, yang terkadang nyawa adalah taruhannya.

Masa setelah pandemi tidak akan sama lagi dengan masa sebelum, karena itu ada yang dinamakan new normal. Sesuatu yang tadinya tidak biasa menjadi bagian dalam hidup kita. 

Apapun itu, saya berharap kita bisa melewatinya dengan baik dan belajar dari kejadian ini, dan siapapun yang memimpikan ada di buku sejarah di masa depan. Well, congratulations … impianmu akan terwujud. 

Kelak kita akan bercerita kepada anak cucu kita, kalau kita pernah ada di jaman itu dan buat saya, puisi 2020 yang recehan ini adalah salah satu oleh olehnya.

Bagaimana dengan kalian? Sudah membuat souvenir apa dari masa pandemi ini?

 

Stay safe … xoxo

2 Komentar

  • Ghina

    aku kira sudah ada videonyaa teh,, terjebaaak deh. haha

    puisinya puitis sekali lho ini, meski baru bikin lagi. kayaknya emang bakat teh ren dalam dunia kepenulisan harus dibukukan nih..hihi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!