Puisi dan Cerpen

Puisi The Road Not Taken, Terjemahan dan Arti

Puisi The Road Not Taken, Terjemahan dan Arti. Puisi klasik The Road Not Taken adalah hasil karya Robert Frost, seorang penyair Amerika yang pernah memenangkan empat penghargaan Pulitzer untuk puisi. Penghargaan Pulitzer Puisi adalah satu dari tujuh kategori penghargaan bergengsi di bidang Literatur, Drama dan Musik.

Edward Thomas, teman Frost adalah yang menjadi inspirasi dari Puisi The Road Not Taken sendiri.

Puisi ini adalah puisi yang paling salah diartikan oleh pembaca. Untuk melihat lengkapnya, silahkan scroll ke bawah. Saya sengaja menuliskan terlebih dahulu versi aslinya, supaya kita bisa melihat dahulu keindahan puisi ini.

The Road Not Taken (Original Version)

The Road Not Taken

Poem by Robert Frost (1874-1963)


TWO roads diverged in a yellow wood,

And sorry I could not travel both

And be one traveler, long I stood

And looked down one as far as I could

To where it bent in the undergrowth;


Then took the other, as just as fair,

And having perhaps the better claim,

Because it was grassy and wanted wear;

Though as for that the passing there

Had worn them really about the same,


And both that morning equally lay

In leaves no step had trodden black.

Oh, I kept the first for another day!

Yet knowing how way leads on to way,

I doubted if I should ever come back.


I shall be telling this with a sigh

Somewhere ages and ages hence:

Two roads diverged in a wood, and I””

I took the one less traveled by,

And that has made all the difference.

 


The road not taken. source by. aaron-burden-unsplash
The road not taken. source by. aaron-burden-unsplash

Puisi The Road Not Taken , Terjemahan dan Arti

Petunjuk:

Hitam: text asli.

Biru: terjemahan.

Ungu: arti. 

 

The Road Not Taken

Jalan yang Jarang Dilalui Orang 

 

Two roads diverged in a yellow wood,

Dua jalan menyimpang di hutan berwarna kekuningan

Penulis berjalan di dalam hutan dimana dedaunan mulai menguning saat musim gugur kemudian dia dihadapkan pada jalan bercabang.

And sorry I could not travel both

And be one traveler,

Dan maaf aku tidak dapat melakukan perjalanan keduanya

Dan menjadi satu pengembara,

Dia menyesal karena tidak dapat melakukan perjalanan di kedua jalan itu karena dia hanya seorang diri

 

 ,long I stood

And looked down one as far as I could

, lama aku berdiri

Dan melihat ke bawah sejauh yang aku bisa

Dia berdiri lama di persimpangan jalan itu dan mencoba melihat masing masing jalan itu kira kira mengarah kemana

To where it bent in the undergrowth;

Ke arah mana dia berbelok di kedalaman hutan.

Namun dengan mata telanjang si penyair, dia tidak dapat melihat arah masing-masing jalan itu karena jalan yang berkelok-kelok di dalam hutan yang rimbun.

 

Then took the other, as just as fair,

Kemudian mengambil jalan yang satunya, sama adilnya,

Penyair memilih jalan yang satu karena dia berpikir jalan itu adalah pilihan yang baik sama dengan jalan satunya,

And having perhaps the better claim,

Because it was grassy and wanted wear;

Dan mungkin (jalan itu) bahkan lebih baik,

Karena jalanannya berumput dan meminta untuk disinggahi;

Penyair berasumsi jika jalan yang dipilihnya lebih baik dari jalan yang satunya, karena jalanannya berumput dan kelihatan lebih jarang dilewati dibandingkan jalan satunya;

Though as for that the passing there

Had worn them really about the same,

Namun ketika melewati jalan itu,

Kedua jalan itu sudah dilewati kurang lebih sama,

Pada akhirnya, penyair melewati jalan yang kedua, namun dia berpikir bahwa pada kenyataannya kedua jalan itu pasti sama-sama sering dilewati atau jarang dilewati orang.

Oh, I kept the first for another day!

Oh, kusimpan jalan yang pertama untuk kali lain!

Penyair berniat akan mengunjungi jalan yang pertama untuk hari berikutnya.

Yet knowing how way leads on to way,

I doubted if I should ever come back.

Namun mengetahui bagaimana satu jalan mengarah pada jalan lainnya,

Aku ragu apakah aku harus kembali.

Tapi kemudian penyair menjadi ragu akan pernyataannya semula. Dengan pertimbangan bahwa di dalam kehidupan itu,  jalan yang kita pilih akan mengarahkan pada jalan yang lain dengan peristiwa yang berbeda.

Atas dasar itu, kecil kemungkinannya dia punya kesempatan untuk kembali ke jalan yang pertama.

I shall be telling this with a sigh

Somewhere ages and ages hence:

Aku akan mengatakan ini sambil menghela nafas

Di suatu tempat berabad-abad kemudian:

Penyair membayangkan dirinya di masa depan, menghala nafas ketika memikirkan bagaimana dia memilih keputusan jalan mana yang akan dilaluinya.

Two roads diverged in a wood, and I””

I took the one less traveled by,

Dua jalan bercabang di hutan, dan aku “”

Aku mengambil jalan yang jarang dilalui,

And that has made all the difference.

Dan itu mengubah segalanya.

Di masa depan, saat penyair mengenang jalan yang dipilihnya ini, dia menegaskan bahwa dia dihadapkan pada dua pilihan dan dia memilih jalan yang jarang dilalui orang. Konsekuensi atas pilihan yang diambilnya telah merubah hidupnya.

Puisi The Road Not Taken dalam Kacamata Analisa Expert

Puisi ini seperti yang dikemukakan Frost, adalah puisi yang sangat tricky atau sangat menjebak. Kebanyakan orang mengartikan puisi The Road Not Taken sebagai mengikuti jalan hidup. Sigh atau menghela nafas di dalam puisi pun dapat diartikan sebagai bentuk penyesalan atau bisa juga sebagai bentuk kelegaan hati.

 

Frost pada akhirnya mengemukakan bahwa puisi ini terinspirasi dari seorang temannya yang bernama Edward Thomas. Thomas adalah seorang yang membuat sulit hidupnya, dengan kebiasaannya yang menyesali pilihan lain yang dia tidak ambil.

Bagaimana Pendapat Kalian?

Apakah sahabat suka dengan puisi The Road Not Taken dari Robert Frost ini?

Bagaimana cara kalian biasanya mengambil sebuah keputusan? Apakah kalian pernah menyesali keputusan yang pernah kalian ambil?

 

Stay Safe … xoxo

7 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!