Kesehatan

7 Kebiasaan Baik yang Bisa Jadi Mood Booster, Hallo September

Pernah mendengar istilah mood booster? Pernahkah kamu bertekad untuk melakukan sesuatu tetapi gagal mengeksekusinya karena moodnya jelek?

 

Misalnya saja, bertekad untuk meluangkan waktu untuk menulis setiap hari tetapi di hari H malas. Atau mungkin punya niat untuk mengkonsumsi makanan sehat tapi waktu jam makan siang memilih fast food. Atau ini nih yang sering kejadian, ingin menyelesaikan to-do list harian kita, tapi pada prakteknya enggan melakukannya.

 

Kadang kita juga menunda mengerjakan sesuatu, dengan alasan menunggu datangnya mood.

 

Nah mending kalau dia datang, gimana kalau dia tersesat atau dia mampir dulu kemana-mana?

Mau menunggu sampai kapan? Itu pertanyaannya.

 

Mungkin sebenarnya bukan karena kita malas gerak (mager),  atau karena kita ngga mood, tapi bisa jadi kebiasaan dari gaya hidup kita yang kurang baik.

 

Kamu mungkin bertanya, “apa hubungannya gaya hidup dengan mager dan ngga mood?”.

 

Jawabannya

 

 “gaya hidup dan mood atau situasi hati ini sangat berhubungan erat. Bahkan 75 persen berasal dari kebiasaan kita”

 

Alam bawah sadar ini yang akhirnya mengatur ritme hari kita, mood kita, level energi dan bahkan pada akhirnya berujung kepada kepercayaan diri.

 

Sebelum kita memberikan label diri kita sendiri dengan sebutan moody, atau juga mungkin si mager, sebaiknya kita lihat tujuh (7) kebiasaan baik yang dapat meningkatkan mood atau jadi mood booster di bawah ini,

1. Habiskan waktu di alam terbuka

Selain memberikan asupan vitamin D, paparan sinar matahari pagi dapat meningkatkan kadar hormon Serotonin yang meningkatkan mood dan membantu seseorang untuk fokus dan tenang.

 

Vitamin D sendiri mempunyai pengaruh penting bagi kesehatan mental. Kekurangan akan vitamin D dapat menimbulkan gejala depresi. Pastikan kita mempunyai kadar vitamin D yang cukup.

 

Sinar matahari pagi juga dapat merangsang produksi hormone melatonin di dalam tubuh ketika malam hari. Hormon melatonin ini yang membantu kita supaya lekas tidur, dengan memacu rasa kantuk dan meningkatkan kualitas tidur.

2. Kurangi kebiasaan buruk.

Kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kesehatan mental diantaranya mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, konsumsi alcohol, pemakaian narkoba dan merokok.

 

Konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu perubahan pada fungsi neurobiology dari otak yang dapat mengubah kondis emosi/mood dan perilaku seseorang.

 

Kadar gula yang tinggi selain dapat menimbulkan kegemukan, juga membuat seseorang tidak dapat menahan diri dan mempunyai kesulitan dalam mengambil keputusan.

 

Kebiasaan buruk lainnya seperti merokok juga dapat membuat si perokok “craving” dan sulit mengontrol diri, yang pada akhirnya berpengaruh pada mood.

3. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Kebiasaan baik mengkonsumsi makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijan, daging merah tanpa lemak dan makanan yang berasal dari laut (seafood) dapat memberikan nutrisi yang sangat penting untuk fungsi optimal otak.

 

Minuman probiotics dapat juga menurunkan kadar stress.

4. Prioritaskan tidur dan istirahat cukup

Kebiasaan baik yang sebaiknya rutin dilakukan sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur serta membantu mengatasi insomnia.

 

Kebiasaan seperti menghindari minuman yang mengandung kafein, tidak browsing di hp/tablet/laptop sebelum tidur, tidur di waktu yang sama, tidur dengan lampu padam, dan lainnya.

 

Tidur yang cukup dapat berampak dramatis pada mood dan produktivitas.

 

Jika kita kurang tidur, kita akan cederung uring-uringan dan kurang bersemangat. Ini dapat berakibat pada masalah kesehatan jika berlanjut terus.

 

Dengan memprioritaskan tidur, kita akan meningkatkan level  kebahagiaan.

5. Meditasi

Meditasi atau bisa juga dengan sembahyang dapat juga meredakan ketegangan otak. Efek yang akan langsung dirasakan adalah berkurangnya rasa khawatir dan menurunnya tingkat stress.

6. Cek kembali to-do list kita.

Jika to-do list kita dipenuhi dengan tugas besar , cobalau untuk mem break down ke sub tugass,

 

Semakin banyak tugas yang kita kerjakan atau kita tandai check, semakin banyak dopamin yang dilepaskan.

7. Banyak menggerakan tubuh.

Menggerakan tubuh yang paling optimal adalah dengan berolahraga. Bisa dimulai dari olahraga yang kita sukai, misalnya jogging, mengangkat beban, latihan yoga (kasi Internal link), badminton, berenang dan masih banyak yang lainnya.

 

Lalu bagaimana jika kita tidak punya olahraga favorit? Atau tidak suka berolahraga sama sekali.

 

Kita bisa mulai dengan hal sederhana dan bahkan tidak memakan biaya yaitu berjalan kaki. Dengan berjalan kaki di udara terbuka, kita juga mendapatkan manfaat lain dari sinar matahari, seperti yang dipaparkan di poin nomor 1.

Berbicara tentang kebiasaan baik berjalan kaki, saya jadi teringat akan tema bulan September. Yuk, kita simak di bawah untuk lebih lengkapnya.

Reference:

 

Jurnal ilmiah, Balancing one’s mood: experiences of physical activity in adults with severe obesity 18 months after lifestyle intervention.

 

 

Hallo September, Kebiasaan Gaya Hidup yang Positif.

Hello September, Kebiasaan Baik
Hello September, Kebiasaan Gaya Hidup yang Positif

Jika tema bulanan di bulan Juli adalah stress, dan di bulan Agustus yang baru saja kita lalui adalah selflove, lalu hmmm kira-kira ada apa ya di bulan September?

 

Tema di bulan September yang ceria seperti kata mama Vina Panduwinata, adalah  positive lifestyle habit atau kebiasaan gaya hidup yang positif. Lagu September ceria ini termasuk oldish goodies … kalau ngga tahu, bisa dibrowsing buat sahabat yang jauhhh usianya di bawah saya hehehe.

 

Sejujurnya, tema yang diinisiasi dari pengalaman pribadi saya, lebih tepatnya pengalaman pribadi mengelola blog ini di bulan lalu. Yang mana, ada beberapa artikel / content yang tidak dapat saya penuhi.

 

Content Artikel yang tidak tayang, ada yang dikarenakan kendala teknis seperti blog setting untuk feature download. Ada juga karena alasan lain,  seperti cerpen yang saya janjikan akan keluar setiap minggu tapi ternyata saya “menunggu mood” seperti tulisan kata pengantar artikel ini. 

 

Menunggu mood yang alasan sebenarnya  karena pola gaya hidup yang kurang sehat. Saya yang kewalahan, berusaha menulis diantara kegiatan lainnya, sesekali terjaga sampai dini hari. Pengaruh kopi dan sinar biru dari laptop di malam hari juga mempengaruhi tidur saya.

 

Khawatirnya, jika kebiasaan gaya hidup tidak sehat ini tetap saya lanjutkan, kemungkinan besar cepat atau lambat akan berada di titik jenuh, karena kegiatan yang mulanya menyenangkan kini menjadi beban.

 

Bulan ini InsyaAllah terealisasi apa yang diprogramkan, karena saya sudah membuat Kalendar editorial. Tidak tanggung saya sudah buat sampai bulan Desember 2020 supaya saya bisa memprioritaskan tidur kembali.

 

Selain itu ada juga tuntutan harus posting dikarenakan bulan ini saya mengikuti ODOP (One Day One Post)  Batch 8, yaitu kelas pembelajaran tentang teknik menulis yang dipandu oleh kakak-kakak keren.

 

Kegiatan ODOP ini diselenggarakan dari tanggal 7 September sampai dengan 14 November 2020.

 

Doakan ya sahabat, semoga saya istiqomah.

 

Kembali ke pembahasan tentang tema, berikut ini adalah content akan tayang di bulan September.

Content di bulan September

Seperti bulan sebelumnya, kita akan adakan quiz dengan topik tentang kebiasaan (bukan give away ya), kemudian ada banyak artikel-artikel  yang berhubungan dengan kebiasaan baik. Lalu akan ada juga sharing dari pengalaman Kaizen Writing Workshop Dee Lestari bulan Agustus lalu.

 

Pojok TINE atau pojoknya Teh Imas & Neng Emma, juga sedang disiapkan bahan obrolannya, Selain itu ada cerita tentang Oktoberfest, festival tradisi Jerman yang feymes, yang tahun ini tidak akan diadakan untuk pertama kalinya disebabkan oleh pandemi Corona.

 

Rencananya akan ada juga Rubrik baru yaitu Cerita Sahabat, dimana berisikan wawancara dengan seseorang yang semoga dapat memberikan inspirasi bagi sahabat semua. Akhir bulan akan ditutup dengan cerita pendek, yang bulan lalu gagal saya eksekusi.

 

tanos walking challenge
Tanos September-Walking Challenge, 07.09 - 13.09.20

Tidak ketinggalan kita juga punya Tanos atau TAntangan NaOn Sih yang kali ini adalah walking challenge atau berjalan kaki atau jalan-jalan cantik.

 

Yang special dari Tanos bulan September ini, selain diikuti oleh saya dan Eka artjoka, juga diikuti oleh sahabat blogger dan non blogger.

 

 

Para Avengers

Siapa aja Avengers yang lainnya ini, yuk kita lihat sekilas profilnya.

Blogger: 

peserta Tanos

Kak Anil

https://berbagiceritaceritaseru. blogspot.com. Jangan lupa kunjungi blognya.

Kak Anil yang sangat concern terhadap lingkungan, juga admin 1M1C.

peserta Tanos

Kak Hani

https://haniwidiatmoko,com/ garis.my.id. Jangan lupa kunjungi blognya

selain seorang dosen Arsitektur, kak Hani juga sangat aktif menulis

peserta Tanos

Kak Devina

https://devinagenesia.com. Jangan lupa kunjungi blognya

Penyuka warna kuning ini yang tertarik pada Psikologi dan Manajemen.

Non Blogger

peserta Tanos

Kak Michelle

IG: ermich259. Jangan lupa kunjungi profil IG nya.

Bersama dengan kedua anjingnya, Luna dan Lexa, Kak Michelle siap berjalan meluangkan waktu di sela kepadatan jam kerja & aktivitas.

peserta Tanos

Kak Endah- Kebuli Bandung

IG: kebulibandung. Jangan lupa kunjungi profil IG nya.

Kebuli Bandung, nasi kebuli juaranya kota Bandung ini juga semangat ikutan Tanos, meluangkan waktu di antara panjangnya antrian order.

peserta Tanos

Kak Netta

IG: faris_net. Jangan lupa kunjungi profil IG nya.

pernah berprofesi sebagai penyiar radio, sekarang disibukan dengan pekerjaan di bidang media dan EO

peserta Tanos

Kak Huyogo

IG: huyogosimbolon. Jangan lupa kunjungi profil IG nya.

seorang jurnalis yang hobi berolahraga apa saja asalkan ngga bikin capek.

peserta Tanos

Kak Adi

IG: adibwiratmo. Jangan lupa kunjungi profil IG nya.

Jalan kaki, mendengarkan musik dan berkebun adalah hobi Kak Adi.

Semangat untuk para Avengers, semoga kita semua bisa melalui challenge ini dengan berhasil.

Pantengin juga update dari saya dan kak Eka Artjoka tanggal 7 – 13 September 2020 ini ya.

 

Stay safe … xoxo

artikel ini diikut sertakan minggu tema komunitas Indonesian Content Creator

51 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!