Kesehatan mental,  Kesehatan,  Tanos Challenge

Hallo August; Self-Love and Mental Health

Self-love dan mental health. Adakah hubungan keduanya? Terutama di bulan Agustus ini. Ataukah mungkin pertanyaan yang paling tepat adalah sudahkah kita mencintai diri sendiri selama tahun 2020 yang sungguh di luar dugaan ini?

 

Tidak terasa lembaran jurnal 2020 sudah mulai memasuki 2/3 lembar terakhir, hanya tersisa lima bulan penuh untuk menyelesaikan resolusi tahun ini.

Sebelum akhir 2020,  ada yang ingin menyelesaikan assignmentnya , ada yang gak mau single lagi, ada  yang ingin melepaskan diri dari toxic relationship dengan pasangannya, ada juga resolusi turun berat badan, dan masih banyak lainnya.

 

Jika kita bertanya pada diri sendiri, mengapa sih kita setiap tahun mempunyai resolusi? 

 

Apakah benar-benar ada yang ingin kita capai? Apakah ada sesuatu yang membuat kita gak bahagia sehingga kita menginginkan hal yang berbeda di tahun yang baru? Atau apakah hanya sekedar ngikutin trend, misal karena orang lain melakukannya sehingga kita harus melakukannya juga?

 

The Law of Attraction, The Secret

 

Masih ingat dengan  buku berjudul The Secret? Kunci dari keberhasilan orang-orang meraih apa yang mereka impikan adalah dengan berdasarkan sebuah prinsip sederhana yaitu, the Law of Attraction.

 

Pada prinsipnya the Law of Attraction menjelaskan tentang kekuatan pikiran. Pikiran kita bagaikan magnet, dia akan menarik fokus pikiran kita baik hal yang positif maupun negatif. 

 

Saking fokusnya, kita akan bergerak ke arah yang kita tuju sehingga pada akhirnya impian kita menjadi kenyataan. Karena itu, the Law of Attraction menanamkan pentingnya berpikir / fokus lebih kepada hal yang kita inginkan, dibandingkan hal yang kita takutkan/hindari.

 

“The Law of Attraction menitik-beratkan pada berpikir positive (when there’s a will, there’s a way)”

 

Sederhananya,

 

“Resolusi menjadi alat yang dapat membuat kita fokus atau target untuk mencapai yang kita inginkan dan tahun baru kerap menjadi momentumnya. “

 

Di dalam usaha kita mencapai resolusi yang kita inginkan, jalan yang ditempuh ngga selalu mulus, terkadang curam dan terjal. Perasaan yang terlibat pun banyak, ngga selamanya bersinar terang, bahkan mungkin terkadang suram kelabu .

 

Saat-saat ketika hidup suram kelabu ini yang membuat kita terkadang sulit sekali berpikiran positif, sesuai dengan prinsip the Law of AttractionDisini lah prinsip self-love yang akan mengambil alih.

Hallo August, Self-Love and Mental Health

August Theme, Self-Love

Banyak sekali komponen di dalam self-love, dan cara bagaimana agar kita bisa mulai menerapkan ke dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Self-love berbeda dengan egosentris, arogan, narsistik yang seolah dunia hanya berputar di dirinya. Self-love ini mempunyai esensi lebih dalam lagi di dalam kehidupan. Self-love ini jika kita bisa jadikan satu kebiasaan, akan banyak membantu  ketika hidup sedang suram kelabu dan tentunya menjaga kesehatan mental kita.

 

Content di bulan Agustus

Sepanjang bulan Agustus 2020, saya akan menulis berbagai artikel berkaitan dengan komponen self-love

Ada quiz untuk mengukur seberapa besar kalian sudah mencintai diri kalian sendiri, workbook yang bisa kalian download gratis. Untuk pecinta cerita pendek, akan ada serial cerpen yang keluar setiap minggu nya.

 Selain artikel berkaitan dengan self-love, yang terbaru adalah saya sama Eka ‘artjoka’ bikin projek bersama dengan tema “tantangan 7 hari”. 

Fokusnya untuk mencoba langsung salah satu latihan yang berkaitan dengan self-love

Tantangan ini dipersembahkan untuk sahabat semua, supaya sahabat bisa mendapatkan gambaran gimana sih pengalaman kami selama tantangan berlangsung. Nanti nya ketika kalian mencoba latihannya sendiri, sudah ada bayangan sebelumnya.

 

We realise, it is important to put the knowledge into practice

Program tantangan ini akan berlangsung rutin setiap bulannya, sahabat dapat memberikan masukan tantangan apa untuk bulan berikutnya. Waktu dan aturan mainnya akan kami umumkan terpisah di minggu depan. 

 

Kalian juga bisa pantengin update jurnal kami di IG, saya @renovrainbow dan Eka “artjoka” 

Tanos Eka Renov

Saya berharap, artikel dan latihan selama bulan Agustus dapat membantu sahabat untuk berusaha sedikit demi sedikit menyelesaikan resolusi 2020, karena tidak ada waktu yang paling tepat melakukannya selain sekarang / NOW.

 

Masih berkaitan dengan resolusi, resolusi saya yang belum tercapai diantaranya adalah menurunkan berat badan. 

 

Kalau kalian sendiri, resolusi apa yang masih belum tercapai di 2020 ini? 

Tulis di kolom komentar ya!

 

Stay safe… xoxo

12 Komentar

  • Lia The Dreamer

    Bagus banget ide kak Renov dan kak Eka mengenai tantangan 7 hari setiap bulannya 😍
    Aku nggak sabar ingin baca artikel journalnya, tapi apakah diupdate secara rutin di blog sama seperti di IG? Karena aku lebih aktif di blog jadi pasti lebih mantengin di sini 😂

    Mengenai Law of Attraction ini aku sering dengar tapi masih sebatas dengar aja karena belum paham betul maknanya seperti apa, jadi belum aku praktekkan 😅
    Tapi kali ini walaupun kak Renov bahas secara singkat, aku lebih dapat makna sesungguhnya di balik Law of Attraction ini. Terima kasih kak Renov udah bahas ini 😍

    Sejujurnya, aku bukan tipe orang yang suka membuat resolusi karena resolusi malah membuat aku sedih kalau tidak tercapai 😭

    Anyway, semoga resolusi kak Renov untuk menurunkan berat badan bisa tercapai ya. Semangat! 💪🏻🔥

  • fanny_dcatqueen

    Mungkin karena terbiasa Ama kehidupan kantoran, yg mana setiap tahun target pasti diperbaharui dan sebagai salah satu komponen perhitungan achievement semua staff, jadinya walo udah resignpun, aku slalu membuat target ato resolusi stiap tahun mba.

    Dengan adanya target, aku jd tau fokusku harus kemana, dan gimana cara achieve nya. Aku menjadikan suami sebagai checker. Dia nanti yg akan mengavaluasi semua pencapaian ku di akhir tahun. Apa yg terlaksana, mana yg gagal, mana yg tercapai tapi tidak sesuai target dan mana yg exceed expectation.

    Setelah itu, baru kami membahas lagi untuk target selanjutnya di tahun depan 🙂

    Targetku yg udah pasti ga akan tercapai di tahun ini, related Ama traveling yg luar negeri. Secara covid menghancurkan semua plan :). Tapi gpp, karena toh ini diluar rencana. Sebagai gantinya, aku switch ke destinasi dalam negeri dulu.

    Tapi Alhamdulillah target2 yg berhubungan Ama financial, books, kids, msh on track 😀

  • Renov

    Assalamualaikum kak Iffi, terimakasih sudah mampir ya 🙂
    Mudah-mudahan bisa menjadwalkan waktu agar setiap bulan bisa khatam Al Qur'an. Aamiin.
    Sudah pernah coba ikut ODOJ (One Day One Juz) kak? Mungkin itu bisa membantu mencapai targetnya, karena dituntut lapor harian dan ada sistem dikeluarkan jika bbrp kali absen. Semoga bisa membantu 🙂

  • Renov

    Hallo kak Lia,
    makasih sudah mampir dan makasih juga untuk semangatnya biar saya bisa turun BB.
    Senang kalau artikelnya bisa nambah informasi. 🙂
    Perihal challenge,
    Selain di IG, update akan kami share harian juga di blog masing masing. Tetap nantikan ya hehehe…

    Wah, kamu tidak sendiri. Aku bisa ngerti banget itu perasaan resolusi tahunan yang tidak tercapai, ada rasa down dan berpikir seandainya saya konsisten atau seandainya saya lakukan A.
    Di sisi lain, imo (in my opinion), resolusi bisa jadi guidance, kita mau ngapain ya tahun ini. Kaya semacam to-do list tapi jangka panjang. Resolusi bisa bantu menaikan kepercayaan diri juga loh. Mungkin bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan mudah dilakukan aja.

    Anyway, stay safe ya …:)

  • Renov

    Hallo Kak Fanny,
    makasih sudah berkunjung ya. Semoga suka dengan artikelnya :).

    Kakak dan suami benar benar satu team, yang bisa saling mereview dan mengevaluasi ya. Kece banget nih.
    Saya juga setuju, planning kalau tidak dieksekusi juga hanya jadi mimpi, dan evaluasi bantu melihat bagaimana performance kita.
    Oia untuk target yang tidak tercapai atau setengah tercapai, apakah menjadi target tahun berikutnya lagi kah?

    Ini jadi habit bagus yang dibawa dari pekerjaan lama ya :). Sekarang sudah resign, apakah masih kangen dengan KPI?

    Semoga travelling dalam negeri nya menyenangkan ya, hikmahnya jadi mengeksplor budaya dan wisata negeri sendiri.

    Stay safe …

  • Just Awl

    Satu-satunya resolusi aku di tahun ini pengen lulus sih kak, tapi kesel sama diri sendiri karena belum mulai gerak lagi padahal sisa 5 bulan😭 Gak tau keburu atau nggak ya skripsiannya, huwaaa bingung kak😭😭

    Anyway mudah2an programnya berjalan lancar yaa kak, dan bisa sama-sama mensupport teman² blogger untuk lebih mencintai diri sendiri❤️

  • Renov

    Hallo non, makasih sudah mampir.

    Kunci utamanya kamu harus percaya dulu sama diri sendiri kalau kamu bisa melakukannya. Mungkin 5 bulan kelihatannya singkat tapi kalau kamu percaya, kamu bisa, kamu akan mulai bikin rencana dan melakukan sedikit demi sedikit dengan rencana nyelesein skripsi.

    Insya Allah bisa

    Nuhun buat doa'nya ya … tetap semangat mengejar deadkine skripsi … xoxo

  • Yangie DMP

    Jadi ketika salah satu sesi konseling dengan psikolog aku dibilang begini. Have u ever push the pause bottom in your life? trus aku malah meneteskan air mata. yes. psikolognya memberikan pandangan pikiran tetap ingin maju tapi sebenarnya fisik tak sanggup. lalu apa yang membuat pikiran mu selalu ingin bergerak? push the pause bottom, is it kind of self love?

  • Renov

    Hallo Kak Yangie, makasih sudah mampir.:)
    I will try to answer your questions,
    Our brain consumes energy based on tasks and our mental states. When we're stress, this energy's demand will go up way more than our baseline. This condition will cause us tiredness, overwhelmed, etc.
    Another fact about the brain is the brain always thinking, even when you try not to think. TThat means you can't stop the brain from not thinking.

    Apakah press the pause button adalah bentuk dari self-love?
    Ya, sebelum tubuh kita yang menekannya sendiri.
    Seperti juga mesin, tubuh dan pikiran perlu di recharge. Jika terus memaksakan, akan ada kemungkinan kita burnout. Akan lebih sulit mengembalikan kondisi dan motivasi jika sudah masuk ke kondisi burnout ini.

    Saran saya sebagai teman, coba keluar dulu dari situasi ini, dan setelah kita mulai bisa berpikir jernih, coba lihat dari Pilot view atau komunikasikan kembali dengan orang yang kita percaya atau bisa juga dengan psikolog sebagai orang ahlinya.
    Take care ya Kak …

  • Renov

    Hallo Kak Yangie, makasih sudah mampir.:)
    I will try to answer your questions,
    Our brain consumes energy based on tasks and our mental states. When we're stress, this energy's demand will go up way more than our baseline. This condition will cause us tiredness, overwhelmed, etc.
    Another fact about the brain is the brain always thinking, even when you try not to think. TThat means you can't stop the brain from not thinking.

    Apakah press the pause button adalah bentuk dari self-love?
    Ya, sebelum tubuh kita yang menekannya sendiri.
    Seperti juga mesin, tubuh dan pikiran perlu di recharge. Jika terus memaksakan, akan ada kemungkinan kita burnout. Akan lebih sulit mengembalikan kondisi dan motivasi jika sudah masuk ke kondisi burnout ini.

    Saran saya sebagai teman, coba keluar dulu dari situasi ini, dan setelah kita mulai bisa berpikir jernih, coba lihat dari Pilot view atau komunikasikan kembali dengan orang yang kita percaya atau bisa juga dengan psikolog sebagai orang ahlinya.
    Take care ya Kak …

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!