Olahraga,  Kesehatan

Selamat Hari Yoga Internasional .. Namaste..

Selamat Hari Yoga Internasional

Hari ini tanggal 21 Juni adalah Hari Yoga Internasional . Pengalaman saya sendiri dengan Yoga tidak lah se-intens beberapa teman saya yang sejak mengenal olahraga ini tetap kontinyu latihan. 

 

Perkenalan pertama saya  yaitu pada tahun 2006, kebetulan di tempat kerja saya saat itu mendatangkan guru Yoga senior untuk mengajar setiap hari jumat sore. Pada tahun itu beberapa departemen menempati kantor terpisah, dan yang berada di kantor di jalan Sunda, Bandung hanya departemen HRD dan Franchise dan departemen lainnya ada di kantor berbeda. 

 

Peminat kelas nya sendiri tidak terlalu banyak mungkin karena rekan kerja beda kantor agak malas juga jika harus datang ke jalan Sunda. Saya sendiri dan seorang sahabat saya, Dita cukup rutin datang tiap sesi nya. 

 

Latihan pertama diikuti dengan pusing pusing dan mual sesudahnya, untungnya setelah itu weekend, saya ada waktu untuk meredakan rasa pusing sebelum hari Senin mulai bekerja lagi. 

Sesi berikutnya saya dan Dita tetap datang sampai setelah beberapa lama berselang kemudian kelas itu ditiadakan karena kurang peminat.

 

Setelah itu kami pindahan kantor, beberapa bulan setelah pindahan kembali kelas Yoga dibuka karena semua dapartemen ada di bawah satu naungan kantor. Seneng banget tentunya karena buat saya pribadi latihan yoga membantu saya mencapai kualitas tidur yang sangat baik, padahal saya termasuk orang yang sulit tidur pada jaman itu.

 

Kemudian setelah kelas kembali ditiadakan masih dengan alasan yang sama, saya pun berhenti latihan. 

 

Setelah hiatus cukup lama, tahun 2013 ketika saya bekerja di Bali, saya dan salah seorang Management Trainee, orang Perancis, Nona M yang juga menyukai olahraga ini, mulai mencari kelas terdekat.

 

Sepertinya kita beruntung, tidak jauh tempat saya tinggal dan hotel residen M ternyata ada guru Yoga, tidak tanggung dengan pede nya saya membayar untuk setengah tahun.

 

O la la.. M yang bilang hanya suka, ternyata dia sudah advanced sementara saya yang pemula pulang ke rumah dengan gejala awal yang sama yaitu pusing dan mual… selama seminggu. Pertemuan selanjutnya saya tidak pernah datang lagi.

 

Dari situ jika ada tawaran buat ikutan lagi selalu saya lewatkan. Salah seorang teman bahkan mau memberikan akses untuk Bikram Hot Yoga di Ubud, tapi saya bilang saya gak cukup fit untuk yoga.

Koneksi Diri

 

Pandemi corona mengajarkan agar kita menyadari bahwa sakit dan maut tidak memandang status sosial, jabatan, pendidikan, uang yang kita punya. 

 

Pandemi corona juga mengajarkan kalau yang kita punya adalah sekarang. Apa yang ditawarkan esok hari, tidaklah kita tahu. Mungkin esok datang menghampiri, mungkin juga tidak,

 

Karenanya di tengah pandemi corona yang tidak menentu seperti ini, bukan hanya harus menjaga kesehatan tubuh agar tidak sampai terkena virus mematikan corona tetapi juga menjaga agar pikiran kita tetap waras dan mental kita tetap kuat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah koneksi diri sendiri. 

Cara orang untuk koneksi dengan dirinya sendiri berbeda-beda, meditasi, naik gunung, jalan ke pantai, yoga, meditasi, journaling, menulis (blog misalnya), berjalan kaki, bersepeda, atau hanya sekadar memanjakan diri sendiri.

Lalu bagaimana dengan saya?

 
Saya sendiri kira kira sekitar 4 bulan yang lalu saya mulai rutin kembali dengan Yoga. Levelnya pun masih level pemula. 

 

Kenapa saya kembali lagi ke latihan ini? 

Bukan karena ingin punya abs kaya Jennifer Anniston (hmm tapi kalau bisa, akan lebih menyenangkan).

 

Karena saya kangen. 

 

Kangen dengan tidur nyenyak, kangen dengan pikiran yang lebih jernih, kangen terkoneksi dengan badan saya dimana corona ini menyebabkan tidak terkoneksinya dengan teman teman dan keluarga secara fisik, kangen mengosongkan pikiran yang banyak dipenuhi berita dan pesan.

 

  

7824736A B743 4298 B208 F8F989560271

 

 

Hari ini cuaca bagus dengan suhu 25 derajat,  saya pun latihan yoga sementara suami lebih memilih untuk berendam di kolam renang plastik di teras belakang sambil mendengarkan kicauan burung. Itu cara dia untuk koneksi dengan diri nya. 

 

Lalu apa cara kamu koneksi dengan diri sendiri?

 

Stay safe … xoxo

 

Reference:

 

HIIT Training, klik di SINI

 

Jurnal Ilmiah. Walking Green: Developing an Evidence Base for Nature Prescriptions.

Satu Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!