kesehatan wanita,  Kesehatan

8 Gejala Menopause Dini, Risiko dan Pencegahannya

 

“Menopause. A pause while you reconsider men” – Margaret Atwood

 
Menopause dini adalah hal yang menakutkan bagi kaum wanita yang jika dilihat dari usia, masih jauh dari menopause. Tetapi kadang itu dapat terjadi, dan salah seorang kerabat mengalaminya.
 
Tahun lalu, jauh sebelum COVID-19 , saya dan suami mengunjungi keluarga dari suami di kota tetangga. Mereka adalah pasangan yang sudah lama sekali bersama dalam suka maupun duka. Suaminya yang merupakan paman dari suami berusia 62 tahun beberapa tahun yang lalu sudah pensiun dini dikarenakan operasi panggul (usia normal pensiun di Negara Jerman adalah umur 67 tahun) sedangkan sang istri yang belum berusia 60 tahun sudah hampir 30 tahun tidak bekerja karena faktor kesehatan.
 
Sang Istri, kita sebut saja Tante Emma awalnya menderita Menopause dini sebelum dia menginjak usia 30 tahun. Setelah beliau di diagnosa dengan menopause dini mulai muncul penyakit penyakit berat lainnya termasuk diantaranya osteoporosis dan penyakit kardiovaskular.
 
Tentunya kalian kaget ketika membaca kalau menopause dapat terjadi pada wanita muda dan lebih kaget lagi ketika penyakit serius lainnya muncul setelah menopause. Ketika kita mendengar menopause, secara reflex kita ingat wanita yang sudah tua, ibu kita atau nenek kita. Menopause dapat terjadi lebih cepat dari yang perempuan pikirkan.

Apa Itu Menopause?

Sebelum kita berbicara mengenai menopause dini, ada baiknya kita mengetahui apa sebenarnya menopause itu. 
 
Menopause adalah suatu fase dimana Ovariom/indung telur mulai perlahan lahan menjadi tidak aktif sampai berhenti memproduksi, tubuh juga mengurangi produksi hormon estrogen, sel telur tidak mampu matang dan interval waktu antara periode menstruasi menjadi tidak teratur dan semakin panjang sampai pada akhirnya berhenti. 
 
Pada umumnya, menopause pada wanita terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun. 

Menopause Dini, Apakah Benar Ada?

Menurut data yang diambil dari www.menopause-gesellschaft.de, wanita di Jerman sekitar 3 s.d 5 persen mengalami menopause dini, di Amerika sekitar 5 % berdasarkan situs resmi www.womenshealth.gov

Sayangnya saya tidak dapat menemukan data yang menunjukan persentase wanita di Indonesia yang mengalami menopause dini. Tidak adanya data bukan berarti bahwa kasus menopause dini ini tidak ada di Indonesia.
 
Jika diatas kita sudah mengetahui apa itu menopause, lalu apa perbedaan menopause dini dengan menopause?
 
Menopause dini adalah menopause yang terjadi 10 sampai 15 tahun sebelumnya, yang artinya wanita usia 30 tahun bisa mengalami menopause dini. Banyak wanita yang mungkin menjerit ketakutan, ya .. ini dapat diibaratkan seperti horror bagi wanita muda. 
 
Tapi menopause ini sendiri adalah proses yang bertahap, tahapannya dapat dalam hitungan bulan maupun tahun. Di dalam proses itu, tubuh akan mengirimkan signal signal kepada kita. Nah disini peran aktif kita dibutuhkan untuk mengenali apa saja gejala nya dan bagaimana cara kita menghadapinya.

Gejala Menopause

Dalam beberapa bulan atau tahun menjelang menopause yang disebut dengan perimenopause akan terjadi beberapa gejala perubahan fisik. 

Gejala perimenopause dapat berbeda antara perempuan. Berikut ini adalah beberapa perubahan fisik yang bisa menjadi tanda seseorang mengalami menopause.
 
1. Keringat berlebih di malam hari dan sering merasa kepanasan
 
    Gejala menopause yang paling sering ditimbulkan adalah suhu tubuh yang meningkat     di luar masa pembuahan biasanya disertai dengan memerah di bagian wajah dan leher. Gejala ini biasa disebut dengan hot flashes.  
 
Faktor penyebab lainnya
coba ingat kembali apa yang anda konsumsi ketika makan malam, makanan yang terlalu pedas, atau makanan yang terlalu banyak mengandung MSG atau konsumsi alkohol dapat meningkatkan suhu tubuh. 

Cek juga apakah selimut anda terlalu tebal, atau apakah anda bermimpi buruk, atau apakah anda sedang sakit. Peningkatan suhu tubuh bisa menjadi tanda jika ada perubahan hormon, infeksi bakteri, tidak seimbangnya hormon tiroid, atau penyakit.
 
Saran: Kenali perbedaan antara keringatan normal dengan keringat berlebih yang membuat rambut menjadi lepek dan ukur suhu tubuh secara berkala ketika kita merasa hot flashes.
 
2.   Sulit tidur dan sering terbangun di malam hari disertai perasaan cemas.
 
    Di masa perimenopause, wanita mengalami sering terjaga di malam hari, periode tidur nyenyak yang relative singkat diikuti dengan kecemasan.
 
Faktor penyebab lainnya: 
ini bisa juga merupakan tanda PMS yang biasanya disertai dengan kram perut dan mood swings. Kondisi psikologis seperti stress karena tekanan pekerjaan misalnya dapat juga mengakibatkan hal ini.
 
Saran: Bagi yang mempunyai smart watch yang dapat mengukur kualitas tidur, fitur ini jangan sampai dilewatkan dengan lebih memilih untuk men –charge smart watch anda di malam hari. 

Bagi yang tidak mempunyai smart watch, anda juga bisa mencatat dalam Sleep Diary untuk melihat tendensi kapan terjadi nya.
 
3.   Periode menstruasi terlambat.
 
    Periode menstruasi normal misalnya 24 hari, tetapi setelah hari ke-40 periode belum saja muncul.
 
Faktor penyebab lainnya: 
Stress, akibat dari obat yang dikonsumsi , olahraga yang berlebihan, berat badan yang mengalami kenaikan atau penurunan drastis, atau mungkin anda sedang hamil.
 
Saran: jadwalkan kunjungan ke dokter kandungan anda. Periode menstruasi terlambat sampai dengan satu tahun merupakan tanda pasti menopause. 
 
4.   Periode menstruasi tidak teratur.
 
    Periode menstruasi menjadi terlalu panjang intervalnya, contohnya Teteh Ani mempunyai normal interval 24 hari, tetapi di hari ke-18 sudah mendapat periode lagi.
 
Faktor penyebab lainnya: pil kontrasepsi, atau perubahan hormon.
 
Saran: jadwalkan kunjungan dengan dokter kandungan. Di hari pertama periode anda dapat menjadwalkan test darah untuk mengukur kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan Estrogen.
 
5.   Tubuh mudah merasa lelah.
 
    Terutama ketika mengerjakan aktivitas fisik, tubuh merasa menjadi cepat lelah.
 
Faktor penyebab lainnya: 
stress, kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi vitamin,atau karena penyakit seperti misalnya diabetes dapat menjadi penyebab tubuh mudah merasa lelah. 
 
Saran: jika anda sering mengalami kondisi ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk dilakukan general check up.
 
6.   Menurunnya hasrat seksual (libido).
 
    Salah satu gejala perimenopause yang kerap menjadi permasalahan dalam rumah tangga adalah menurunnya hasrat seksual.
 
Faktor penyebab lainnya: masalah kesehatan seperti kanker, artritis atau radang sendi, diabetes, penyakit saraf dan tekanan darah tinggi. Stress, terlalu padatnya aktivitas, hubungan dengan pasangan yang kurang baik, kebiasaan merokok dan intensitas olahraga yang berlebihan dapat juga menurunkan libido. 
 
Saran: konsultasikan dengan dokter kandungan supaya dapat dilakukan pemeriksaan selanjutnya.
 
7.  Naiknya berat badan secara tiba-tiba dan signifikan.
 
    Meskipun pola makan, aktivitas dan pola olahraga tidak berubah tetapi badan terus mengalami kenaikan berat.
 
Faktor penyebab lainnya: faktor hormonal dan metabolisme tubuh yang melambat.
 
Saran: kita bisa mencatat konsumsi makanan yang kita makan di dalam food diary, besar kemungkinan kita mengkonsumsi lebih besar dibandingkan dengan energy yang kita keluarkan. Sebaiknya makan di dalam porsi yang lebih kecil dan lakukan olahraga secara rutin.
 
 
    Gejala ini harus anda segera kenali terutama jika anda bukanlah orang yang moody tapi akhir akhir waktu ini perasaan anda seperti roller coaster tanpa ada sebab yang jelas.
 
Faktor penyebab lainnya: kurang tidur, kadar gula dalam darah yang tinggi, kadar gula darah yang terlalu rendah, dan terlalu banyak mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan bad mood.
 
Saran: jika mood swing ini relative sering terjadi, ada baiknya untuk mencatat di mood journal dan kenali apa penyebabnya. Mood journal memberikan gambaran faktor pemicu nya dan dapat menjadi prediksi bagi kita kapan biasanya terjadi.
 
Setelah kita mengetahui gejala gejala nya, tapi kita masih berpikir bahwa menopause adalah proses alami yang setiap wanita pasti mengalaminya jadi tidak ada yang perlu ditakutkan. Eits, jangan buru buru menyimpulkan sebelum kita mengetahui apa sih resiko dari menopause dini ini.

Apa Risiko Menopause Dini?

Dengan tidak ada nya hormon estrogen, wanita yang mengalami menopause dini dapat menyebabkan kenaikan resiko kesehatan bawah ini:

 1. Fungsi hati dan kardiovaskular.

Faktor penyebab lainnya: genetis/ riwayat keluarga, tinggi nya tekanan darah dan tingginya kadar kolesterol.

Saran: gaya hidup sehat dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular dan fungsi hati contohnya berhenti merokok, makan makanan sehat dengan gizi seimbang dan mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah buahan, berolahraga dan menjaga berat badan.

·     2. Osteoporosis.

Hormon estrogen berperan dalam proses pembentukan tulang yang kuat. Dengan hilangnya hormon estrogen ini, perempuan akan mulai kehilangan kepadatan tulang.

Faktor penyebab lainnya: penyakit tulang seperti radang sendi.

Saran: mulai dengan mengkonsumsi makanan tinggi kalsium, cukup vitamin D yang dapat diperoleh dari paparan sinar matahari dan olahraga rutin yang dapat menguatkan otot.

·    3. Demensia dan Parkinson.

Wanita yang menopause dini akan mengalami penurunan kognitif dan memori    verbal dengan hilangnya hormon estrogen.    

4. Depresi.

 Hormon estrogen berfungsi dalam merangsang neurotransmitter serotonin di otak. Seperti yang kita tahu Serotonin mempunyai peran utama untuk mempengaruhi suasana hati “feel good”. Dengan tidak adanya estrogen, akan berdampak pada mood dan jika tidak ditangani dini dapat berimbas pada depresi.

Sekarang setelah tau apa resiko dari menopause dini, tentunya ada perasaan ngeri di pikiran kita. Tapi sebenarnya adakah cara pencegahannya ?

Bagaimana Cara Pencegahan Menopause Dini?

Kita sebagai wanita tidak mengetahui kapan menopause akan datang, begitu pula kita tidak dapat menahannya ketika dia muncul dan tidak dapat pula membalikan ke kondisi sebelum menopause. 

Banyak faktor yang menentukan menopause dini diantaranya adalah faktor genetik, juga obesitas (berat badan di atas normal) atau underweight (berat badan di bawah normal). Jika menyangkut genetik, tidak ada yang dapat kita perbuat tetapi faktor lainnya dapat kita cegah. 

Tips Mencegah Menopause Dini

Ada baiknya jika dapat memonitor secara terukur misalnya dengan app dan calendar atau sekedar buku catatan. 

Saya dapat merekomendasikan satu app yang saya pakai untuk mencatat perubahan kondisi fisik, periode menstruasi, mood dan aktivitas. Nama app nya adalah Flo, calendar menstrual yang bisa kalian akses di app store.

Menopause Dini, Haruskah Kita Takut?

Menopause adalah proses biologis dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang wanita. Kapan datangnya menopause pun berbeda, yang kita dapat lakukan adalah mempersiapkan diri kita secara fisik, mental dan spiritual untuk kehidupan di setengah umur ke depan. 

Ingat bahwa menopause ini bukan hanya hubungan wanita dengan dirinya sendiri saja tetapi juga wanita dengan keluarga, kerabat dan orang orang di sekelilingnya. Dengan mempersiapkannya, semoga kita diberikan kekuatan untuk melaluinya.

Reference :  

Pat Wingert and Barbara Kantrowitz – The Menopause Book: 

The Complete Guide: Hormones, Hot Flashes, Health, Moods, Sleep, Sex; 

website Christiane Notrup, M.D (https://www.drnorthrup.com).

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!