Jurnal

Keahlian yang Dimiliki, Self Discovery Day 14

Keahlian yang Dimiliki #SelfDiscovery #Day14. – Berbicara tentang keahlian yang dimiliki, keahlian sendiri terbagi ke dalam dua kategori yaitu soft skill dan hard skill.

 

Quest hari ini dari Self Discovery adalah keahlian mana dari skills list di Google yang paling menggambarkan kita.

keahlian yang dimiliki

Pertanyaan ini penting, terutama untuk kita yang ingin mengetahui diri sendiri dengan tujuan mengembangkan diri dan mengembangkan karir.

 

Quest hari ini mirip dengan hari ke-18, dimana keahlian kita yang unik yang akan digali.

 

Jika masih kurang yakin dengan keahlian yang kita miliki, kita bisa kok coba test kepribadian untuk melihat dimana potensi kita.

keahlian
Skill. Source by. Canva

Keahlian

Hard skill adalah kompetensi yang kita dapatkan selain dari proses belajar di sekolah, di tempat praktikum, juga didapatkan dari pekerjaan yang kita lakukan. Hard Skill juga dikenal dengan know – how.

 

Sementara soft skill adalah sosial kompetensi, personal kompetensi yang tercermin dalam kepribadian dan hubungannya dengan sesama.

 

Di dalam dunia pekerjaan, untuk bisa mengerjakan sesuatu tentunya kita membutuhkan hard skills. Tanpa hard skills, tidak mungkin pula kita diterima di tempat kerja.

Sementara untuk membangun hubungan dengan teman kerja dan jika ingin sukses berkarir, soft skills sangat dibutuhkan disini. 

Keahlian yang Dimiliki

List yang saya ambil dari Google, saya ambil dari World Economic Forum 2020. 

 

Kenapa saya ambil dari sini? 

Karena ini adalah 10 top skills yang dibutuhkan oleh industri di dunia jika kita ingin menjadi tenaga kerja yang kompetitif

 

keahlian

Diantara ke-10 di atas, yang paling mencerminkan saya adalah Emotional-Intelligence.

Di dalam Emotional-Intelligence sendiri ada 5 komponen di dalamnya,

 

1. Self-Awareness

Adalah kemampuan untuk menyadari dan mengerti mood kita, apa yang menjadi pemicunya dan efek yang terjadi. 

 

Latihan yang saya lakukan, terutama untuk perasaan yang kurang mengenakan, adalah dengan bertanya.

 

Kenapa perasaan yang tidak membuat kita nyaman ini muncul?

 

Bisa dengan menuliskan rangkaian peristiwa yang sebelumnya memicu perasaan ini di dalam journal mood, atau dengan melakukan pembicaraan dengan diri sendiri, atau dengan sahabat yang bisa objektif dalam menilai.

 

Kemudian menentukan langkah apa yang paling tepat diambil.

Semisal, jika hal yang saya sangat kurang sukai terjadi, saya akan mencoba menenangkan diri dan mencoba tidak fokus kesana. Jika ada langkah yang harus diambil setelahnya, saya akan pertimbangkan plus minus dan mana yang paling works the best in the future.

 

2. Self-regulation.

Adalah kemampuan untuk mengontrol perasaan dan mood diri sendiri.

 

Saya sendiri bukan diberkahi dengan kemampuan ini, melainkan hasil latihan yang panjang dan terus menerus. 

 

Berawal dari protes terhadap diri sendiri, karena perubahan mood sendiri sangat melelahkan dan juga tidak baik apalagi jika kita berada di dalam satu team. Rekan kerja perlu merasa kenyamanan dan bukan datang ke kantor dengan perasaan was was karena perasaan kita yang tergantung cuaca.

Sedikit demi sedikit, terus berusaha memperbaiki, sampai pada akhirnya sekarang. Sekarang, mood bar saya kebanyakan netral dan berada di tengah-tengah.

skala mood

Saya juga menyadari stabilnya mood juga dipengaruhi dari bersyukur, olahraga, jam tidur, konsumsi makanan dan Intermittent Fasting.

 

3. Internal motivation.

Adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri demi visi yang kita punya dan tujuan kita melakukan ini, yang timbul karena adanya keingintahuan dan semangat untuk belajar dan berkembang.

Karena saya lumayan keras kepala, jadi motivasi biasanya dari dalam. Kekurangannya jika saya belum menemukan why nya, sulit untuk termotivasi. Kelebihannya teguh akan pendirian, walau orang lain bilang “tidak mungkin” dilakukan.

4. Empathy

Adalah kemampuan untuk mengerti perasaan orang lain sehingga tindakan kita dapat menyesuaikan dengan reaksi emosional mereka. Termasuk di dalamnya kemampuan membangun  dan menjaga hubungan dengan orang-orang yang kita temui di keseharian.

 

Empathy ini juga merupakan salah satu dari karakter orang HSP (high sensitive person). 

Buat saya, mengelola empati ini penting, karena dapat mempengaruhi pengambilan keputusan terutama jika dihadapkan orang manipulatif yang bisa memainkan perasaan.

 

5. Social skills.

Termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk menjaga hubungan dengan orang lain, membangun networks, mencari kesamaan dan menjalin hubungan.

 

Untuk poin ini, saya sebenarnya tidak sepenuhnya punya social skills ini. Saya bukan orang yang begitu datang ke suatu tempat, kemudian bisa ketawa sana sini.

 

Walau tidak mengalami kesulitan berteman, tapi saya juga bukan tipe orang, yang 1000 orang mengenal saya.

 

Tidak berniat juga jadi “life of the party”, terlalu melelahkan buat saya. Saya hanya berusaha memainkan peran sesuai porsi saja.

 

Kesimpulan

Knowledge is power, tapi yang lebih powerful dari ini adalah bagaimana kita berurusan dengan orang lain, terutama yang terpenting adalah dengan diri kita sendiri.

 

Bagaimana dengan kalian?

Apakah keahlian yang paling menggambarkan diri kalian sendiri? 

 

Stay safe … xoxo

 

Baca juga, Benci Untuk Mencinta, jurnal Self-Discovery hari ke-13.

Baca selanjutnya, Perjuangkan Apa yang Harus Diperjuangkan, jurnal Self-Discovery hari ke-15.

 

Reference:

World Economic Forum 2020, weforum.org

8 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!