Jurnal

Kaleidoskop 2020 yang Ceria, Menoleh Sebentar Ke Belakang

Kaleidoskop 2020

Kaleidoskop 2020 adalah sekilas rentetan peristiwa yang terjadi di tahun 2020. Buat saya dan keluarga, tahun ini banyak sekali yang dilalui. Suka-tidak suka pandemi COVID-19 telah merubah sudut pandang kita terhadap kehidupan.

Di tahun 2020 ada hal yang penting juga bagi saya yaitu kegiatan blogging. Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, namun karena ada kebutuhan untuk meningkatkan komunikasi, akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya. 

Kaleidoskop 2020

Refleksi, Annual Review

Sesuai dengan kata bijak yang baru saya adopsi satu-dua tahun belakangan, yaitu we are what we repeatedly do, jadinya fokus saya pun tidak jauh berbeda dengan tahun 2019. 

Yang saya ingin lakukan hanya menanamkan kebiasaan baik dan membagi tujuan saya ke dalam to-do list sehari-hari. 

Saya menyadari kekurangan saya. Otak saya seperti otak kebanyakan orang, selalu menginginkan yang mudah dan tidak menyukai “sesuatu yang kurang nyaman”. Oleh karena itu saya berusaha menjadikan yang sulit itu menjadi kebiasaan sehingga otak saya berkata, “ini sih gw kenal, ayo kalau gitu”.

Kebiasaan-kebiasaan yang rutin dilakukan diantaranya, olahraga, interval fasting, target kalori, membaca buku, ODOJ dan tadabur Al Qur’an.

 

pencapaian 2020

Di tahun 2020, peningkatan signifikan ada di empat area ini, olahraga, pencapaian kalori, membaca buku dan interval fasting.

Saya berolahraga selama 45 minggu tanpa putus. Jadwal olahraga biasanya diselang seling antara yoga, HIIT, jalan kaki dan lari. Di tahun 2020, saya harus bangga pada diri sendiri karena berhasil lari sebanyak 143 kali dengan total sejauh 735 km.

Di tahun 2020 juga, saya ikutan lari 10 km Tokyo True Running Spirit Marathon. Ini adalah lomba lari pertama kalinya, karena lomba lari Agustusan sih nggak dihitung ya .. hehee

Pandemi COVID-19 juga memberikan hikmah lain. Tahun sebelumnya, saya hanya bisa menyelesaikan satu buku dan di Kaleidoskop 2020 malahan bisa mencapai 64 buku. Ceuk abi mah, ieu ruarr biasa, berarti saya bisa konsentrasi selama itu.

Olahraga dan interval fasting ada hubungannya disini dalam hal meningkatkan konsentrasi.

Untuk ODOJ sendiri, saya masih perlu banyak perbaikan, karena banyak diganti dengan mendengarkan murotal Al Qur’an dibandingankan dengan tilawah. Saya juga msih sering dijapri, diingatkan untuk segera laporan.

Sementara tadabur, saya menyadari sekarang ini suka lupa laporan baik itu sudah mengerjakan quiz maupun belum mengerjakan.

Empat bulan terakhir ada kebiasaan baru yaitu mengikuti kelas online Tamyiz, tapi ya itu pun sering sekali terlambat mengerjakan PR.

Jadi ketiga yang terakhir, meski sudah cukup konsisten namun harus dilakukan perbaikan.

 

Kaleidoskop 2020 yang Ceria, Menoleh Sebentar Ke Belakang | Jurnal | kaleidoskop 2020 | RenovRainbow

Pencapaian yang lain adalah selama 307 hari rantai pencapaian target kalori tidak putus. Target kalori harian sendiri adalah 540 kalori, turun dari sebelumnya 610 kalori.

Target berdiri selama 12 jam di dalam sehari juga  sebenarnya hampir tercapai tahun ini, sayang rantai saya putus di hari ke-204.

Pelajaran penting adalah sekalinya rantai kebiasaan terputus, satu kali putus lagi masih penyesuaian, putus yang kedua kali akan sulit membangun kebiasaan yang sudah terbentuk.

Buktinya, target berdiri itu sulit saya pertahankan lagi setelah itu. Juga target lainnya yang sempat terputus.

Apa yang Tidak Tercapai?

List kebiasaan yang gagal saya capai di tahun 2020 lebih banyak dari yang saya capai. Alasannya saya utarakan di artikel tentang harapan tahun baru.

Blogging, hobi baru

Saya memulai kegiatan blogging di bulan Juni. Saya yang gagal ujian tertulis merasa kalau tingkat kemampuan komunikasi saya masih jauh dari yang namanya bagus.

Akhirnya setelah meninmbang cukup lama, saya ngobrol dengan teman dekat yang sudah duluan menjadi Blogger, yaitu Eka artjoka. Cuman ide jadi blogger ini awalnya tidak disetujui oleh Suami.

Alasannya simple aja. Saya ini sering merasa excited terhadap sesuatu di awal, ketika di pertengahan menemukan itu kurang menarik, biasanya akan ditinggalkan. Akhirnya suami bilang sama saya, “Kamu tulis 5 artikel dulu deh, baru bikin blog”.

Itulah yang saya lakukan.

Dengan bantuan Eka dan sahabat saya yang lain, mereka nggak bosan ngasi masukan buat tulisan saya.

Dari situ saya bikin blog untuk pertama kalinya … wkwkwk, sekalian juga masuk ke grup menulis. Komunitas menulis Blogger pertama adalah 1M1C yang jadi gerbang pembuka ke pelbagai pelatihan dan komunitas yang lain.

Pelatihan yang Diikuti Sebagai Blogger

Di pertengahan bulan Juli, saya mengikuti perlombaan menulis Tempo yang berhadiah kursus menulis fiksi bersama Leila S.Chudori. Alhamdulillah saya menang dan inilah pelatihan pertama saya.

Pelatihan berlanjut dari Kaizen Writing Dee Lestari di bulan Agustus, Mubadalah, Kursus Basic Blogger dengan Teh Ani Berta-ISB dan lanjut dengan Team ISB, SEO Moms di bulan September, dan OPREC ODOP di bulan September-November 2020.

Di sela-sela pelatihan itu saya juga mengikuti webinar pelatihan seperti pelatihan dari BPN, Growthing Marathon dan sesama Blogger yang meluangkan waktu untuk memberikan materi.

Pencapaian di Dunia Blogging

Pencapaian ada yang terukur dan ada yang tidak terukur. Kita mulai dari yang tidak terukur dulu ya.

Pencapaian yang tidak terukur:

1. Kemampuan saya untuk menangkap apa yang saya baca menjadi berkali lipat lebih cepat dengan rutin menulis dan membaca.

2. Saya tidak mengalami kesulitan seperti di awal ketika hendak menyimpulkan materi pelatihan yang saya ikuti atau buku yang saya baca. 

3. Saya tidak mengalami kesulitan ketika hendak menyampaikan opini lewat tulisan.

4. Saya tidak mengalami kesulitan untuk menuliskan caption postingan di Instagram.

5. Lebih mudah mengingat kosa kata baru, ketika dipergunakan di dalam tulisan kita.

Note: Tidak mengalami kesulitan disini adalah bukan berarti sama sekali mudah melainkan jauh meningkat dibandingkan sebelumnya.

 

Pencapaian yang terukur:

1. Tanos Challenge, komunitas self-love bareng Eka artjoka. Dari mulai cuman sekedar tantangan menjadi sebuah komunitas. Sampai sekarang kita punya beberapa tantangan yang sudah reguler berjalan. Artikel tentang salah satu program kami, Tanos Walking Challenge, sempat masuk media online liputan6.

2. Dari bulan Juni – Desember 2020, saya telah menulis sebanyak 131 artikel yang dipublished dan 23 artikel masih dalam bentuk draft. Ke-23 ini nantinya akan diposting back date tahun 2020.

3. Kaleidoskop 2020, saya mengikuti 5 lomba. Dua diantaranya menang, satu lagi masuk 30 besar, satu tidak lolos dan satu masih menunggu pengumuman di tahun 2021. Doakan saya menang yaaa.

4. Pernah mendapatkan apresiasi sebagai artikel terfavorite 1M1C dan beberapa kali masuk nominasi.

5. Pada pelatihan OPREC ODOP, saya mendapatkan apresiasi sebagai “Peserta Tergigih”, mungkin karena beberapa kali saya sempat ingin mundur tapi terus maju menyelesaikan assignment. 

6. Fiksi berjudul “22” pernah menjadi hot trend di Kaskus dan di bulan lalu masuk Story LINE.

7. DA/PA: 9/19. 

Tahun 2021 Mau Ngapain?

Seperti yang saya ungkapkan di artikel sebelumnya tentang Harapan Tahun Baru 2021, ada kebiasaan saya yang urgent harus ditinggalkan. Saya sendiri ingin dengan berlatih meninggalkan yang buruk itu, agar bisa lebih konsisten dengan apa yang saya jadwalkan sehari-hari.

Saya hanya ingin waktu yang dihabiskan di tahun 2021 ini mendekatkan saya dengan Allah SWT dan mimpi-mimpi saya.

Karena yang di atas itu penting, saya akan membuat review lagi di pertengahan tahun untuk melihat apa yang berhasil dilakukan dan apa yang nggak.

Bagaimana dengan kalian? Hal apa saja yang masuk di Kaleidoskop 2020?

Stay safe …xoxo

6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!