Career Skills

5 Teknik Belajar Otodidak yang Bisa Kamu Terapkan

5 Teknik Belajar Otodidak yang Bisa Kamu Terapkan. Di dalam kehidupan kita, kebanyakan keahlian yang dimiliki adalah hasil otodidak. Otodidak ini berawal dari keingintahuan seseorang akan sesuatu topik. Tidak hanya keahlian yang benar-benar baru diketahui, tetapi bisa jadi keahlian yang sebelumnya didapat dari lembaga formal seperti sekolah.

Ketika saya belajar otodidak biasanya berdasarkan curiosity /ke ‘kepo’an karena tertarik suatu keahlian atau pengetahuan dan terkadang karena kebutuhan. 

 

Contohnya saja blogging, yang saya pelajari secara otodidak karena kebutuhan akan menulis. Ketika mengevaluasi diri sendiri, saya menyadari bahwa saya perlu meningkatkan kemampuan komunikasi. Cara untuk meningkatkannya yaitu dengan belajar menulis.

 

Menulis adalah cara paling efektif untuk belajar berkomunikasi secara tulisan, yang jika dilakukan secara konsisten akan berdampak pada cara kita berkomunikasi secara lisan.

Kemampuan menulis sendiri sudah kita miliki dari sejak tingkat Sekolah Dasar. Beranjak ke tingkat selanjutnya sampai ke Universitas, kita belajar menuangkan pikiran lewat tulisan secara terstruktur. Namun terkadang kita lupa akan struktur pemikiran ini, dan itulah yang kini saya mulai mempelajarinya lagi.

Pengertian KBBI

Otodidak atau Autodidak menurut KBBI adalah orang yang mendapatkan keahlian dengan belajar sendiri. Autodidak  sendiri berasal dari bahasa kuno Yunani, Auto yang artinya sendiri dan didaktos artinya mendalami dalam hal belajar. Yang berarti seseorang yang memperoleh pengetahuan dan kemampuan secara mandiri.

 

Kemampuan otodidak didapatkan melalui mengamati, mencoba sendiri, membaca, meneliti dan meningkatkan kemampuan itu ke level tertentu/meng-improve.

 

Sebelum zaman modern seperti sekarang, semua orang kebanyakan belajar otodidak. Di Indonesia sendiri, kewajiban untuk menempuh pendidikan formal baru / wajib belajar baru diatur dalam Landasan pokok keberadaan sistem pendidikan nasional UUD 45 Bab XIII, Pasal 31, ayat (1) yang menyatakan bahwa: Tiap tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.

 

Menurut Wikipedia, pada tahun 2015 yang lalu sedang dibuat rancangan peraturan wajib belajar 12 tahun untuk seluruh rakyat Indonesia. 

Sebelumnya banyak kendala bagi seseorang untuk menempuh pendidikan formal, diantaranya status ekonomi dan jenis kelamin.

belajar-otodidak
Belajar Otodidak. Photo credit: kyle-glenn-unsplash

Belajar Otodidak Dulu dan Sekarang

Ada perbedaan yang mencolok antara belajar otodidak jaman dulu dengan sekarang. Beberapa faktor di bawah ini yang membedakan,

 

  1. Akses informasi.

Masyarakat di desa maupun di kota kini mempunyai akses internet. Jika seseorang mampu memaksimalkan itu, dia akan dapat meng-upgrade diri nya dengan belajar otodidak keahlian tertentu yang dia butuhkan.

Berbeda dengan pendidikan formal, belajar otodidak berarti juga merancang kurikulum tersendiri dan melakukan filter pengetahuan atau informasi yang salah dan yang sudah tidak lagi aktual.

 

  1. Spesialisasi.

Spesialisasi adalah keahlian yang dibutuhkan sekarang ini. 

Dulu kita cukup mengenal Marketing, sekarang ini Marketing ada banyak spesialisasi, mengikuti kebutuhan. Contohnya saja E-commerce, Content Manager, dan masih banyak lainnya.

 

Poin Penting Sebelum Belajar Otodidak

Saat seseorang memutuskan belajar otodidak , ada hal yang mempengaruhi keputusannya, baik itu faktor internal maupun eksternal. 

Apapun itu faktor yang mempengaruhinya,yang pertama kali harus dilakukan adalah,

 

  1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai.

Tanyakan pada diri sendiri, tujuan apa yang ingin dicapai. Semakin terperinci sebuah tujuan, semakin mudah kita memotivasi diri sendiri.

Apakah kemampuan baru ini kita perlukan untuk bertahan hidup, misalnya atau untuk meningkatkan keahlian di pekerjaan?.

 

  1. Tentukan waktu yang kita butuhkan untuk menguasai keterampilan/keahlian baru itu.

 

  1. Melakukan self-assessment.

Self-assessment adalah mengukur antara kemampuan kita sekarang dengan kemampuan yang menjadi tujuan kita. Apakah kita sudah mempunyai kemampuan itu sebelumnya? Apa saja yang dibutuhkan agar bisa mencapai kemampuan yang kita inginkan.  

 
otodidak-adalah
Otodidak. Photo Credit: jeswin-thomas-unsplash

5 Teknik Belajar Otodidak

  1. Motivasi dan rasa ingin tahu yang besar.

Motivasi dan rasa ingin tahu adalah faktor terbesar di dalam belajar otodidak. Terlepas ini adalah bidang yang benar-benar baru atau sudah pernah dipelajari sebelumnya. Oleh karena itu penting untuk memperhatikan faktor penting yang diperlukan sebelum memulai belajar otodidak.

 

  1. Memahami topik atau keahlian itu dari pandangan secara global.

Bukan hanya kita perlu memahami dasar dari kemampuan yang ingin kita miliki ini, tetapi perlu juga mengetahui bagaimana prosesnya dapat berlangsung. Disini kita membutuhkan tidak hanya satu pandangan, melainkan berbagai pandangan.

 

Hal-hal yang dapat kita lakukan diantaranya dengan membaca buku, melakukan riset, dan terlibat dalam diskusi. 

 

Cobalah juga untuk mencari referensi buku dari sumber terpercaya, misalnya dari Universitas. Biasanya mereka mengeluarkan list judul buku panduan yang menunjang satu mata kuliah.

 

  1. Membuat jadwal dan konsisten mengerjakannya.

Seperti halnya menciptakan kebiasaan lain,  misalnya kebiasaan menulis dan menghindari writer’s block, kita juga perlu menciptakan rutin.

 

Sesuaikan dengan jadwal kita, terlebih lagi jika sifatnya tidak urgent. Berikan kelonggaran untuk kita mengerjakannya, misalnya seminggu sekali.

 

  1. Berlatih

Cobalah untuk memadukan berbagai teknik belajar, dan lihat mana yang paling cocok untuk kita. Misalnya menggunakan flash card untuk belajar bahasa asing.

 

  1. Membangun network.

Membangun network diperlukan untuk proses pertukaran informasi, yang mungkin orang lain dapatkan dari pengalaman mereka atau referensi. Bergabung dengan orang yang mempunyai satu kesamaan dengan kita, atau dengan fokus yang sama. Ini membantu kita untuk mem-boost motivasi ketika kita sedang down.

 
Dengan teknik yang tepat dan motivasi dari orang tersebut yang dapat menentukan sampai level apa satu kemampuan baru dapat diperoleh dari belajar otodidak. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum belajar otodidak.

 

Belajar otodidak bisa dalam bidang apa saja, misalnya blogging, belajar sejarah, komputer, belajar aplikasi Canva yang berguna dalam dunia blogging, bikin kue (baking), memasak, berkebun, sejarah, bahasa asing dan masih banyak lainnya.

 
 
Keahlian otodidak apa yang pernah kalian pelajari?
Apa kendala yang paling sulit? Share dengan yang lain di kolom komentar juga ya 😉
 

Stay safe … xoxo

42 Komentar

  • Fanny_dcatqueen

    Ini sinyal internetku LG masalah kali yaa -_-. Aku baca tulisan ini, tp berakhir di bagian poin penting belajar otodidak. Hanya sampe ‘melakukan self assesment’

    Masuk ke 5 teknik belajar otodidak, ga ada lanjutannya..harusnya ada kan ya mba? Dr kmrn sinyal di aku parah 🙁

    • wahyuindah

      aku lebih sering belajar otodidak mbak, karena lebih niat dan biasanya konsisten. hehe… bikin blog misalnya. tenaga, pikiran dan uang kayak gak jadi beban ya. karena dinikmati. dan biasanya belajar otodidak itu ke bidang yang kita suka. btw tipsnya oke nih, bisa diterapkan.

    • Amel

      Kadang ada juga anggapan bahwa yang belajar otodidak lebih bagus pemahamannya, karena benar2 mencoba dari awal dengan mungkin sempat ada gagalnya.

  • dewi apriliana

    Sekarang ini belajar otodidak bisa jadi lebih mudah ya dengan adanya akses informasi yang terbuka lebar di internet. Tapi kalau saya susahnya pada semangat konsistensinya. Kadang semgat di awal saja , beberapa waktu kemudian terus bosen. waduuh

    • Ovi roro

      Sepertinya samaan deh kita kak dalam hal nulis blog. Tapi, kalau aku ada kendala, yang sering di repotin itu si kak Tri hehe tapi untung selalu sabar ngasih tahu.

  • Ghina

    hal otodidak yang masih males untuk dirutinkan adalah bikin baking. sungguh, karena seringnya berkali-kali gagal, aku jadi banyak malesnya daripada antusiasnya. terlebih yg suka hasil bakingku cuma anakku aja, suami ga suka, huhu. kalo yg pengen bgt tapi blm greget (gimana ini maksudnya) belajar desain. dulu ikutan kelompok menulis biar diajarin adobe, eh sampe sekarang ga menyentuh aplikasi tersebut sama sekalii. pengen pengennya doank, haha

  • Aelvin

    Hmmm..
    Apa ya yg dipelajari secara otodidak??
    Kayaknya nulis sih, Kak..
    Bener banget sih, Kak.. Konsisten dan ikut komunitas yang sama mendukung banget..

  • Maria Ulfah

    Waaaah seru banget niiii pembahasannya. Kebanyakan belajar otodidak Kak, duh apalagi kalo masalah minat hehe.

    Paling susahnya sih, saat dianggap salah sama lingkungan kita. Harusnya kamu tu belajar ini, ngedalemin ini, dsb. Tapi berusaha buat memantapkan diri kok, setidaknya mereka komen berarti mereka peduli sama apa yang kita lakukan.

  • Astriatrianjani

    Belajar otodidak tuh emang butuh kemauan yang keras ya mbk. Karena kita sendiri yang harus mendorong semangat untuk belajar. Saya dulu sempat belajar bahasa jepang ketika libur sekolah. Biasanya saya ulang-ulang dari bab 1 sampai bab terakhir yang saya pelajari tiap hari, tiap pagi selama setengah atau satu jam. Udah ada perkembangan dan saya juga nggak kesulitan. Sayangnya nggak ada teman yang punya keinginan sama jadinya ya ngobrol sendiri. Dan setelah lulus sekolah saya perlahan-lahan lupa semuanya, udah lupa sama huruf-hurufnya juga😂 sayang banget sih.

  • Bety Kristianto

    Skill menulis adalah salah satu hal yang aku pelajari secara autodidak. Nggak ada mentor, ngak pernah belajar formal. Hanya jurus nekat dan semangat aja belajar blogging dan nulis buku sampai akhirnya diterbitkan. Baru setelah itu, mulai belajar bersama komunitas hehehe. kebalik ya….

    • renov

      Mbak Bety ini jadi sebenarnya berbakat di dalam menuls sebelumnya.
      Jadi begitu mempelajari walaupun autodidak, bisa menghasilkan buah karya berupa buku.
      Congrats mbak 🙂

  • Sitatur Rohmah

    Sama hal nya kayak aku secara otodidak mengasah kemampuan menulisku, awal mula nya sih nulis hanya untuk sharing kehidupan sehari hari. Tapi semakin aku tau besarnya peluang, aku semakin mendalami dan suka diskusi ke teman yang jauh lebih senior dariku tentang penulisan yang baik itu gimana.

    Apalagi sekarang apapun bisa search di internet ya kan..

    • renov

      Alhamdulillah mbak sudah ke tahap berikutnya selain mengasah kemampuan menulis.
      Memang komunitas itu penting, untuk selalu update dan bisa membantu meningkatkan semangat kita juga.

  • Arai Amelya

    Ada kebanggan sendiri gitu ya kak ketika berhasil melakukan sesuatu, meraih pencapaian secara otodidak. Buat saya, belajar otodidak itu ya life-skill. Cuma dari poin di atas saya masih kesulitan dengan konsistensi, hiih sampe gemes haha

  • enny

    Saya belajar desain photoshop dan belajar ngeblog itu otodidak juga. Setelah tahu sedikit dari belajar sendiri pas ada kelas baru ikutan kelas buat memperdalam ilmunya. Belajar otodidak itu menyenangkan apa lagi di era sekarang sumber gratis tersedia banyak di internet.

    • gemaulani

      Keahlian otodidak yang sedang saya pelajari tentang editing artikel kak, lumayan juga ternyata tantangannya. Yang kupikir cuma ngedit typo sama tanda baca dan kata udah sesuai dengan KBBI dan EBI atau tidak, ternyata lebih dari itu. Cuma kerasa kurang maksimal kayaknya karena saya belum menentukan waktunya mau berapa lama belajar otodidak ini dan belum bisa mengatur jadwal, masih berantakan ehehe. makasih tipsnya

  • Nurhilmiyah

    Nah, belajar secara otodidak pun perlu melakukan self assesment ya, soalnya kl cuma belajar2 sendiri tp gak ada evaluasi khawatir gak tau progressnya sampai mana, kekurangannya gimana dan bisa berpeluang bikin cepat berpuas diri ya, tfs Mba Renov ^^

  • Linda Puspita

    Aku juga blog belajar otodidak kak, dari lihat atau contoh blog teman. Sampai rajin browsing tips tips. Kemudian ikut kelas juga sangat membantu jika memang mengalami kesulitan. Biasanya kalau otodidak. mentok dan gak nemui jawaban kita jadi malas lanjut ‘kan?

  • Eka fl

    Aku belajar gambar juga otodidak, nhutak ngatik komputer juga blogging. Belajar jadi emak juga otodidak, hehehe. Nampaknya, semua orang pasti punya pengalaman belajar otodidak, dan ga sedikit malah jadi sukses dg belajar otodidak

    • Merida merry

      Belajar otodidak ini bikin ketagihan lho, Mbak. Aku ingat banget, waktu awal-awal kerja dulu, perusahaan tempatku berkerja masih manual banget. Bikin invoice manual, rekap faktur manual, rekap stock manual, dll-nya manual. Asli semuanya manual. Satu bulan kerja aku mulai merasa lelah, dan juga pusing. Karena untuk mencari data tertentu, kudu bongkar arsip. Akhirnya aku coba2 bikin program sendiri pakai Ms. Access. Cari info di google, trus langsung praktekin. Gitu terus. Setelah melalui trial n error, alhamdulillaah, aku berhasil. Program itulah yang membantuku kerja selama 5 tahun. Info dari teman yang masih di sana, beberapa tahun setelah aku resign program itu masih dipakai oleh perusahaanku.

  • Fadli

    Saya belajar blogging dan web design juga otodidak. Meskipun hasil belajar otodidak sangat melekat, hanya saja metode belajar ini cukup boros waktu. Yah, jika dibandingkan belajar dengan mentor. Tapi kurangnya belajar dengan mentor itu cepat lupa karena diajari bukan melalui pencarian dan coba-coba sendiri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!