Career Skills

4 Pertimbangan Sebelum Belajar Otodidak

4 Pertimbangan Sebelum Belajar OtodidakBelajar otodidak adalah kesempatan untuk memperoleh pengetahuan di luar bangku sekolah, bangku kuliah, dan training atau kursus yang diselenggarakan oleh lembaga/institusi, yang waktunya fleksibel, dapat disesuaikan dengan waktu yang kita miliki.

Beberapa pengetahuan yang saya kuasai, berasal dari belajar otodidak, termasuk diantaranya ngeblogging. Lalu dimana letak permasalahannya?

 

Awalnya saya mengalami kesukaran dalam menulis artikel sendiri, bagaimana pemilihan diksi, bagaimana supaya kalimat mengalir enak, dan bagaimana yang lainnya.

 

Setelah itu saya yang baru kali ini ngeblog, awalnya kebingungan dengan platform Blogspot sendiri, bagaimana bermain dengan html, bagaimana supaya photo yang kita posting nggak ngeblur, apa fungsi heading, sub heading disini dan pertanyaan lainnya seputar fungsi serta perangkat lainnya.

 

Jadi apakah sebenarnya otodidak ini tepat? simak dalam artikel ini pertimbangan sebelum belajar otodidak.

 

Mengapa Kita Belajar Otodidak?

JBelajar Otodidak. Jordan B.Peterson Quote

Kunci dari belajar otodidak adalah adanya ketertarikan atau minat terhadap bidang/pengetahuan yang akan kita pelajari. Mungkin kita sudah mengetahui pengetahuan ini sebelumnya, dari lembaga formal seperti sekolah atau Universitas, atau dari lembaga kursus, atau bisa juga di tempat kerja.

 

Belajar otodidak mengakomodasi keingintahuan kita untuk satu topik yang tidak dapat kita pelajari lebih lanjut di lembaga formal atau tempat kerja, atau keingintahuan kita terhadap satu topik yang benar-benar baru.

 

Ketika kita belajar otodidak, 

  • kita bertindak sebagai pengajar dan murid sekaligus. Sebagai pengajar, kita yang menyusun kurikulum dan kalender belajar

  • Kita memilih cara belajar yang paling efektif menurut kita, teknik belajar visual, auditory, kinestetik atau gabungan. 

  • Kita juga memilih media belajar dan tempo belajar yang disesuaikan dengan kemampuan dan waktu.

 

Pada dasarnya juga mungkin belajar otodidak, untuk meningkatkan kompetensi di pekerjaan atau bahkan juga menjadikannya sebagai pekerjaan baru.

Tidak jarang kita temui orang yang menekuni suatu hobi tertentu kemudian beralih profesi menggeluti hobinya. Misal hobi fotografi, menulis, memasak, dan lainnya. Tidak sedikit pula yang sukses dari belajar otodidak.

Sedangkan untuk di pekerjaan sendiri, tambahan kompetensi dapat mempermudah proses bekerja. Misal jika kita bekerja di bidang perhotelan, belajar bahasa Inggris secara otodidak dapat membantu kita ketika menghadapi tamu atau situasi berhubungan dengan orang asing.

 

Pertimbangan Sebelum Belajar Otodidak

Pertimbangan sebelum belajar otodidak
Pertimbangan Sebelum Belajar Otodidak. Photo Credit.Elena Mozhvilo-Unsplash

1. Tujuan belajar.

Sebelum memutuskan untuk belajar otodidak, sebaiknya mengetahui dulu apa tujuan kita. Tujuan untuk menjadi profesional dengan semisal lulus ujian akan berbeda proses dan skala prioritas yang akan kita lalui. 

 

Untuk tujuan profesional, akan lebih baik jika kita mengambil kursus. Sertifikat yang kita peroleh, terutama sertifikat dari lembaga yang punya kredibilitas baik dapat menambahkan poin di curriculum vitae kita.

Begitu juga, jika kita belajar otodidak dengan tujuan lulus ujian. Dalam hal ini kita memerlukan self-assessment, atau mengukur diri sendiri. Apakah kita sudah punya dasar kemampuan ini? Apakah yang akan saya capai? Berapa persen jarak yang ada antara kemampuan saya dan kemampuan yang diminta untuk bisa lulus ujian? Berapa banyak waktu yang kita perlukan? Dan sebagainya.

 

2. Karakter Kita

Hal lain sebagai pertimbangan belajar otodidak adalah karakter kita. Apakah kita termasuk tipe yang bisa belajar sendiri atau belajar di dalam situasi kelas? Apakah kita punya disiplin tinggi dan mampu mengatur jadwal belajar di antara padatnya kesibukan? Setiap karakter punya cara tersendiri agar bisa sukses di dalam belajar otodidak.

 

Apapun karakter yang kita miliki, hal yang penting lainnya adalah kemampuan untuk dapat fokus dan motivasi yang tinggi. Sehingga disarankan untuk mendalami satu topik dalam satu waktu, dan tidak beberapa topik di dalam satu waktu. 

Terkecuali semisal beririsan, seperti misalnya jika kita ingin mempelajari sejarah dunia, di waktu bersamaan ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Kita dapat memilih literatur sejarah dunia dalam bahasa Inggris.

 

3. Materi Belajar.

Ini berkaitan dengan karakter di nomor 2. Cara belajar otodidak cocok jika kita mampu menyusun materi untuk belajar. Media belajar seperti textbook, video, audio dapat dipilih sesuai dengan tipe belajar kita. 

 

Penting disini adalah menyusun materi yang terstruktur, sehingga kita tidak melupakan dasar/fondasi yang penting untuk mengolah informasi di masa depan.

 

Materi yang akan kita susun juga sudah teruji kebenarannya. Sebaiknya cari referensi, misal dari lembaga pendidikan non formal seperti tempat kursus atau dari Universitas, untuk susunan materi atau sumber textbook yang digunakan untuk kita pelajari.

 

Materi yang kita punya dapat dibagi menjadi sub materi yang mudah diintegrasikan dalam kehidupan sehari hari.

Beberapa tema terkadang membutuhkan materi belajar seperti hardware atau software yang mahal, ini juga bisa menjadi pertimbangan.

 

4. Waktu.

Cara belajar otodidak hanya membutuhkan waktu yang bisa kita atur fleksibel di sela-sela kegiatan kita. Kunci dari cara belajar otodidak adalah belajar aktif, sehingga praktek dari apa yang sudah kita pelajari terbukti efektif dalam kegiatan belajar ini. 

Semisal ketika kita ingin mendalami bahasa Inggris, kita dapat mempraktekkannya di rumah dengan cara menuliskan surat atau artikel atau jurnal. 

Poin waktu ini berhubungan dengan poin nomor 2, yaitu karakter kita. Karakter orang dengan disiplin dan motivasi tinggi, akan dapat memprioritaskan waktunya. 

 

Kesimpulan

Cara belajar otodidak membutuhkan disiplin dan pola hidup yang sesuai. Sebaiknya kita pun mengetahui teknik belajar otodidak sebelumnya dan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya.

 

Jika memang kita ingin menjadikan yang tadinya hobi menjadi profesional, tidak ada salahnya melengkapi ilmu kita dengan kursus atau bahkan mengambil kuliah lagi. Jangan lupa juga untuk mengupdate ilmu kita, baik dengan membaca buku yang berhubungan dengan apa yang kita pelajari ataupun berita-berita.

 

Pernahkah kalian punya pengalaman dengan belajar otodidak? Pertimbangan apa yang kalian putuskan sebelum menjalaninya? 

 

Stay safe … xoxo 

8 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!