Jurnal

Meningkatkan Kualitas Diri, Self Discovery Day 2

Meningkatkan Kualitas DiriPernahkah merenung kemudian berpikir, “apakah cuma ini yang bisa saya lakukan?”. Setiap orang menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik di dalam hidupnya. Apakah itu perubahan dalam hubungan, pendidikan, karir, atau bahkan keuangan.

Lalu siapakah yang dapat melakukan perubahan?

 

meningkatkan kualitas diri

Di dalam Q.S Ar-Rad Ayat 11

 

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

 

Membaca dari ayat tersebut, jadi yang dapat membuat perubahan dalam hidup kita adalah kita sendiri. 

 

Kita semua punya potensi untuk menjadi sukses, dan bangkit dari kesalahan masa lalu. Namun tidak bisa dipungkiri, setelah berbagai cobaan yang dilalui, dan terjatuh setiap kali bangkit, membuat kita sulit untuk bangkit lagi.

 

Meningkatkan Kualitas Diri

Pertanyaan hari kedua dari Self Discovery adalah apa yang ingin saya bisa kuasai atau melakukan lebih baik. Pertanyaan kali ini menyangkut meningkatkan kualitas diri.

 

Setelah saya bertanya pada diri sendiri, juga ngahuleung (termenung, antara kontemplasi dan bingung memang agak sulit dibedakan buat saya.. lol).

 

Begitu mendengar kata kuasai, yang terpikir pertama kali dalam my wild imagination, adalah menguasai dunia, sambil tertawa terbahak-bahak mirip tokoh Antagonis di film kartun.. Adeuh. 

Ada 3 hal yang saya ingin bisa lebih baik melakukannya,

1. Patience/kesabaran.

Meme slow internet

Twit dari Will Ferrel di atas, banyak dijadikan Meme “Sebelum menikahi seseorang, minta mereka menggunakan komputer dengan akses internet lambat, untuk melihat siapa mereka sebenarnya”.

 

Untungnya si mantan pacar alias suami termasuk orang yang suabaarr buanget, jadi kami tetap menikah walau dia tahu saya suka uring-uringan pas internet lambat. Padahal kalau dipikir seharusnya dia yang uring-uringan karena kerjaan dia selalu butuh koneksi internet.

 

Banyak kegagalan yang saya alami karena saya kurang sabaran. Pengennya cepet bisa kalau ngerjain sesuatu. Kalau saya ngerasa progress saya lambat banget, mulai deh saya whining “saya emang gak punya bakat disini”, “saya bego banget sih, gini aja nggak bisa”, dll

 

Gak cukup dengan mengkritik diri sendiri aja, kadang saya komporin sama membandingkan dengan orang lain, “Temen sekelas semuanya cepat bisa, kecuali aku aja” – padahal nggak semua mengerti juga.

 

Kalau sudah seperti ini, suami akan mengingatkan lagi berapa lama sih saya baru belajar atau menggeluti bidang itu. Sekarang ini bahkan menekankan untuk tidak memforsir dan “having fun” dengan apa yang saya kerjakan. 

 

Ketika saya melakukan sesuatu, karena nggak sabaran tadi, jadi diforsir habis-habisan. Gawatnya, ketika sudah tidak merasa “enjoy”, saya akan berhenti … begitu saja.

Bagaimana supaya bisa “having fun”, yaitu kembali ke tujuan kenapa mesti melakukannya dan dengan mencari sesuatu yang membuat saya get curious/penasaran.

 

Jika saya mau meningkatkan kualitas diri, inilah yang pertama kali harus serius melatih kesabaran.

 

time management

2. Time Management

Saya merasa ketika adaptasi dengan kegiatan baru, agak sulit menyesuaikan dengan to-do list yang saya buat. Andalan saya timer dan checklist print out. Checklist print out dimasukkan ke dalam map bening, kemudian nanti saya check jika sudah selesai. Besoknya saya hapus yang kemarin sudah ditandai, dan mulai lagi.

 

Sering kali ini keteteran, walaupun saya sudah set prioritas dari awal. Salah satunya yang menjadi distraksi adalah chat di sosial media. Ada beberapa kelas online yang menggunakan platform Whatsapp sebagai media belajar, sehingga mau tidak mau saya harus mantengin di jam-jam produktif,  yang seharusnya saya habiskan untuk mengerjakan yang lain.

 

Selain itu saya juga ada app yang saya pakai untuk reminder. Untuk urusan app to-do list, saya sudah sering gonta ganti, you name it deh, banyak banget yang sudah saya coba.

Saya sedang memikirkan bulan November untuk buat tantangan diri sendiri, menyelesaikan to-do list dan habit list.

3. Agama

Agama adalah  the way of life, panduan kita dalam kehidupan ini. Dengan mempelajari agama, kita belajar menyerahkan diri kalau ada kekuatan yang jauh lebih besar dari kita.

 

Buat saya sendiri, jika saya ingin menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin, saya harus terus belajar bagaimana memperbaik dan meningkatkan hubungan saya dengan Sang Pencipta.

Kesimpulan

Setiap orang punya kebutuhannya masing-masing. Kebutuhan saya yang paling esensial dan krusial adalah kesabaran dan manajemen waktu.

 

Kesabaran adalah kunci kemampuan yang kita gunakan terutama ketika kita ingin meningkatkan kualitas diri. Disiplin dan konsistensi untuk membangun kebiasaan baru juga membutuhkan kesabaran.

Manajemen waktu juga sangat krusial, karena waktu kita semua sama yaitu 24 jam dan tidak ada tambahan waktu. Siapa yang dapat mengatur waktunya, dia dapat mengatur keseluruhan hidupnya.

 

Stay safe … xoxo

 

Baca juga, Kebebasan Finansial, self discovery journal hari ke-1.

Baca selanjutnya, Cemburu Padamu, self discovery journal hari ke-3.

5 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!