Hidup di Jerman

5 Tips Berhemat di Masa Pandemi

5 Tips Berhemat di Masa Pandemi. Tidak pernah terbayangkan oleh kita di tahun 2020 akan mengalami kejadian yang sekarang sudah masuk sejarah dunia, yaitu pandemi Corona/Covid-19. Virus yang muncul pertama kali di Negara China pada akhir tahun 2019, kemudian menyebar ke seluruh dunia dalam hitungan bulan.

 

Virus yang menyebar sangat cepat, dalam hitungan waktu yang sebentar sudah banyak memakan korban jiwa. Bisnis yang bergerak di bidang tourismus termasuk di dalamnya hotel dan gastronomi adalah yang paling besar kena imbasnya. Hal ini menyebabkan pemutusan karyawan, dan karyawan dirumahkan begitu banyak jumlahnya. Jangankan berpikiran untuk investasi, yang ada di benak pikiran adalah bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Saya pun sama terkena imbasnya, karena tidak mungkin WFH, perusahaan pun memutus kontrak. Masa kerja sebelum pemberhentian yang kurang dari satu tahun, menyebabkan saya juga tidak mendapatkan bantuan. 

 

Lalu bagaimana dengan situasi keuangan keluarga?

Tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Renovasi rumah yang terhenti, belum lagi satu usaha suami yang mengalami kerugian cukup besar, dan belum selesai semua itu, mobil operasional juga rusak dengan biaya kerusakan yang sangat besar sehingga harus kami jual rugi.

 
Berhemat di Masa Pandemi
Pos Pengeluaran. Source by. Markus-Spiske-Unsplash

5 Tips Berhemat di Masa Pandemi

Apa yang bisa kami lakukan sekarang adalah melakukan penghematan dan saya yang harus memulai kembali mencari pekerjaan.

Berikut ini adalah 5 tips berhemat di masa pandemi (menurut kami, yang mungkin bisa kalian praktekan).

 

1. Menempatkan Prioritas pada kebutuhan dan pengeluaran yang utama.

Seorang pakar Ekonomi Jerman, Stefan Hostettler mengajarkan cara memprioritaskan kebutuhan utama ini.

Caranya adalah :

  • Dengan melihat bank statement 3 (tiga) bulan terakhir. 

Kami banyak melakukan transaksi melalui transfer, pembayaran dengan kartu debit dan autodebet untuk memudahkan melacak kemana arus pengeluaran.

Bank Statement bisa kalian download dari fasilitas internet banking atau minta langsung ke Bank bersangkutan.

  • Buat list yang dibagi ke dalam 2 (dua) bagian.

  • List sebelah kiri diisi dengan pengeluaran dan list di sebelah kanan diisi dengan pengeluaran, yang bersumber dari bank statement tadi.

  • Lihat berapa uang yang masih ada di akhir bulan.

  • Lihat satu persatu di list pengeluaran, mana pengeluaran yang bisa kita hemat dengan memprioritaskan pada kebutuhan dan pengeluaran utama.

  • Uang yang tersisa langsung dimasukan ke tabungan, untuk cadangan uang jika ada keperluan mendadak.

2. Perhatikan tips belanja di bawah ini.

      • Menyusun menu makan keluarga mingguan.

      • Dengan menyusun menu makan mingguan, kita dapat mencatat apa saja yang kita butuhkan, dan mengatur isi keranjang belanja sesuai budget.  

      • Mencatat list belanja, berisikan barang-barang yang memang kita butuhkan.

Dengan adanya list, kita tidak perlu berlama-lama di Supermarket yang berarti mengurangi resiko terkena virus, juga menghindari belanja di luar kebutuhan atau impulse buying.

      • Pastikan selalu pergi berbelanja dengan perut kenyang.

Perut kosong dapat menyebabkan belanja barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

      • Pergi berbelanja sendiri, tidak membawa anak. 

Pergi berbelanja dengan anak berarti kita harus menghabiskan waktu lebih lama di Supermarket.

Bercocok tanam di masa pandemi
Bercocok tanam. Source by. francesco-gallarotti-unsplash

3. Mengembangkan hobi bercocok tanam.

Berhemat di masa pandemi juga berarti mulai melirik hobi baru. Coba untuk mulai menanam tanaman yang sering kita konsumsi, misalnya saja cabe merah, cabe rawit, tomat, dan lainnya.

Beberapa tanaman ini saya mulai beli di akhir musim Semi tahun ini, sebenarnya terlambat karena seharusnya di awal musim semi.

4. Mencari penghasilan tambahan dengan modal rendah.

Carilah bisnis dengan produk yang bukan bersifat seasonal dan memang selalu dibutuhkan orang. 

Misalnya saja bisnis snack/cemilan, bisnis makanan rumah dari keahlian masak yang kita miliki. Pergunakan juga kekuatan sosial media dan testimoni dari pelanggan.

5. Jangan mencari pinjaman, apalagi pinjaman dengan bunga tinggi dan harus dibayarkan di dalam jangka waktu pendek.

Hindari pinjaman online! Ini hanya akan mengurangi kepenatan sementara yang akan digantikan dengan stress.

Kesimpulan

Seberat apapun pandemi ini, kita harus yakin kalau kita mampu melaluinya. Harus ada hal positif yang kita ambil dari peristiwa bersejarah yang horor ini. Salah satunya adalah dengan menyadari pentingnya cadangan tabungan untuk situasi darurat seperti ini. Selain itu, jika kebiasaan berhemat ini kita terus biasakan, kita bisa mulai meningkatkan kualitas hidup kita di sisi yang lain.

 

Bagaimana dengan kalian, adakah kebiasaan berhemat di masa pandemi yang baru yang kalian terapkan?

 

Stay safe … xoxo

Artikel ini diikutsertakan minggu tema komunitas Indonesian Content Creator

14 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!