Jurnal

Rencana 5 Tahun Kedepan Untuk Punya Momongan

rencana 5 tahun kedepan

Setiap orang pasti mempunyai rencana bahkan rencana 5 tahun kedepan.

Ini bukan hanya sekedar pertanyaan seperti saat interview dengan HRD, tapi bisa dikatakan agar hidup kita punya arahan akan apa yang mau dicapai.

Tentunya manusia seperti kita hanya bisa berusaha sebaik-baiknya, namun hasil kembali kepada Allah Sang Maha Kuasa.

Buat pasangan yang sudah cukup lama menikah dan belum dikarunia anak, mungkin harapan terbesar adalah ingin punya anak.

Anak yang menjadi penerus generasi, dan menjadi kebanggaan bagi keluarga. 

Begitu pula dengan saya, apalagi ketika usia mulai melewati puncak usia reproduksi (18-35 tahun). Menurut dokter kandungan di Jerman, saya tidak boleh bersedih karena masih mempunyai peluang. Namun, tetap saja ketika pertanyaan semacam, “Apa enggak mau kalian punya anak?” dilontarkan keluarga, rasanya tetap sedih.

Karena itu rencana 5 tahun kedepan yang utama buat saya adalah hamil walau usia sudah tidak lagi muda. Jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. 

Di bawah ini adalah beberapa cara yang harus kami lakukan dalam upaya mendapatkan sang buah hati.

The Perks of Pandemic

Setelah satu tahun pernikahan, kami menjalani Long Distance Marriage dan hanya bertemu di weekend, dengan kondisi yang seringnya sibuk. Bisa dikatakan kami tidak termasuk dalam kategori siap hamil karena tidak berhubungan teratur.

Kondisi pandemi yang menyebabkan saya kehilangan pekerjaan dan si Akang yang home office seharusnya kami manfaatkan untuk tujuan ini. Tapi setahun belakangan sejak pandemi, bisa dibilang kami dalam keadaan yang super stres dengan segala macam masalah yang datang silih berganti.

Sekarang ini kami sebaiknya fokus kembali pada rencana 5 tahun kedepan untuk punya anak.

Mengkonsumsi Madu, Rimpang-Rimpangan dan Vitamin Asam Folat

Salah satu yang disarankan oleh teman, yang katanya diambil dari resep Jsr adalah mengkonsumsi madu dan rimpang-rimpangan seperti jahe. 

Saran lain dari dokter kandungan di kunjungan terakhir setahun yang lalu adalah mengkonsumsi vitamin yang mengandung asam folat dan menghindari vitamin A termasuk makanan yang kaya akan vitamin A seperti produk hati hewan. 

 

Pola makan juga harus diperhatikan, terutama keseimbangan isi piring yaitu 25 persen dengan sayuran berdaun hijau pekat dan berwarna mencolok, sayuran juga tidak boleh overcooked, dan mengkonsumsi buah-buahan.

Untuk sumber karbohidrat, sebaiknya memilih dengan indeks glikemik rendah, yang membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan tidak menyebabkan rasa mengantuk setelah selesai makan.

defisiensi zat besi

Salah satu yang disarankan oleh teman, yang katanya diambil dari resep Jsr adalah mengkonsumsi madu dan rimpang-rimpangan seperti jahe. 

Saran lain dari dokter kandungan di kunjungan terakhir setahun yang lalu adalah mengkonsumsi vitamin yang mengandung asam folat dan menghindari vitamin A termasuk makanan yang kaya akan vitamin A seperti produk hati hewan. 

 

Makanan lainnya yang dianjurkan adalah yang mengandung kandungan besi tinggi yang bisa mencegah anemia dan mencukupi kebutuhan zat besi bagi calon ibu.

 

Rutin Berolahraga

Ikhtiar lain yang saya lakukan adalah rutin berolahraga. Apalagi cuaca seharusnya sudah mulai hangat di bulan mendatang, sehingga frekuensi olahraga saya harus kembali seperti semula.

Di musim dingin yang lalu, kebiasaan berolahraga saya memang terganggu karena gatal akibat kulit kering.

Olahraga sendiri baik untuk calon ibu jika bisa dilakukan dengan persisten dan konsisten, atau dilakukan secara teratur dan dalam jangka panjang. Gunanya untuk menurunkan kadar lemak tubuh dan berat badan, juga pembentukan masa otot yang baik selama masa menunggu kehamilan.

 

Memperhatikan Racun di Sekitar

IDi jaman modern ini banyak bahan-bahan kimia yang tanpa kita sadari bersinggungan langsung dengan kita setiap saat. 

Bahan tersebut bisa dalam bentuk produk elektronik, bahan pembersih dapur, alkohol, pestisida, kosmetik dan produk kebersihan, alat-alat dapur dan rumah tangga juga asap rokok.

Dampak dari bahan tersebut ternyata bisa mempengaruhi kesuburan calon orang tua dengan menurunkan kualitas sperma dan mempercepat penuaan indung telur. Juga berbahaya bagi ibu hamil karena bisa menembus plasenta.

 

Menghitung Masa Subur dengan Bantuan Aplikasi

Aplikasi yang saya gunakan sekarang ini adalah flo. Selama ini saya hanya lakukan untuk mencatat periode menstruasi, juga mencatat aktivitas, perubahan mood, keputihan dan gejala seperti sakit kepala.

 

Berdoa

Yang paling utama dari sebuah rencana adalah melibatkan Allah dulu di awal. Selain usaha di atas yang akan berusaha kami jalani, juga berdoa semoga Allah memberikan buah hati yang sudah lama kami dan keluarga besar harapkan.

Apa Rencana 5 Tahun Kedepanmu?

Jika ingin punya anak adalah rencana 5 tahun kedepan buat saya. Bagaimana denganmu?

Share juga di kolom komentar ya.

Stay safe … xoxo

#BPNRamadan2021 #Day14

Referensi

Buku Do & Don’t Supaya Cepat Hamil, dr. Ivander Utama, F.MAS,Sp.OG,M.Sc

2 Komentar

  • Me

    Hai Kak

    Salam kenal

    Saya juga sedang ikhtiar memiliki momongan

    Dulu sempat LDM namun sejak pandemi saya bisa berkumpul dengan Zauji

    Senang baca tulisan ini

    Semoga segala doa dan harapan kita segera diijabah yaa

    Aaamin

    • renov

      Hallo Mbak Me,
      makasih sudah mampir dan semoga artikelnya bermanfaat.
      Aamiin yaa Robbalalamin semoga doa kita untuk memiliki momongan diijabah oleh Allah SWT.
      Tetap semangat Mbak 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!