Jurnal

Tantangan Hidup Masa Kini, Self Discovery Day 21

self discovery journal day 21

Tantangan Hidup Masa Kini. SelfDiscovery Day 21 – Semua orang pasti mempunyai tantangan dalam hidupnya. Bahkan yang kita berpikir “yang memiliki segalanya” mungkin yang paling sering dan berhasil menghadapi tantangan hidup.

 

Mengapa harus ada tantangan dalam hidup ini?

 

Seperti juga waktu yang terus bergerak, hidup pun seperti roller coaster tepatnya. Tantangan ada bersama di dalam kehidupan itu, supaya kita bisa “naik kelas”.

Tanpa kita sadari, bahkan sejak kita masih bayi, kita dihadapkan pada tantangan. Tantangan yang sesuai dengan kapasitas kita saat itu, contohnya merangkak.

 

Kita pun melakukannya tanpa banyak procrastination. Situasi yang sungguh berbeda dengan situasi ketika kita dewasa.

 

Tantangan Hidup Masa Kini

Di dalam dunia dimana perubahan serba cepat seperti jaman sekarang, setiap orang perlu berada di dalam mode “perubahan terus menerus” atau continuous improvement.

Tantangan hidup masa kini diantaranya adalah,

 

 

1. Rasa Takut.

Jika kita melihat film dengan genre petualangan, ada pelajaran yang bisa dipetik dari itu. Mereka selalu menjanjikan reward di akhir setelah melewati marabahaya.

 

Di dalam film, mereka tidak takut menghadapi bahaya itu, dan pada akhirnya menaklukannya.

 

Yang terjadi di film, kenyataannya berbeda dengan dunia nyata.

 

Ada rasa takut ketika kita menghadapi tantangan. Rasa takut karena kita tidak tahu apa yang terjadi di dalam prosesnya. Pada akhirnya, ini yang menyebabkan kita berpaling dari menghadapi tantangan ini.

 

Ini berarti,

Jika kita tidak menghadapi rasa takut dan menghadapi tantangan yang berada di depan kita, kita tidak akan pernah menjadi lebih baik dalam hidup kita.

 

2. Zona Nyaman.

Kita perlu untuk terus menerus beradaptasi agar kita dapat membuka peluang dan sesuai dengan tantangan jaman sekarang dimana semua dikendalikan oleh teknologi.

 

3. Lingkungan Hidup.

Lingkungan adalah tempat dimana kita tinggal. Seiring dengan lamanya kita tinggal di bumi ini, semakin banyak kita mengeksploitasi lingkungan hidup dan mengindahkannya.

 

Salah satunya adalah polusi kronis yang jika terus berlanjut dapat menjadi sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup.

 

 

tantangan hidup masa kini
Tantangan Hidup Masa Kini. Source by. Canva.

What's challenge you'd love to tackle?

Tantangan yang saya senang hadapi adalah menantang kelemahan diri sendiri.

 

Kelemahan saya banyak sekali, ada yang sudah berhasil diatasi dan banyak yang saya masih berjuang. Berbicara tentang menantang diri sendiri, atas dasar inilah yang menggagas pemikiran Tanos challenge, a challenge to love ourselves.

 

Kelemahan adalah hal yang biasanya kita indahkan dan sering menjadi fokus kita sepanjang hidup kita.

Kenapa saya bilang sering kita indahkan?

Karena banyak hal yang kita coba menghindari untuk mengerjakannya hanya karena kita berpikir kita tidak cukup baik di bidang itu.

 

Ini menjadikan kita menjadi fokus pada kelemahan itu, dan under estimate kemampuan kita, bahkan sebelum kita mencobanya.

 

Salah satu yang saya pikir adalah kelemahan saya adalah mengorganize event. Sebisa mungkin saya tidak menjadi panitia, karena saya berpikir tidak bisa. Sampai pada akhirnya, pekerjaan saya mengharuskan saya mengorganize semua kegiatan karyawan.

 

Hasilnya, di luar dugaan saya, karena kegiatan karyawan berjalan sukses. Karyawan yang tadinya hanya sedikit sekali yang berpartisipasi, setiap bulan angkanya semakin bertambah dan pada akhirnya menjadi membludak. Bahkan yang sedang libur, menyempatkan untuk datang.

 

Buat saya, ini adalah apresiasi paling tinggi. Melihat karyawan merasa menjadi bagian dari team dan perusahaan adalah kepuasan yang luar biasa buat saya.

 

Hal lain yang menjadi kelemahan saya, adalah menghadapi orang sulit. Sampai saya di bangku universitas, saya paling malas menghadapi orang sulit.

 

Terkadang saya bisa merubah mindset dan keadaan. Kebanyakan saya langsung mengkonfrontasi orang yang menurut saya sulit.

 

Lagi-lagi, terima kasih kepada pekerjaan. Berkat ini lah, saya bisa menyikapinya. Tentunya proses ini panjang sekali, bahkan sampai sekarang saya masih berusaha untuk menguasai diri saya jika berhadapan dengan orang sulit.

 

Mengkondisikan diri dengan terjun langsung ke dalam hal yang saya berjuang adalah cara paling efektif buat saya.

 

Kesimpulan

Melihat tantangan sebagai kesempatan dibandingkan dengan rintangan membuat kita.

 

Saya sendiri memilih menantang yang menjadi kekurangan.

 

Dengan menantang apa yang kita pikirkan sebagai kekurangan, sebenarnya kita memperkuat kemampuan kita untuk menghadapi apa yang tidak pernah terbayangkan oleh kita sebelumnya. Selain itu juga mengembangkan kekuatan yang bisa kita pakai untuk tujuan yang lebih besar.

 

Bagaimana dengan kalian?

Apa tantangan yang paling senang kalian hadapi?

Seringnya kalian yang menaklukan tantangan atau tantangan yang menaklukan kalian?

 

 

Stay safe … xoxo

 

Baca juga, Tanpa Dibayar, self discovery journal hari ke-20.

Baca selanjutnya, self discovery journal hari ke-22.

Satu Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!