Tanos Challenge

Menantang Diri Sendiri, TANOS Challenge

menantang diri sendiri

Menantang Diri Sendiri, Edisi TANOS. – Di dalam kehidupan, kita sering sekali dihadapkan pada keadaan yang entah itu memaksa/menantang kita untuk berubah atau kita yang merubah keadaan, contohnya saja pandemi Corona yang “memaksa” kita untuk perduli dengan masalah hygiene dengan mencuci tangan. 

 

Sebelum kondisi ini, pernahkah kalian terpikir ketika habis membeli gorengan di jalan, langsung cari wastafel untuk cuci tangan sebelum makan. Kalaupun ada tapi rasanya jarang ya. 

Jangankan makan gorengan, makan di tukang ayam dan lele goreng pinggir jalan pun hanya disuguhi mangkuk plastik kecil dengan seiris jeruk nipis dan air putih. Terkadang tissue juga tidak ada, jadi kita mengeringkan tangan dengan baju misalnya. Padahal baju juga kotor kan.

menantang diri sendiri

Menantang Diri Sendiri

Berbeda dengan kondisi yang memaksa/menantang kita untuk “ berubah, yang datang tiba-tiba tanpa persetujuan kita.

 

Ketika kita merubah keadaan, kita sadar saat kita membuat keputusan. Awal keputusan ini ada yang dimulai dari kita yang teriak “cukuuup” untuk keadaan yang bikin tidak nyaman. Ada juga karena kita mempunyai suatu impian di masa depan.

Misal, ketika interview dengan bagian HRD saat seleksi pekerjaan biasanya ada terselip pertanyaan standar seperti, “Bagaimana kamu melihat diri kamu 5 tahun ke depan?”

Dari jawaban ini, HRD akan melihat apakah kita sudah tau tujuan kita ke depannya?  Apakah kita mengetahui potensi kita sekarang dan bisa mengembangkannya? Apakah kita mengetahui kekurangan kita dan mau merubahnya? Serta berbagai “Apakah” lainnya yang terkait dengan calon kandidat dan kepentingan perusahaan.

 

Mengembangkan diri sendiri dan mengenali kekurangan kita adalah bentuk dari kita mencintai diri kita sendiri.

 

“Ketika kita mencintai diri kita, kita akan selalu berusaha membuat diri kita lebih baik dari kita yang sekarang. Ketika kita berusaha lebih baik, segala sesuatu di sekitar kita pun akan menjadi lebih baik”

 

Tidak ada proses perbaikan yang sia-sia, jika pun kita semisal gagal dalam prosesnya, kita masih banyak belajar dibanding dengan tidak melakukan apa-apa. 

 

Tidak hanya bulan ini adalah bulan kemerdekaan RI, juga buat saya bulan ini adalah bulan memerdekakan diri dari kita yang “lama”. Kaitannya dengan program bulan Agustus ini, saya dan teman dekat Eka ‘artjoka‘, akan punya program regular setiap bulannya.

 

Program regular ini berupa tantangan untuk memperbaiki diri sendiri yang terkait dengan self-love. 

Tanos Eka Renov

TANOS Challenge

Tantangannya sendiri kami beri nama Tanos, diambil dari singkatan TAntangan Naon Sih. Naon ini diambil dari bahasa Sunda, yang dalam bahasa Indonesia artinya apa.  

 

Selain kami berdua juga urang Sunda. Tanos ini bisa kalian tebak, asal mulanya dari Thanos film Avengers.

 

Kalian yang sudah bisa menebaknya, selamat tebakan kalian benar!

 

Kami mengasosiasikan diri kami sebagai pejuang Tanos, yang berperang melawan musuh terbesar kami, yaitu diri sendiri.

 

Tanos Challenge adalah bentuk perwujudan menantang diri sendiri dengan dasar self-love.

Tanos Agustus, GRATITUDE JOURNAL CHALLENGE

Untuk bulan Agustus kami memilih tema Gratitude Journal/Jurnal Bersyukur. 

 

Alasan yang mendasari pemilihan tema ini, karena kami menyadari kalau bersyukur itu adalah dasar yang terpenting atau fondasi dari mencintai diri sendiri. 

 

Kami ingin membagikan kepada kalian yang mungkin belum pernah mencoba hal ini, bagaimana hanya dengan rasa syukur kita bisa mengubah hal yang terjadi dalam hidup. Bagi yang sudah mencobanya, bisa dishare juga perjalanan dengan gratitude journal ini. 

Rules of the Game

Tantangan ini berlangsung selama 7 (tujuh) hari, dimulai di minggu kedua setiap bulannya, dari hari Senin sampai Minggu. Untuk tantangan pertama dimulai tanggal 10 Agustus dan berakhir di tanggal 16 Agustus 2020. 

 

Setiap malam selama 7 hari kedepan, kami akan posting gratitude journal di Blog dan IG berdasarkan pengalaman kami hari itu. Waktu posting tentunya disesuaikan dengan waktu kami berada. Untuk Eka artjoka akan posting waktu WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat) dan saya akan posting waktu CET (Central European Time).

Di akhir perjalanan Gratitude Journal, kami akan membuat ringkasan dari perjalanan kami selama 7 hari. Ringkasan ini akan kami share pada hari Rabu minggu berikutnya.  Jika kami akan melanjutkan, di akhir bulan kami akan share ringkasan perjalanan selama masa itu. Keputusan yang diambil bisa saja berbeda antara saya dengan Eka.

Harapan

Kami berharap dengan adanya Tanos ini dapat memberikan dampak positif, selain buat kami yang melakukan tantangan, juga bagi yang membaca artikel di blog kami. Kita berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sehingga di sekeliling kami pun bisa merasakan manfaatnya.

 

Kita harus selalu ingat kalau hidup terus bergerak seiring dengan waktu, dan seperti pertanyaan HRD saat interview kerja, bagaimana kita melihat diri kita di satu tahun, dua tahun, lima tahun atau bahkan sepuluh tahun kedepan?

 

Langkah selanjutnya adalah act towards it

 

Stay safe …xoxo

error: Content is protected !!