1 Minute Reading,  Puisi dan Cerpen

Kisah Tempayan Retak

Kisah Tempayan Retak. – Sebuah legenda dari India mengisahkan tentang seorang pria yang membawa air ke desanya setiap hari, di dalam dua tempayan besar yang diikat ke ujung tiang kayu, yang diseimbangkan di punggungnya.

 

Salah satu dari tempayan lebih tua dari tempayan satunya, dan memiliki beberapa retakan; setiap kali pria itu menempuh jarak ke rumahnya, separuh air di tempayan retak hilang.

 

Tempayan yang lebih muda selalu bangga akan kinerjanya, percaya diri kalau dia sudah menjalankan misi yang diberikan kepadanya, sementara tempayan satunya merasa sangat malu karena hanya memenuhi setengah dari tugas yang diberikan.

 

Saking merasa malu hingga pada suatu hari saat sang pria bersiap mengambil air dari sumur, tempayan tua memutuskan berbicara dengannya:

“Saya ingin meminta maaf, karena  bertahun-tahun mengabdi, saya hanya dapat memenuhi setengah kewajiban saya, dan hanya bisa memuaskan setengah dahaga mereka yang menantimu di rumah.”

 

Si pria tersenyum, dan berkata,

“Waktu kita berjalan pulang, amati jalan dengan cermat “

Jalan di Pedesaan. Source, vincent-riva-unsplash2
Jalan di Pedesaan. Source, vincent-riva-unsplash2

Dan itulah yang akhirnya dilakukan oleh tempayan tua, dan dia menyadari bahwa di sisinya, banyak bunga dan tanaman tumbuh.

 

“Lihat bagaimana indahnya alam di bagian sisimu?” komentar pria itu. “Saya selalu tahu kalau kamu retak, dan memutuskan untuk memanfaatkannya”

 

“ Saya menanam bunga-bungaan dan sayur-sayuran, dan kamu selalu menyiraminya”

 

“ Saya telah memetik banyak mawar untuk mendekorasi rumah saya, saya juga telah memberi makan anak-anak saya dengan selada, kubis dan bawang”

 

“Jika kamu tidak seperti kamu sekarang ini, bagaimana saya melakukannya tanpamu?”

Moral Cerita Kisah Tempayan Retak

 

Moral Cerita:

 

Kita semua, dengan bertambahnya usia  mulai menguasai kualitas diri yang lain. Kita mungkin tidak segesit dahulu, daya tangkap kita tidak secepat sebelumnya, dll. Tetapi ketika kita menerima dan mulai mencintai diri sendiri, kita menyadari kalau kita punya kesempatan untuk memanfaatkan setiap kualitas diri yang baru ini dan memperoleh hasil yang lebih baik bagi diri kita juga bagi orang lain.

 

Jangan terpaku pada yang kurang, sehingga kita tidak bisa menghargai diri sendiri. Namun jangan juga terlalu bangga akan pencapaian kita sehingga kita lupa untuk terus meningkatkan kualitas diri.

 

Stay safe …xoxo

 

Reference:

 

Cerita diambil dari internet, ditulis ulang oleh Paulo Coelho.

4 Komentar

  • Fanny_dcatqueen

    Cerita ini banyak versinya yaaa, dan pesen moralnya juga beda2 tapi ceritanya ada benang merah. Aku suka baca semua moral story’ dari kisah ini. Bener , kita harus mencintai diri sendiri dan jgn fokus Ama kekurangan . Ada kalanya sekecil apapun usaha yg kita lakukan, walo terlihat sia2, tp ternyata ada pihak lain yg juga diuntungkan. Dari cerita di atas bunga2 nya bisa mekar cantik.

    Jd inget cerita yg mirip ttg anak yg ga ngerti kenapa dia hrs baca Alquran padahal ga ngerti artinya. Kalo itu buku biasa dgn bahasa yg kita tidak mengerti, mana mungkin isinya bakal berguna untuk kita.

    Tapi si guru menyuruh anak itu bawa air dengan tempayan yg berlubang bolak balik 100x untuk mengisi ember yg ada di Deket gurunya. Sia2, karena tempayannya bolong. Tapi si guru malah menunjukkan, kalo tempayan kotor tadi, sudah menjadi bersih Krn disiram air trus2an. Begitu juga dgn kitab suci/alquran. Untuk yg rutin membaca, walo ga ngerti, diharapkan hatinya bisa menjadi bersih dr sifat2 dengki :).

    Ceritanya sedikit beda, tapi sbnrnya moral storynya mirip :).

    • renov

      Hallo non, seneng deh dikunjungi dirimu 🙂
      Cerita tentang anak yang bertanya soal kenapa harus baca Al Qur’an itu bagus banget.
      Memang usaha sekecil apapun tidak ada yang sia sia ya.
      Yang kita pikir buat apa dilakukan meski ngga ngerti, padahal tenyata bisa membersihkan hati kita.
      Manfaat yang luar biasa besar dan karena hati yang bersih itu, dia bisa mendatangkan kebaikan bagi dirinya sendiri dan sekitarnya.

      Thanks buat sharing kisah yang inspirational ini ya, love banget.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!