Jurnal

Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia Untuk Bumi dan Kita

pelestarian keanekaragaman hayati

Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia mempunyai pengaruh yang besar terhadap pengurangan suhu bumi. 

Mengapa seperti itu?

Kita mengetahui bahwa adanya perubahan jumlah binatang menunjukkan terjadinya perubahan pada lingkungan hidup, bumi, dan sumber alam lainnya.

Itulah mengapa di beberapa tempat, para ilmuwan lingkungan hidup mengamati dan mempelajari ribuan binatang dari jenis tertentu. Dengan bantuan para pelajar yang menjadi sukarelawan yang menolong mengumpulkan serangga di sepanjang sungai dan anak-anak sungai, para ilmuwan mencatat hasil temuan pemuan para pelajar dan mempelaharinya. 

Namun jumlah yang bahkan mencapai ribuan, beberapa tahun kemudian jenis ini hanya tinggal ratusan atau bahkan hanya lusinan saja.

Peran kita dalam pelestarian keanekaragaman hayati ini menjadi semakin vital terutama di dalam usaha menurunkan panas bumi. Oleh karena itu, di dalam memperingati Hari Bumi Tahun 2022, Eco Blogger Squad mengikuti acara gathering yang diadakan oleh Yayasan Kehati.

Pengertian Biodiversitas

Yayasan Kehati dengan pembicara Ibu Rika Anggraini, selaku Direktur Komunikasi dan Kemitraan menyajikan tema yang sangat menarik yaitu “Mengenal Keanekaragaman Hayati Kita”.

Namun sudah taukah kalian apa yang dinamakan keanekaragaman hayati?

Keanekaragaman hayati/biodiversitas/biodiversity adalah berbagai bentuk kehidupan, di semua tingkat sistem biologis, organisme, populasi, spesies dan ekosistem yang ada di air, di darat dan di udara.

 

Tingkatan Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dalam berbagai tingkatan

Keanekaragaman hayati mempunyai tiga sub-bidang atau tiga tingkatan yang terkait erat, yaitu:

1. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem. 

Keanekaragaman ekosistem adalah keanekaragaman bentuk dan susunan bentang alam, daratan maupun perairan, dimana makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan fisiknya

Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah hutan hujan tropis, lahan gambut, mangrove, terumbu karang, padang rumput, padang lamun, dan sebagainya.

2. Keanekaragaman tingkat spesies.

Keanekaragaman hayati tingkat spesies adalah keanekaragaman jenis organisme yang menempati suatu ekosistem, yang mempunyai ciri berbeda satu dengan yang lainnya.

Contoh keanekaragaman tingkat spesies adalah spesies Felidae, yang didalamnya ada kucing, cheetah, singa dan lain-lain di dalam keluarga yang sama.

Untuk tanaman, kelompok tumbuhan berikut yang menunjukkan keanekaragaman spesies adalah tumbuhan paku atau pterydophyta, yang memiliki jenis paku kawat, paku sejati, paku purba.

3. Keanekaragaman tingkat genetik.

Keanekaragaman tingkat gen adalah keanekaragaman individu di dalam suatu jenis yang disebabkan oleh perbedaan genetis antara individu. 

Keanekaragaman hayati tingkat gen dapat ditunjukkan pada tumbuhan berikut: aneka varietas padi (Cianjur, Menthik, Jasmine Thailand, Rojolele dan lain-lain) atau mangga (harum manis, golek dan manalagi).

Keanekaragaman Ekosistem Wilayah Indonesia

Beberapa wilayah di dunia, seperti wilayah Meksiko, Afrika Selatan, Brasil, Amerika Serikat bagian barat daya, Madagaskar, dan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang lebih banyak daripada yang lain. 

Daerah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi disebut hotspot. Spesies endemik—spesies yang hanya ditemukan di satu lokasi tertentu—juga ditemukan di hotspot. 

Biodiversitas di Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah hutan Amazon di Brazil. Itulah alasannya mengapa Indonesia mempunyai pengaruh besar untuk menurunkan suhu bumi.

 

Keanekaragaman hayati indonesia

Manfaat Keanekaragaman Hayati Bagi Manusia

Semua spesies Bumi bekerja sama untuk bertahan hidup dan menjaga keseimbangan ekosistem mereka. Misalnya, hewan ternak seperti sapi makan rumput di padang rumput. Sapi kemudian menghasilkan pupuk yang mengembalikan nutrisi ke tanah, yang membantu menumbuhkan lebih banyak rumput. Selain itu pupuk kandang organik ini juga bisa digunakan untuk menyuburkan lahan pertanian. 

Beberapa manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia jika dipandang dari segi ekonomi dan sosial, antara lain:

 

Manfaat Ekonomi:

1. Sumber bahan pangan.

2. Sumber energi terbarukan: biomassa, mikro-hidro, bio-fuel.

3. Sumber produk hasil pertanian, perkebunan, hasil kelautan dan perikanan.

4. Sumber bahan farmasi & obat-obatan.

5. Objek pariwisata alam dan bahari.

Manfaat Sosial:

1. Sumber kehidupan masyarakat adat yang tinggal di sekitar hutan.

2. Sumber penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3. Pendidikan lingkungan dan alam.

4. Pengembangan nilai-nilai budaya dan religi

5. Rekreasi dan kesehatan masyarakat baik jasmani maupun rohani

 

Keanekaragaman pangan

Terjadinya Perubahan Iklim

Keanekaragaman hayati adalah kata kunci penting dalam konteks perlindungan lingkungan.

 

Namun, sebagian besar keanekaragaman hayati bumi berada dalam bahaya karena konsumsi manusia dan aktivitas lain yang mengganggu dan bahkan menghancurkan ekosistem.

 

Kegiatan manusia berikut yang dapat merusak keanekaragaman hayati adalah:

 

1. Polusi.

Tekanan pencemaran lingkungan juga menyebabkan ekosistem berubah. Misalnya saja kegiatan manusia di bidang industri, transportasi dan ekonomi menghasilkan emisi gas-gas karbon pencemar udara (CO2, methan, CFC, dsb) yang menumpuk di atmosfer.

 

Konsentrasi gas-gas karbon atau gas rumah kaca (GRK) di atmosfer menimbulkan proses radiasi sinar matahari yang dipantulkan kembali ke bumi sehingga suhu atmosfer di permukaan bumi semakin panas dan terjadi proses “pemanasan global”.

 

2. Perubahan Iklim

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi adalah perubahan iklim. Ini menyebabkan ekosistem berubah dalam jangka panjang.

Hal ini berakibat, misalnya, spesies tertentu punah atau tergeser oleh spesies lain yang lebih mampu mengatasi kondisi kehidupan yang ada.

 

Perubahan iklim dan pemanasan global bersumber dari adanya emisi gas rumah kaca yang tidak terkendali termasuk akibat dari deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia.

 

3. Pertumbuhan penduduk.

Semakin banyak orang yang secara aktif mengintervensi ekosistem dengan mengolah, mengolah atau menggunakan tanah untuk mengekstrak bahan mentah.

 

Ketiga penyebab di atas merupakan ancaman bagi keanekaragaman hayati yang telah menyebabkan peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tingkat kepunahan spesies.

 

Beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa setengah dari semua spesies di Bumi akan musnah dalam abad berikutnya. Upaya konservasi diperlukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan melindungi spesies yang terancam punah dan habitatnya.

 

 

Bisakah Kita Mencapai Target 1,5 Derajat?

Masih bisakah kita mencapai target 1,5 derajat? 

Pada tahun 2021, suhu di bumi sekitar 1,21 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan dengan periode pra-industri tahun 1850 hingga 1900. 

Tahun-tahun sejak 2015 termasuk di antara tujuh rekor terpanas. Yang terpanas adalah 2016. Tahun itu suhunya 1,36 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri. Ini ditunjukkan oleh data dari organisasi Amerika Berkeley Earth. 

Apakah masih mungkin bahwa bumi akan memanas kurang dari 1,5 derajat Celcius pada tahun 2100? 

 

Skenario Penurunan Suhu Bumi

Laporan IPCC dari Agustus 2021 meneliti berapa derajat pemanasan bumi tergantung pada berapa banyak gas rumah kaca yang dipancarkan. Dalam semua skenario, suhu akan terus meningkat.

– Jika tidak ada lagi CO2 yang dikeluarkan setelah tahun 2050, bumi kemungkinan besar akan memanas sebesar 1,4 hingga 1,8 derajat Celcius pada tahun 2100.

– Jika emisi tetap sama, suhu akan naik sekitar 2,7 derajat Celcius. Dengan emisi saat ini, tanda 1,5 derajat akan tercapai pada tahun 2030.

– Jika emisi berlipat ganda, kenaikannya adalah 3,6 hingga 4,4 derajat Celcius.

    

Oleh karena itu, tindakan harus diambil dengan cepat untuk mencapai target 1,5 derajat.

Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan dalam hal pelestarian keanekragaman hayati di Indonesia, diantaranya:

1. Memperkuat pertahanan pangan dengan mengubah gaya hidup.

Dengan cara menjadi konsumen hijau, konsumen pangan lokal, mempertahankan budaya makan lokal. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi ketergantungan kepada nasi dengan menggantinya dengan sumber karbohidrat yang sifatnya lokal, seperti Sorgum.

Sorgum merupakan bahan pangan sehat, bergizi tinggi, disertai dengan kandungan protein yang tinggi dan gluten free.

Dalam hal pembudidayaan, tanaman Sorgum mudah dibudidayakan, tidak memerlukan pupuk, dapat tumbuh di tanah kering seperti di daerah NTT dan Lombok serta membutuhkan perawatan yang minimal.

2. Menekankan kesadaran akan pentingnya biodiversitas atau keanekaragaman hayati melalui pendidikan berbasis kehati (keanekaragaman hayati) sejak dini.

3. Menjadi agent of change yang konsisten mendorong adanya perubahan di masyarakat untuk lebih peduli lingkungan.

 

Yayasan Kehati

Yayasan Kehati (Keanekaragaman Hayati Indonesia) merupakan lembaga nirlaba yang mengemban amanat untuk menghimpun, mengelola dan mengalokasikan dana hibah bagi pelestarian dan pemanfaatan hayati di Indonesia yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

yayasan kehati

Buat kamu para anak muda, kamu juga bisa bergabung dengan Biodiversity Warrior, sebuah gerakan untuk para anak muda yang terlibat dalam pelestarian keanekaragaman hayati. 

Mari kita selamatkan bumi dengan menyelamatkan ekosistem kita!

Referensi

Yayasan Kehati dan Eco Blogger (2022). Mengenal Keanekaragaman Hayati Kita. 14 April 2022.

National Geographic.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!