Jurnal

Apa Cara Menyelamatkan Bumi? Investasi Bagi Bumi #EarthDay2022

cara menyelamatkan bumi

Cara Menyelamatkan Bumi. Kira-kira di awal bulan April 2022 lalu terjadi anomali iklim, yaitu turunnya salju di Eropa padahal sudah masuk musim semi. Suhu yang seharusnya sudah berkisar di atas 10 derajat, hari itu malah drop di bawah 0 derajat. 

Salju yang intensitasnya hampir menyerupai badai ini berlangsung selama 2 hari dan menimbulkan reaksi yang berbeda-berbeda.

Reaksi pertama adalah merasa senang dengan pemandangan salju putih. Apalagi mengingat winter tahun ini di kota kami hanya sedikit sekali hari turun salju. Reaksi kedua adalah menggerutu (dan banyak yang seperti ini) karena transportasi umum seperti kereta mengalami delayed. Selain itu jalanan menjadi padat karena orang memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Bisa jadi saya termasuk tipe orang dengan reaksi kedua jika saja hari itu tidak libur. Tapi kebetulan saya off, jadi ada alasan buat leyeh-leyeh menikmati secangkir susu cokelat panas sembari selimutan di atas sofa. 

 

anomali cuaca di eropa
Anomali Cuaca Awal April 2022 di Eropa. Sumber: pribadi.

Di Indonesia, kita pun sering mengalami anomali iklim seperti ini, misalnya saja hujan deras saat musim kemarau atau sebaliknya.

Reaksi yang paling mudah ketika menghadapi situasi seperti ini memang menyalahkan. Dalam hal ini menyalahkan cuaca, karena sepertinya kita membutuhkan sesuatu untuk disalahkan agar membuat kita merasa lebih baik. Bukan begitu?

Lalu memang apakah benar ini salah cuaca?

Atau mungkin pertanyaan yang seharusnya dilontarkan adalah mengapa bisa terjadi anomali iklim?

Anomali Iklim, Tantangan Nyata

Menurut glossary.ametsoc.org, 

anomali iklim adalah perbedaan antara iklim rata-rata selama beberapa dekade atau lebih dibandingkan dengan iklim selama bulan atau musim tertentu.

Prediksi tentang iklim yang efektif menurut Chinese Academy of Science sangat penting untuk dapat memprediksi dan mengurangi dampak bencana alam. 

Anomali iklim terjadi karena adanya pemanasan global yang mengakibatkan meningkatnya cuaca ekstrem dan peristiwa iklim. Bencana meteorologi ini telah menyebabkan kerusakan sosial ekonomi yang memburuk di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir.

PBB melaporkan berdasarkan data antara 1998 – 2017, negara-negara yang mengalami bencana akibat iklim mengalami kerugian ekonomi langsung sebesar 70% dari total kerugian US $ 2,9 triliun. 

Angka ini meningkat sebesar 151% dibandingkan dengan data yang diambil dalam kurun waktu 1979-1997.

Di Jerman, negara tempat saya tinggal, sudah beberapa kali terjadi kerusakan besar akibat cuaca buruk dan salah satunya terjadi hari ini tanggal 20 Mei 2022, saat saya akan memposting artikel.

Hari ini tornado mengamuk dan hujan deras terjadi hampir di seluruh bagian Jerman. Pohon-pohon tumbang dan jatuh mengenai pohon dan bangunan. Kerusakan parah terjadi di kota Paderborn. Sekitar 30-40 orang terluka dan 10 orang diantaranya mengalami luka parah.

Pemanasan Global

Banyak orang mengatakan bahwa bumi perlahan-lahan menjadi semakin panas. Para ahli peneliti menjelaskan bahwa atmosfer bumi memanaskan bumi, seperti rumah kaca memanaskan tanaman.

Itulah mengapa kita mengenal dengan istilah yang namanya Efek rumah kaca.

Pernah melihat rumah kaca kan?

Rumah kaca adalah bangunan yang dinding dan atapnya terbuat dari kaca atau plastik dan diperuntukan untuk menanam tanaman. 

Karena terbuat dari kaca, sehingga dinding dan atapnya menahan panas sehingga suhu di dalam rumah kaca menjadi sangat panas.

Hal ini sama dengan yang terjadi pada bumi dan atmosfernya.

Atmosfer bumi membiarkan sinar matahari melewatinya dan memanaskan permukaan bumi. Bumi mengirimkan panas kembali ke atmosfer. Namun, atmosfer mengandung gas, seperti karbondioksida (CO2), yang bekerja seperti dinding dan atap rumah kaca, yaitu menahan sebagian panas.

Hal itulah yang membuat permukaan bumi dan udara di sekelilingnya menjadi lebih panas.

Ini merupakan masalah yang sangat serius untuk bumi kita dan kita harus melakukan cara menyelamatkan bumi.

 

Penyebab Pemanasan Global

Efek rumah kaca bisa meningkat terutama karena aktivitas manusia yang hidup di planet Bumi ini. 

Walaupun sekarang ada mobil dengan teknologi listrik, tapi kebanyakan kendaraan bermotor masih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu pabrik-pabrik juga termasuk yang menggunakan BBM dengan skala tinggi untuk proses produksinya. 

Pembakaran BBM kendaraan bermotor dan pabrik mengirimkan karbondioksida ke udara, yang menahan panas.

Produksi lain yang menyebabkan tingginya kadar emisi karbon adalah proses produksi dan pemberian makan hewan. Itulah mengapa kini ada gerakan “Meatless” untuk mengurangi konsumsi daging dan bahkan meningkatnya gaya hidup vegan dan vegetarian.

Permintaan akan daging karena meningkatnya konsumsi daging meningkat signifikan selama 50 tahun terakhir, berdasarkan data tahun 1961-2018 yang diambil dari Badan Pangan PBB. 

Di dalam data itu tercatat produksi daging adalah sebanyak 340 juta ton pada tahun 2018, sementara di tahun 1961 hanya sebanyak 71 juta ton. Angka yang meningkat ini disebabkan karena pertumbuhan populasi dan meningkatnya perekonomian negara-negara.

Selain itu pemanfaatan pupuk, pembusukan sisa-sisa pertanian dan pembusukan kotoran ternak dapat menghasilkan gas metan. Seperti karbondioksida, gas metan ini dapat menghasilkan panas di bumi.

Hal lain yang menyebabkan pelepasan gas metan ke udara adalah berasal dari sampah. Oleh karena itu penting untuk menerapkan yang dinamakan zero waste.

Kebakaran hutan yang sering terjadi akibat suhu bumi yang terlalu panas sehingga mengakibatkan terbakarnya daun-daun kering oleh sinar matahari atau karena ulah manusia juga melepaskan karbondioksida ke udara. Selain itu polusi udara yang diakibatkannya bisa sangat mengganggu kesehatan manusia.

Menyelamatkan Bumi

Di dalam buku Sapien, Prof. Yuval Harari mengatakan bahwa keberadaan Homo Sapiens dari awal kemunculannya sekitar 300.000 tahun yang lalu sehingga sekarang telah mengubah wajah Bumi secara luar biasa.

Berbagai kegiatan seperti pertanian, industrialisasi serta pertumbuhan kota telah memberikan pengaruh yang sangat besar pada lingkungan sekitar. Semua itu dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kita, Homo Sapiens atau disebut sebagai manusia berpikir atau menganggap bahwa apa yang disediakan oleh daratan, lautan dan langit diperuntukan untuk kita. Kita terus mengambil dan seakan lupa kalau sumber daya alam itu akan habis, baik itu yang di atas bumi maupun yang ada di dalam bumi.

Kita mengeruk terus menerus, sehingga lama kelamaan bumi menjadi rusak dan hancur akibat ulah manusia.

Itulah mengapa kita semua sebagai penghuni bumi harus memikirkan untuk menyelamatkan bumi.

 

 

Earth Day 2022

Salah satu reminder atau pengingat bagi kita adalah adanya perayaan Hari Bumi pada tanggal 22 April yang diperingati setiap tahunnya. 

Di tahun 2022, earth.org sebagai penyelenggara resmi global Hari Bumi mengumumkan tema tahun ini adalah “Invest in Our Planet“atau Investasi Bagi Bumi.

Hari Bumi 2022 difokuskan pada percepatan solusi untuk memerangi ancaman terbesar kita yaitu perubahan iklim dengan cara mengajak peran serta aktif semua orang, yaitu pemerintah, penduduk dan pelaku bisnis untuk melakukan bagiannya.

Menyelamatkan bumi adalah tanggung jawab kita dan bukan opsi.

Cara Menyelamatkan Bumi

Entah mengapa, tetapi menonton video tentang alam terutama yang dibuat oleh David Attenborough (termasuk salah satunya adalah How to Save Our Planet – video ada di atas), selalu membuat saya terkesima dengan keindahan bumi sekaligus menangis.

Apalagi melihat mahluk hidup yang menjadi punah dan bencana yang terjadi menimpa saudara kita membuat saya merasa sebagai mahluk egois jika tidak bisa berbuat sesuatu bagi bumi. Secara tidak langsung, saya merasa sudah menghilangkan spesies di muka bumi. 

Merasa ikut bertanggung jawab tentunya harus diikuti dengan tindakan yang mencerminkan komitmen saya.

Earthday.org membuat list 52 aksi yang bisa kita lakukan untuk Investasi bagi Bumi, untuk menurunkan suhu bumi.

Di Indonesia, kita mempunyai organisasi lingkungan hidup yang mempunyai challenge serupa untuk menyelamatkan bumi, yaitu Team Up for Impact.

Jika kamu mengunjungi website Team Up for Impactkamu akan melihat mereka mempunyai challenge setiap bulannya yang bisa kita ikuti.

 

Apa Cara Menyelamatkan Bumi? Investasi Bagi Bumi #EarthDay2022 | Jurnal | cara menyelamatkan bumi | RenovRainbow

Untuk memperingati Hari Bumi 2022, saya pun berpartisipasi mengikuti beberapa tantangan diantaranya beberapa tantangan di bawah ini

Team_Up_Senin_April_2022_Square

Tantangan setiap hari Senin di bulan April 2022 adalah tidak membeli makanan/minuman dalam kemasan. 

Saya berusaha untuk tidak membeli minuman botol yang tidak dapat ditukar. Di Jerman, ada dua jenis botol kemasan, yaitu botol yang bisa ditukar kembali (kita membayar ekstra 25 cent yang nanti akan kita peroleh kembali jika kita menukarkan botol)

Tipe botol yang kedua adalah botol plastik yang langsung dibuang, biasanya ini adalah botol susu, yoghurt dan minuman kemasan lainnya. 

Tantangan membeli minuman berbotol langsung buang masih mudah saya lakukan. Yang sulit adalah tidak membeli makanan dalam kemasan karena ini adalah rata-rata makanan yang dijual di supermarket. Sementara pasar lokal dadakan yang biasa ada di hari-hari tertentu berada cukup jauh dari rumah.

Yang saya lakukan biasanya adalah tidak berbelanja di hari Senin.

Tantangan berikutnya yang saya ikuti adalah tantangan hari Selasa yaitu mengurangi pemakaian listrik selama dua jam. 

Saya lebih memperhatikan pemakaian listrik terutama untuk mencharge laptop, yang biasanya saya lupa perhatikan dan terus tersambung meski sudah 100%.

Team_Up_Selasa_April_2022_Square
Team_Up_Rabu_April_2022_Square

Tantangan tidak makan daging merah di hari Rabu juga saya ikuti.

Tantangan ini cukup challenging buat saya yang menyukai daging merah dibanding daging putih. 

Namun tantangan dari Team Up for Impact ini bisa dilewati dengan baik karena harga daging merah yang luar biasa tinggi sekarang ini.

Selain itu saya secara general, saya memang berusaha untuk mengurangi konsumsi daging terutama karena sakit sejak akhir Maret sampai Mei ini. 

Selain mengurangi konsumsi daging merah, alah satu cara menyelamatkan bumi adalah dengan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. 

Sebagai pribadi yang menyukai berjalan kaki, saya pun ikut tantangan di hari Jumat yaitu tidak naik kendaraan berbahan bakar bensin.

Jika jarak cukup jauh, saya menggunakan sepeda atau kendaraan umum seperti bus atau kereta.

Team_Up_Jumat_April_2022_Square
jalan kaki

Jalan kaki yang lumayan cukup jauh saya tempuh adalah tanggal 09 Mei 2022 yang lalu, dimana saya berjalan santai sekitar hampir 9 km. 

Saya berharap bisa segera fit dan sembuh dari sakit yang lumayan lama berlangsung ini untuk mulai kembali aktif berjalan kaki terutama karena sekarang sudah memasuki Summer.

Cintai Bumi

Mari kita mencintai bumi dengan melakukan sesuatu sebagai tanda cinta. Kita juga bisa memperkenalkan anak juga untuk mencintai bumi dengan buku bacaan yang mempromosikan gerakan ini.

Selain itu kita juga bisa memperkenalkan lewat musik seperti lagu dari Lil Dicky berjudul Earth yang merupakan gabungan para artis seperti Justin Bieber, Arianna Grande dan masih banyak lagi.

Referensi

Phys.org, Chinese Academy of Sciences. 2021. Predicting climate anomalies: A real challenge

Ecobnb.com, 2022. Meat consumption is bad for the environment, here’s why

Earth.org, 2022. Earth Day 2022.

Earth.org, 2022. 52 ways to invest in our planet.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!