Reviews,  Pengembangan Diri

Review Buku Goodbye Things, Hidup Minimalis Jepang (2015)

review buku goodbye things Fumio Sasaki, konsep minimalis

Review Buku Goodbye Things Karya Fumio Sasaki. Konsumerisme tidak lepas dari bagian hidup kita. Barang yang kita punyai menjadi gambaran status seseorang. Bahkan kebahagiaan dikaitkan erat dengan akumulasi barang yang kita punya. 

 

Jika di dalam artikel sebelumnya, 10 Ide Hidup Minimalis yang Membuka Mata ala Fumio Sasaki, membahas tentang pelajaran yang diambil dari buku ini. Artikel yang sekarang saya tulis hanya akan membahas tentang review tanpa banyak spoiler.

 

Mengapa Buku Goodbye Things Wajib Dibaca?

Di dalam buku Goodbye Things yang ditulis oleh Fumio Sasaki, dia menerangkan jika konsep hidup minimalism yang hanya berfokus pada apa yang kita butuhkan ini adalah kunci dari menjalani hidup bahagia. 

Dia percaya dengan mengubah satu hal ini dalam hidupnya, kita akan lebih mensyukuri hidup yang kita jalani dan melepaskan diri dari kebendaan, termasuk di dalamnya kepercayaan diri dan self-worth.

Kisah Fumio Sasaki

Jika kalian mengenal Marie Kondo, yang terkenal dengan sistem decluttering yang dinamakan Kon Mari. Di dalam buku hidup minimalism, Goodbye Things ini kita akan mengetahui bahwa orang Jepang sudah lekat dengan gaya hidup ini dari semenjak dahulu.

 

Seperti halnya kita yang hidup dengan barang yang tidak kita butuhkan. Fumio hidup di dalam apartemennya di Tokyo dengan banyak barang. Dia adalah orang yang tidak bisa membuang bahkan sampai yang tidak penting sekalipun. Dulu, dia adalah seorang maksimalist, yang menyimpan apapun dan membeli barang yang dirasa paling cool, paling mahal dan paling trendi. 

 

Dia merasa tidak bahagia, sering membandingkan hidupnya dengan orang lain dan merasa apa yang dia miliki sekarang membatasinya untuk bisa bahagia. Dia selalu menemukan alasan atas apa yang membuatnya tidak bahagia, dan tenggelam dalam pikiran negatif. Sampai dia merasa kepercayaan dirinya hilang dan takut untuk melakukan perubahan.

 

 

Dengan menjadi minimalis, dia juga merubah gaya hidupnya. Apartemennya menjadi lebih bersih, kebiasaan minum alkohol berganti dengan olahraga karena sekarang dia memiliki space yang tadinya dipenuhi dengan barang. Akibatnya dia lebih bugar di pagi hari dan produktif di tempat kerja. Bahkan dia bisa menurunkan berat badan juga.

 

Cerita Fumio ini lekat dengan kehidupan kita ya. Kita yang hidup di dalam zona nyaman dengan barang-barang yang kita miliki, walau tidak semuanya kita butuhkan.

review buku goodbye things Fumio Sasaki

Review Buku Goodbye Things

Fumio Sasaki menuliskan buku hidup minimalis ini ke dalam 2 bagian utama. Bagian pertama berisikan tentang ilustrasi dari berbagai profil orang yang sudah menjalani konsep hidup minimalisme, dan setengah bagian lagi berisikan lima bab yang membahas minimalisme secara lebih mendalam.

 

 

 

 

Bagian Ilustrasi

Fumio Sasaki menampilkan berbagai photo sebagai ilustrasi dari tiga orang yang menjalani konsep hidup minimalism ini. Ketiganya mempunyai pekerjaan dan minat yang sama sekali berbeda.

 

Ini menunjukan bahwa konsep hidup minimalism ini tidak hanya terbatas untuk kalangan orang dengan tipe pekerjaan tertentu.

 

 

 

 

Lima Bab Utama

Review buku Goodbye Things akan saya mulai lanjutkan dengan poin penting setiap babnya.

 

Fumio Sasaki menjelaskan di dalam bab pertama tentang konsep minimalisme dan bagaimana ini dapat membantu banyak di dalam keseharian kita. 

 

Dia menjelaskan bagaimana kehidupan dia sebelum dan sesudah menjalani konsep ini, seperti yang bisa kalian lihat di dalam artikel ini pada bagian Kisah Fumio Sasaki

 

Saya sengaja menyertakan kisahnya, karena ini penting agar calon pembaca dapat menangkap benang merah yang akan dia tulis di dalam bukunya.

 

Di dalam bab dua, kita dibawa mengerti mengapa kita mempunyai dan mengumpulkan barang lebih dari yang kita butuhkan. Fumio Sasaki membantu kita menyadari jika hal ini adalah bagian dari tendensi natural kita sebagai manusia.

 

Walau demikian kita bisa mengendalikan kebiasaan kita, dan berhenti mengumpulkan barang-barang.

 

Untuk memudahkan kita memahami ini, Fumio Sasaki memberikan 55 tips decluttering berdasarkan pengalaman dan riset yang dia lakukan. 

 

Bab tiga kita juga diberikan tambahan 15 nasihat yang memberikan kita pencerahanan dari gaya hidup baru yang akan kita jalani.

 

Setelah kita mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukan sebagai seorang minimalist. Di dalam bab empat, penulis membuat list hal-hal yang sudah berubah ke arah yang lebih baik sejak menjalani minimalisme. 

 

Perubahan itu diantaranya mempunyai banyak waktu untuk diri sendiri,  lebih fokus, berenergi, tidak mengambil pusing apa yang orang katakan tentang dia dan gairah hidup yang meningkat.

 

Di bab terakhir dituliskan tentang pendapat yang salah tentang arti kebahagiaan, yang selama ini kita percayai

 

 

 

 

Kesimpulan

Menutup review buku Goodbye Things, menurut saya buku ini bagus dan memberikan pemahaman bagi orang yang akan memulai konsep hidup minimalism.

Banyak quote dan tokoh terkenal juga penulis sisipkan disini supaya kita dapat mengerti bahwa hidup minimalis tidak hanya merubah gaya hidup kita, melainkan juga merubah cara kita berpikir.

Konsep minimalis ini juga tidak hanya berlaku pada barang, tetapi lebih kepada kepunyaan. Ini bisa dikaitkan dengan banyak hal di dalam hidup kita, misalnya saja konsep minimalisme dalam hubungan, keuangan, bahkan sampai app di dalam ponsel kita.

Tertarik membaca buku ini?

Bagaimana pendapat kalian sendiri tentang konsep hidup minimalism?

 

Stay safe … xoxo

 

Baca juga: 10 Ide Hidup Minimalis yang Membuka Mata ala Fumio Sasaki

Referensi

Goodbye, Things: The New Japanese Minimalism, Fumio Sasaki (2015).

19 Komentar

  • MizzYani

    Buku minimalisme yang paling aku suka. Aku sudah baca ini, tapi belum sempat review bukunya. Ulasannya keren mbak. Salam kenal 😁

  • Yoharisna

    Hidup minimalist sepertinya pilihan bijak untuk lebih fokus ya? Sederhana. Konsep yg udah dicontohkan oleh pendahulu kita. Selain itu, gaya hidup ini lebih ramah dg lingkungan, ya🤗

    • renov

      Iyaaa betul banget neng. Ramah dengan lingkungan dan bisa lebih fokus terhadap apa yang penting karena secara tidak langsung kita sudah mendecluttering pikiran kita juga.

  • Iqbal

    Ini buku yang saya sulit menghighlight pakai stabilo atau dengan dilipat halamannya, karena nanti jadi penuh stabilo atau lipatan, saking banyaknya pesan yg bagus di dalamnya. Senangnya saat tahu buku ini diterjemahin ke bahasa Indonesia, semoga lebih banyak orang yang baca. Salam kenal sesama penikmat buku ini 🙂

    • renov

      Sama Kak, walau saya baca versi e-booknya namun saya juga nggak bikin highlight di buku yang saya baca, karena terlalu banyak.
      Semoga kita bisa menerapkannya di dalam kehidupan sehari hari kita ya.

  • Lintang

    Memulai decluttering ini yang susah. Belum lagi banyak banget barang yang numpuk masih harus dipilah. Tapi yang paling mengena buat aku sih, takut dihisabnya itu lhooo. Kalo kita suka berlebih-lebihan.

  • i n n a

    Aku sedang mencoba untuk melakukan hidup minimalis, sebab kemarin sempat beres2 kamar dan rapikan lemari
    banyak banget baju yang masih di plastik belum dibuka, bahan belum dijahit , hijab ampyun dehh, lemarinya sampai gak cukup, akhirnya berfikir kenapa ya dulu beli, boros banget kan!

  • Noven Novrasilvia

    Dulu Aku pernah baca buku tentang minimalis dan juga artikel2 mengenai hidup minimalis hingga di ytube pun ada pembahasannya. Setelah aku telaah emang ada benernya buat kita terapkan dlm kehidupan. Dan Alhamdulillah, 3 tahun blakangan pelan2 aku bisa menjalani hidup minimalis. Memang enak dan berasa banget hasilnya. Awalnya sangat sulit, tapi lama kelamaan mulai terbiasa.

  • Bayu Fitri

    Setuju banget konsep minimalis itu artinya luas ya mbak mulai dari kebendaan sampai cara berpikir…karena pada titik akhir kita harus melepas kebendaan supaya ringan langkah kita kedepannya

  • Icha Marina Elliza

    Aku beberapa bulan ini semenjak pindah menerapkan goodbye things kak..
    Tapi sedikit demi sedikit lah.. mirip decluttering.

    Tapi lucu juga ya..
    Baru sebulan decluttering baju, kok bisa bulan depannya udah penuh lagi.. padahal gak ada beli baju.. 😬

  • Aisyah Dian

    Aku setuju banget kak konsep hidup minimalist sudah 2-3 tahunan ini belajar mempraktekan. Tapi memang enak banget hidup nggak boros dan jor-joran kalau belanja pun sedang diskon juga wajib berpikir keras 3-4 kali penting nggak nih barang buat dibeli gitu wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!