Jurnal

Menjadi Seorang Pemenang Kehidupan

seorang pemenang

Menjadi Seorang Pemenang Kehidupan. Teman di tempat kerja saya yang baru, sebut saja Mas Jojo adalah seorang yang simpatik dan friendly.

Dia sabar menerangkan kepada saya bagaimana alur pekerjaan dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika melakukan tugas. 

Seperti karakteristik umum orang Jerman, dia akan langsung menegur jika kita salah dan memberikan positive feedback  jika kualitas kerja kita bagus.

Di akhir hari, dengan suaranya yang berat dan agak parau, dia akan memberikan review, dan evaluasi tentang apa yang sudah saya kerjakan hari itu. Termasuk memastikan jika ada yang masih membuat saya bingung atau jika saya punya pertanyaan.

Untuk ukuran cowo berumur 26 tahun, saya menemukan Mas Jojo ini cukup impresif. 

Selain karena gesit, ramah dan memiliki suara yang dijamin sukses bikin kaum hawa klepek klepek, Mas Jojo juga sebelumnya pernah menjadi Store Manager selama 2 tahun di cabang yang lain.

Awalnya saya pikir, anaknya yang berumur 5 – 6 tahun yang membuat dia fokus dan giat bekerja. 

Ternyata, lebih dalam dari itu …

 

 

Berawal dari Nama

Mas Jojo bertanya apakah dia boleh memanggil saya dengan nama lain yang biasa dia lontarkan kepada saya. 

Saya menjawab, “No problemo”.

Hanya berbeda satu huruf dan bukan panggilan buruk, jadi enggak ada yang perlu dipermasalahkan, pikir saya

Saya pun melanjutkan pembicaraan, dengan bilang kalau nama dia termasuk nama keluarganya sangat amerika sekali. 

Matanya yang berwarna hijau seketika meredup dan raut wajahnya seketika berubah sendu. Namun, tak lama sesudah itu dia tersenyum dan terlihat berusaha menguasai emosinya.

Dia bilang, dia sama sekali tidak tahu asal usulnya. 

Dia tidak dibesarkan oleh seorang Ibu dan keluarga yang dikenalnya bukan keluarga seperti orang lain miliki. 

Dia lahir dan besar sampai usia sekitar SMP di kota besar, tinggal di panti asuhan dan berpindah-pindah dari satu keluarga ke keluarga lain sampai pindah ke kota sekarang. 

Saya mencoba menetralkan kembali suasana dengan mengalihkan topik pada Ibukota, tempat dia dulu tinggal. Saya berkata kalau ibukota itu kota yang menyenangkan untuk ditinggali. Saya hanya berkaca pada pengalaman setahun tinggal disana.

Dia kemudian menjawab kalau ibukota terlihat menyenangkan hanya untuk turis. Orang lokal yang tinggal sudah lama di ibukota, akan menemukan bahwa kriminalitas di kota itu membuat bulu kuduk berdiri.

 

Life Can Make You Bitter or Better

 

Tinggal di panti asuhan bukanlah hal yang mudah. 

Saya mengenal seorang trainee di tempat kerja sebelumnya yang tinggal di Mutter auf Zeit ( profesi untuk seseorang yang punya ijin untuk mengurus anak-anak yang orangtuanya tidak mampu memelihara mereka, karena misalnya ketergantungan (drug atau alkohol), sakit, punya masalah mental, kriminal, dan sejenisnya).

Dia bercerita tidak mudah hidup di sana. 

Belum lagi jika orang yang mengurus mereka itu greedy dan hanya menginginkan uang bantuan dari pemerintah saja, seperti yang dia alami. Ada hari-hari dimana makanan yang tersedia tidak cukup dibagi dengan sekian banyak anak yang tinggal disitu. Sementara di tahun yang sama, si yang ngasuh ini akan liburan mewah bersama pasangannya.

Saya tidak tahu apakah cerita dia dapat mewakili anak-anak lain yang tinggal di tempat seperti itu, karena karakter pengasuh berbeda-beda dan satu yang jelek tidak fair jika harus menjadi patokan 100 yang baik.

Namun, kalau kita berbicara dari satu aspek misal aspek emosional, memang tidaklah mudah tinggal di panti asuhan.

Dan buat seorang Mas Jojo, mantan anak panti, masa lalu hanya satu babak kehidupan yang dia harus alami. 

Apa yang dia lakukan buat hidupnya dengan berusaha melakukan terbaik apa yang dia jalani sekarang adalah hal yang bisa saya contoh. 

 

Seorang Pemenang Kehidupan

Kita pasti akan menemukan rintangan, hambatan, problematika dalam hidup kita. Keputusan dalam merespon setiap tantangan itu tergantung kepada kita.

Mau marah-marah, ya mangga.

Mengutuk dan menyalahkan, silahkan. 

Tapi kebiasaan dalam merespon inilah yang membentuk karakter kita, jadi choose wisely.

Yang bisa terus memperbaiki cara mereka merespon sesuatu inilah yang suatu saat bisa jadi seorang pemenang kehidupan.

Menurut saya, Mas Jojo adalah seorang pemenang kehidupan. 

Begitu pula kamu …

dan juga saya … 

Saya adalah seseorang dengan ADHD dan kalau kamu seseorang Neurodivergent, hidup tidak pernah mudah. 

Untuk menjalankan pekerjaan yang terlihat mudah bagi orang lain saja bisa sangat sulit saya kerjakan. 

Namun, di sisi lain, hal yang sulit dikerjakan buat orang lain terkadang bisa mudah saya lakukan. 

Ini mungkin yang membuat saya menjadi berbeda dari yang lain.

Banyak hari-hari di bawah awan mendung dan saya harus pintar merefleksikan diri dan sadar apa yang harus dilakukan agar bisa mengganti awan. 

Buat hal yang sulit banget saya kerjakan, saya biasanya menceburkan diri ke pekerjaan dimana itu adalah kelemahan saya. 

Saya tidak memilih pekerjaan karena passion, tapi karena kebutuhan untuk memperbaiki diri. 

Jika kamu melihat riwayat pekerjaan yang saya lakukan, berarti kalian sudah bisa melihat sebanyak itulah kompetensi diri saya yang kurang. 

Saya merasa sampai di usia sekarang, saya sudah menjadi pemenang kehidupan karena bergelut dan bertahan di banyak situasi yang tidak membuat nyaman.

Terutama sejak masa pandemi, saya menyadari berada di zona nyaman membuat saya kehilangan diri sendiri dan itulah yang menyeret dan menyedot ke dalam sisi gelap ADHD. 

Dan saya tidak mau lagi di tempat itu.

Di postingan kali ini, saya hanya ingin berbagi terutama buat yang sedang merasa down dan diliputi kesedihan. 

Seberat apapun hidup yang sekarang dijalani, berusahalah terus bergerak, melangkah walau tertatih dan maksimalkan apa yang kamu miliki.

Jangan fokus pada kelemahan dan jangan bandingkan hidup kamu dengan orang lain.

Yuk kita berpegangan tangan dan menjadi seorang pemenang kehidupan

Suatu saat kita pasti akan mampir ke kehidupan yang selama ini kita dambakan.

Stay safe 

xoxo

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!