Hidup di Jerman

Ide Menarik Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia

perayaan hari kemerdekaan indonesia

Ide Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang Menarik. Salah satu yang saya rindukan semenjak saya tinggal di luar negeri adalah momen yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. 

Konsulat Jenderal dan Kedutaan Besar memang rutin mengadakan acara perayaan, namun karena jaraknya yang lumayan jauh membuat keengganan saya meningkat. 

 

Di Jerman sendiri, selain peringatan di Konsulat Jenderal dan Kedutaan Besar, ada juga acara yang diselenggarakan oleh perkumpulan WNI yang tinggal di Jerman, misalnya saja Komunitas Ruhrgebiet atau komunitas WNI yang tinggal di area Ruhr. Ruhr sendiri adalah kumpulan kota di daerah Nordrhein Westfalen (NRW).

Saya sempat satu kali berkunjung ke acara perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang diadakan oleh Komunitas Ruhr bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Frankfurt. Yang dinantikan oleh warga Indonesia yang tinggal di luar negeri dalam perayaan semacam ini biasanya adalah makanan Indonesia. Ya, karena di acara ini biasanya diadakan bazaar makanan.

Selain itu acaranya ada pemutaran kembali teks proklamasi dan video tentang keindahan budaya Indonesia, juga pagelaran tari daerah.

Ide Menarik Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia

Saya masih ingat bagaimana saya dan teman teman komplek sewaktu kecil  menyambut gembira perayaan hari kemerdekaan Indonesia atau yang lebih biasa dikenal dengan perayaan HUT RI. Kami yang masih kecil tidak ketinggalan memeriahkan lomba.

 

Lomba yang diadakan selain lomba yang umum dilakukan saat Agustusan seperti balap karung, lomba makan kerupuk dan sebagainya, ada juga lomba menggambar dan pentas seni.

Pentas seni yang merupakan malam penutup perlombaan, berisikan malam penganugerahan hadiah dan hiburan dari warga serta anak-anak. Banyak sekali yang ditampilkan di pentas seni, antara lain pembacaan puisi bertemakan perjuangan dan kemerdekaan, tarian modern dan alat musik.

 

Sekarang, tradisi itu masih berlangsung kurang lebih sama. Jenis pertandingan klasik pun tetap diadakan. Namun pernahkah kita terpikir untuk mengadakan pertandingan yang sarat mengandung nilai sejarah? 

Pertandingan yang akan diadakan sebaiknya juga mengandung kreativitas, agar seluruh peserta yang ikut dapat aktif berkarya.

Jika selama ini kita mengadakan pertandingan membaca puisi, kita bisa menggantinya dengan perlombaan membuat puisi bertema perjuangan dan kemerdekaan di peringatan kemerdekaan tahun depan.

Atau bisa juga dengan membuat pidato bertema perjuangan, dimana tema perjuangannya disesuaikan dengan perjuangan generasi sekarang. Kita dapat melihat apa pendapat mereka tentang perjuangan sendiri dan bagaimana generasi muda memaknai kemerdekaan.

 

Bisa juga dengan lomba membuat drama perjuangan. Skript cerita diberikan acuan dari film-film perjuangan yang sekarang ini sudah cukup banyak diproduksi oleh sineas kita.

Selain para peserta dapat mencoba memahami karakter pejuang di jaman dulu, cerita sejarah pun akan lebih melekat di ingatan mereka.

Kalau kalian sendiri apakah terpikir akan ide kreatif lain dalam merayakan perayaan hari kemerdekaan Indonesia?

Stay safe …xoxo

2 Komentar

  • fanny_dcatqueen

    Boro2 kepikir mba, udah lamapun ga ikutan perayaan 17an. Aku inget dulu pas kecil srg ada acara 17an dan yg paling keinget itu di komplek rumahku slalu ada bazar besar. Itu sampe 2 hari. Disponsori Ama perusahaan di komplek perumahan. Ada majnan anak2, barang2 yg dijual bagus dan murah, makanan, ya ampun pokoknya kalo udh bazar aku Ama temen2 pasti DTG .

    Tapi makin gede, apalagi aku sempet ngerasain pemberontakan GAM di Aceh, upacara bendera dilarang. Sekolah yg msh lakuin dibakar. Akhirnya eksodus ke Medan. Tp aku cm 6 bulan di sana ga ngerasain lagi 17an, Krn lgs dipindahin ke penang. Di negara orang mana ada 17an kec aku mau ke konsulat ato embassy, yg mana jauuh yeee hahahaha. Di JKT pun, tiap 17an udh kayak hari biasa. Palingan pas ngantor disuruh hias kantor, trus foto, yg paling bagus dpt hadiah. Aku suruh anak2 buahku aja yg menghias itu mah :p.

    • renov

      Oalahhh dirimu sebenarnya orang Aceh.
      Ya Allah, aku sampai merinding bacanya sekolah dibakar dan upacara bendera dilarang.
      Sempat lama tinggal di Penang?
      hahaha nah itu kalau mau ke konsulat atau kedutaan, nggak semua orang tinggal di seputaran itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!