Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan
Jurnal

Manfaat & Tantangan Memelihara Hewan

Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan
Source:pngtree

Siapa bilang manfaat memelihara hewan peliharaan itu hanya urusan meningkatkan dopamin dari main bersama hewan. Apalagi kalau anabul yang bisa dielus dan dipeluk. 

Mudah?

Tentunya nggak. 

Dari pengalaman pribadi dan juga melihat saudara dan teman yang punya binatang peliharaan, punya pets dalam hidup kita punya efek besar dalam merubah hidup. Tantangannya juga lumayan banyak, tapi semua itu terbayar dengan rasa bahagia.

Perubahan Kebiasaan Setelah Memelihara Hewan

Keluarga besar dari pihak Mama memang hobi banget sama binatang. Misalnya kakek yang koleksinya agak gila, dari burung beo, merak, anjing German Shepherd, sampai buaya! 

Iya .. buaya beneran, dipelihara dari ukuran masih kecil dan ditempatin di sebelah kamar mandi tamu yang dibatasi sama pintu kerangkeng besi. Masih inget banget, waktu kecil pernah dimandiin di kamar mandi itu, tiba-tiba si buaya keluar kolam dan nongkrong deket pintu besi. Trauma? Kayaknya sih gitu, tapi saya gak pernah ketemu buaya lain lagi selain di kebun binatang. 

Tapi mungkin karena biasa berinteraksi dengan binatang, itu yang membuat keluarga kami akrab dengannya sejak dini. 

Adiknya Mama juga hobi memelihara burung, bahkan bisa dibilang agak berlebihan karena rumahnya mirip suaka burung. Sementara di rumah kami, Papap punya aturan melarang memelihara hewan selain ikan di kolam depan. 

Apakah aturan itu kami tepati?

Hmmm, adik saya punya bakat khusus membawa pulang hewan temuan di luar. Kalau saya serba takut dengan apapun, dia sebaliknya. Tentu saja dia membawa pulang dengan tujuan ingin menyelamatkan. Mulai dari belalang (apa coba yang mesti diselamatkan dari belalang?), burung Nuri (yang ini emang patah kakinya), kucing kecil, kucing gede, dan berbagai hewan lain. 

Kalau ditanya kenapa dia berhasil menyelundupkan ke rumah? Karena Papap kerja di luar pulau, dan dengan tatapan innocence anak kelas 2 SD, dia berhasil merayu Mama yang sebenarnya lebih punya prinsip “yang penting nggak ganggu“.

 

OP, Hewan Peliharaan Kesayangan Kami

Puncaknya suatu hari adik pulang membawa anak anjing bulldog, yang kami beri nama OP (dibaca Opie). 

Untuk mendapatkan hak asuh OP, agak sulit sebenarnya tapi kisahnya OP ini tragis. Jadi adik menemukan OP di rumah sebelah rumah sahabatnya. Rumah itu kosong beberapa waktu yang lalu (kira-kira waktu itu mungkin semingguan kayaknya, udah rada lupa karena udah lama banget). 

Rumah kosong mungkin biasa, tebakan yang sering adalah palingan juga pindah rumah. Oh kalau keluarga OP sebelumnya pindah alam, karena satu keluarga (termasuk pembantunya) dibunuh. Anjing ini ngga sempat terbawa oleh keluarga yang membersihkan rumah. 

Dengan latar belakang OP ini, adik membujuk Mama dan akhirnya diizinkan dengan satu syarat yaitu cuman boleh di lantai atas.

 

Perubahan Kebiasaan Setelah Punya OP

Memelihara OP benar-benar mengubah rutinitas kami. Dulu pagi hari cuma sibuk siap-siap sekolah. Setelah ada OP, kami punya tugas baru memberi makan, mengganti air minum, dan pastinya mengajak dia bermain seperti main kejar-kejaran. 

Ukuran OP nggak terlalu besar, tapi saat kami berlarian di lantai atas, rasanya kaya dikejar anjing beneran di jalanan. Selain dopamin naik, adrenalin juga ikut naik heuheuheu.

Hal lain yang berubah adalah kami lebih disiplin, karena ada rasa tanggung jawab mengurus mahluk hidup. Selain itu juga jadi lebih peka dengan lingkungan sekitar, nggak cuma soal kebersihan, tapi juga soal empati.

Manfaat Memelihara Hewan

Dari pengalaman memelihara hewan yang pernah kami alami, ada beberapa manfaat seperti,

1. Melatih empati dan tanggung jawab. Bisa dibilang ini pelajaran hidup paling berharga. Oleh karena itu ditempatkan di urutan pertama.

2. Mengurangi stres. Meski mengurus hewan peliharaan itu kadang ribet, tapi kalau kita bermain dan bercengkrama dengan hewan terutama anabul, ini bikin penat hilang dan hormon bahagia meningkat.

3. Meningkatkan aktivitas fisik. Apalagi kalau buat anak kecil itu bagus, karena energi yang besar dan tidak habis-habis bisa disalurkan dengan berolahraga gratis ketika mengajak hewan peliharaan jalan jalan atau sekedar main kejar kejaran. 

4. Ikatan keluarga makin erat, karena kita jadi punya cerita dan topik obrolan seru bareng

Tantangan Memelihara Hewan yang Nggak Selalu Mudah

Tantangan memelihara hewan tentu ada dan tingkatnya mungkin bervariasi tergantung jenisnya, tapi yang pasti diantaranya:

1. Biaya dan perawatan ekstra. Dalam kasus OP si Bulldog itu unik karena nafasnya pendek, nggak bisa diajak jogging. Selain itu kulitnya sensitif, lipatan wajahnya harus rutin dibersihin biar nggak jamuran. Hal lainnya adalah makanan, vaksin dan grooming rutin

2. Waktu dan energi. Ini termasuk waktu untuk merawat mereka. Seperti contohnya teman saya dulu yang punya Iguana. Setiap pagi dia menjemur Iguana di luar dan dia harus menyalakan wecker atau alarm supaya tidak lupa membawa masuk. Pengalaman dia sebelumnya, Iguananya mati karena terlalu lama dijemur.

3. Cukup ruang untuk bergerak buat hewan peliharaan kita. Kalau memang ruangannya tidak begitu luas, jika memang memelihara anjing, ada baiknya diajak jalan jalan. 

Tips Merawat Hewan Peliharaan

Buat yang tertarik punya hewan peliharaan, berikut beberapa tips merawat hewan peliharaan dari saya,

1. Siapkan budget untuk makanan, kandang, vaksin dan kesehatan.

2. Jaga kebersihan kandang atau area hewan.

3. Luangkan waktu minimal 30 menit sehari untuk bermain.

4. Pahami karakter hewan peliharaan. Seperti juga manusia, hewan punya personality yang berbeda-beda. Selain itu tipe hewan juga mempengaruhi karakter ini.

 

Well, dari trauma buaya sampai jatuh cinta sama OP, saya belajar untuk mencintai tanpa syarat. Banyak yang bilang OP si bulldog kurang lucu, jika dibandingkan anabul lain. Apakah lucu adalah syarat memelihara hewan?

Buat kami saat itu, rasa sayang kami tidak muncul dari nilai estetik. OP adalah rescue dog, dia terlantar, nggak punya siapa siapa dan kami kebetulan ada buat dia, begitu pula dia yang ada mengisi void di hati kami.

Kalau kalian punya niat merawat tapi masih ragu, coba dipikirkan matang termasuk kesiapan mental, waktu dan juga finansial. 

Dan kalau semisal kalian sudah siap, saya yakin pengalaman ini akan menambah warna dalam hidup.

XOXO

You cannot copy content of this page