Review

Sinopsis Knives Out (2019), Sherlock Holmes Modern

Sinopsis Knives Out (2019), Sherlock Holmes Modern. – Film dengan genre mystery ini sebenarnya adalah film yang tayang tahun lalu. Film ini bertabur bintang Hollywood kelas A dengan kemampuan akting yang mampu meyakinkan penonton.

 

Jika kalian  pecinta film misteri sejenis Sherlock Holmes seperti saya, ini adalah film yang wajib ditonton.

 

Sebenarnya sudah lama saya ingin menonton film Knives Out hanya tidak sempat nonton di bioskop. Di Jerman sendiri tayang di bioskop pada tanggal 2 Januari 2020. Ketika sekarang sudah tayang di Amazon Prime, tanpa pikir panjang langsung saya tonton.

 

Film Knives Out merupakan hasil karya sutradara film terkenal, Rian Johnson, yang juga menggarap film Star Wars The Last of Jedi. Film ini bertaburkan bintang Hollywood papan atas, diantaranya Daniel Craig, Chris Evans , Jamie Lee Curtis, Toni Collette, Christopher Plummer, Michael Shannon, Don Johnson, Lakeith Stanfield, Jaeden Martell, Katherine Langford, Joseph Gordon Levitt dan Ana de Armas.

 

Untuk yang belum melihat trailernya, bisa dilihat trailer di bawah ini, diambil dari official IG Film Knives Out.

 

Peringatan. Review mengandung Spoiler Alert!

Plot Film Knives Out

Kematian Harlan Thrombey

Film Knives Out berawal dari kematian Harlan Thrombey (Christopher Plummer) di Mansion kediamannya, sehari sesudah ulang tahunnya ke-85. Harlan adalah seorang penulis novel misteri terkenal yang masih aktif menulis.

 

Jasad Harlan ditemukan oleh Fran, pelayan rumah, yang membawakan sarapan dan kopi di mug kesayangannya yang bertuliskan My House My Rules My Coffee. Kematiannya sendiri diduga bunuh diri, dengan mengiris lehernya.

 

Di dalam mansion yang Harlan tempati, Harlan dirawat oleh Marta Cabrera (Ana de Armas), seorang suster, yang membantu dia menyuntikan obat dan sekaligus menemani dia sehari-hari. Marta sendiri tidak tinggal di Mansion, melainkan tinggal bersama Ibu dan adiknya di sebuah flat sederhana.

 

Polisi setempat melakukan interview seminggu setelah kematian Harlan, untuk memastikan kebenaran penyebab kematiannya, mereka meyakini ini murni bunuh diri. Namun mereka juga ditemani oleh Benoit Blanc (Daniel Craig), yang disewa oleh anonim untuk melakukan penyelidikan.

 

Di dalam interview, Blanc mengetahui bahwa hubungan keluarga ini tegang dan masing-masing mempunyai motif untuk membunuh Harlan. 

Perayaan Ulang Tahun Harlan Thrombey ke-85

Harlan mengundang anak dan cucunya ke mansion untuk merayakan hari ulang tahunnya ke-85 tahun.


Di hari ulang tahun Harlan, paginya diawali dengan keadaan tegang yang terjadi karena Harlan mendapati menantunya, Richard (Don Johnson) berselingkuh dan bersikeras akan memberitahu anaknya di dalam sebuah surat yang sudah dipersiapkannya jika Richard tidak memberitahu Linda (Jamie Lee Curtis). 

Harlan juga mendapati kecurangan Joni (Toni Collette), menantu perempuan yang ditinggal meninggal oleh anak Harlan 15 tahun yang lalu. Harlan yang membantu membayar biaya kuliah Meg (Katherine Langford) , anak Joni, ternyata melakukan double payment, transfer ke rekening Joni dan langsung ke pihak Uni.

Di malam ulang tahunnya, Harlan memecat anaknya, Walt (Michael Shannon) dari perusahaan percetakan dan juga terjadi pertengkaran dengan Ransom (Chris Evans). 

Ransom yang biasanya setelah bertengkar dengan Harlan, akan menciptakan drama di depan keluarga, ini meninggalkan pesta. Ibu Harlan yang biasa dipanggil Nana, berusia kira-kira lebih dari 100 tahun, duduk di dekat pintu dan berkata “Ransom, kamu pergi?

Penyebab Kematian Harlan Thrombey

Ketika interview dengan Marta, tanpa sepengetahuan Blanc, penonton mengetahui bahwa sebenarnya kematian Harlan diduga akibat overdosis morfin diakibatkan oleh Marta yang tidak sengaja salah menyuntikan morfin. Marta menyadari melihat label di botol tertukar, dan antidote yang bisa menetralkan juga hilang di tas obatnya.

 

Akibat overdosis itu, Harlan yang hanya punya waktu hidup kurang dari 10 menit, melarang Marta menelpon 911 karena khawatir akan nasib Ibu dari Marta yang masih berstatus imigran ilegal. Dia menyuruh Marta mengikuti instruksinya untuk menciptakan alibi tidak bersalah. Harlan pun kemudian bunuh diri. Ketika instruksi sudah dilakukan dan Marta hendak meninggalkan mansion, Ibu dari Harlan yang berdiri di depan jendela, mengira dirinya adalah Ransom dan berkata “Ransom, kamu sudah kembali lagi?

 

Marta yang diketahui tidak dapat berbohong, karena pikiran berbohong dapat menyebabkan dia muntah. Akhirnya memberikan pernyataan tidak lengkap.

Sherlock Holmes & Dr. Watson

Malam itu, Detektif Blanc meminta Marta menemaninya selama investigasi. Blanc sendiri menekankan disini bahwa dia penasaran dengan motif orang yang meng-hire nya karena Harlan sendiri memang meninggal bunuh diri. 

 

Malam itu kita tahu bahwa ada bercak darah di sepatu Marta. Keesokan harinya ketika menemani investigasi, Marta menemukan bukti-bukti perbuatannya dan berusaha menutupinya. 

 

Keesokan harinya, hari pembacaan testamen, Ransom yang absen datang ke pemakaman kini baru muncul batang hidungnya. Ransom mengindahkan polisi yang memanggilnya dengan nama Hugh, yang diketahui adalah namanya. Ransom mengatakan hanya pelayan/ART yang memanggilnya dengan nama itu. 

 

Sebelum pembacaan testamen, keluarga saling bertengkar, bisa dilihat trailernya dalam postingan IG di atas.

 

Setelah pembacaan testamen atau ahli waris oleh pengacara Harlan, diketahui bahwa semua aset Harlan jatuh ke Marta. Hal ini menimbulkan keributan di dalam keluarga Thrombey.  Marta yang juga sama kagetnya, berusaha kabur karena didesak oleh berbagai pertanyaan. Ransom membantunya kabur ketika mesin mobil Marta mati.

Ransom yang mengajak Marta makan, meminta Marta mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan bersedia membantu Marta asalkan Marta membagi bagian warisan dengan dia. Tak lama dari itu, Marta menerima telepon dari Meg, yang berusaha mempengaruhi agar dia menyerahkan hak waris ke keluarga yang memang berwenang menerima.

Ketegangan

Esoknya Marta mendapati berita sudah tersebar di TV, banyak wartawan berada di sekitar gedung flatnya, dan Walt yang datang dan mengancam akan mengungkapkan ke publik tentang status imigrasi Ibunya Marta yang masih ilegal.

 

Marta yang mendapat surat kaleng dari seseorang berupa potongan kopi berkas laporan toxikolog jasad Harlan, kemudian menemui Ransom. Ransom mengajaknya untuk pergi ke kantor medical examiner  tapi mereka berdua mendapati gedungnya hangus terbakar. Kini tujuan Marta dan Ransom adalah menemui pengirim surat kaleng yang mengirimkan e-mail kepada Marta. Dia meminta Marta datang pukul 10.00 di tempat yang dituju. 

 

Namun sebelum mereka meninggalkan lokasi, Blanc yang sudah ada disana sebelumnya melihat mereka. Terjadilah pengejaran dan ketika mereka berdua berpikir sudah lolos dari kepungan polisi, ternyata malah terjadi sebaliknya.

 

Ransom ditahan, karena Ibu dari Harlan melihatnya turun dari Kamar Harlan malam itu. Blanc mengira mereka berdua kabur karena Ransom meminta Marta. Blanc pun memilih ikut mobil Marta. Sepanjang jalan Blanc mengatakan kasus ini seperti donut.

 

Di perjalanan ketika jam hampir menunjukan pukul 10:00, Marta meminta untuk mampir di tempat si pengirim surat kaleng. Dia menemukan tas obatnya dan juga Fran yang terikat di kursi, setengah kehilangan kesadaran dan ketika Fran terjatuh ke lantai, dia terdengar seperti mengatakan “you did this”. 

Marta tampak kaget, tetapi dia tetap menelpon 911. Ambulan datang dan akhirnya dia mengaku kepada Blanc.

Misteri terpecahkan

Blanc dan Marta kembali ke kediaman Thrombey. Marta menemukan laporan toksikologi jenazah Harlan yang disembunyikan Fran di tempat dia menyimpan ganja. 

 

Marta yang hendak mengakui kesalahannya di depan semua anggota keluarga, tiba-tiba diinterupsi oleh Blanc dan Blanc membawanya ke ruangan lain.

 

Dari laporan Toksikologi yang dibaca oleh Blanc diketahui bahwa sebenarnya Harlan tidak meninggal karena diracun. 

 

Ransom yang mengetahui bahwa warisan akan dilimpahkan kepada Marta, telah menukar botol obat ketorolac dengan morfin dan mengambil antidote nya. (Ketorolac adalah obat anti inflamasi yang disuntikan setiap malam sementara morfin untuk pereda rasa nyerinya). Sehingga jika Marta terbukti bersalah karena malpraktek, maka warisan akan jatuh kembali ke keluarga. 

 

Namun keesokan harinya Ransom mendapati berita, Kakeknya meninggal bunuh diri. Ransom menyewa Blanc untuk menyelidiki kasus ini karena dia masih berpikiran bahwa Kakeknya overdosis  , dengan mengirimkan potongan berita dan uang tanpa pengirim.

 

Fran yang melihat Ransom kembali ke rumah untuk menyembunyikan barang bukti, mengirimkan surat kaleng berisikan laporan toksikologi yang diperoleh dari keponakannya, ke Ransom. Ransom yang menyadari kalau Marta mengira dirinya yang bersalah, mengirimkan surat kaleng itu dengan merobek bagian reportnya.

 

Malamnya Ransom membakar kantor Medical Examiner dan janjian dengan Fran pukul 8:00 kemudian mengirimkan e-mail ke Marta untuk janjian pukul 10:00. Ransom ingin menjebak supaya Marta yang terbukti bersalah atas meninggalnya Fran.

 

Mendengar penjelasan Blanc, Ransom hanya tersenyum. Tidak lama kemudian Marta mendapat telepon dari rumah sakit. Kedengarannya seperti keadaan Fran membaik. Mendengar Fran hidup, Ransom tanpa sadar mengakui bahwa dirinya merencanakan semuanya dan dia yang mencoba membunuh Fran.

 

Setelah itu Marta muntah tepat di depan Ransom, yang berarti bahwa Fran sebenarnya meninggal. Ransom kemudian menyerang Marta dengan salah satu pisau koleksi Harlan. Sayangnya itu adalah pisau pajangan/mainan. Ransom akhirnya ditahan, dengan bukti rekaman pengakuan tadi.

Film ditutup dengan Blanc yang bilang bahwa selama ini dia sudah tahu kalau Marta terlibat dengan kematian Harlan, dari setitik noda darah di sepatu creamnya. Namun dia percaya kalau Marta adalah seseorang yang punya hati yang baik. 

 

Linda kemudian menemukan surat dari Harlan, dan mengetahui suaminya berselingkuh. 

Film ditutup dengan Marta yang berdiri di balkon, minum kopi dari mug milik Harlan bertuliskan “My House My Rules My Coffee”, yang artinya mansion ini kini  miliknya.

Review Film Knives Out

Film-Knives-Out
Review Film Knives Out. Source by. IMDB

Film Knives Out sangat menghibur, serius tapi juga lucu. Awalnya memang terlihat tragis dengan Harlan yang meninggal bunuh diri. Namun seiring berjalan cerita, hampir semua karakter tidak ada yang “evil” terkecuali Ransom. Terlihat ada intrik antara saudara kandung dengan ipar, tetapi antara Linda dan Walt sendiri, mereka berusaha tidak menjelekan masing-masing.

 

Seminggu sebelum hari ulang tahunnya ke-85, Harlan mengubah isi surat wasiatnya. Walaupun dia menyayangi anak dan cucunya, namun dia berharap mereka dapat mandiri. Linda sendiri adalah pengusaha yang berhasil, dibiayai oleh Harlan sementara Walt memegang perusahaan percetakan milik Harlan.

Mengapa Harlan menyerahkannya kepada Marta?

Mungkinkah karena Marta tulus dan polos? Kita dapat melihat kedekatan hubungan antara mereka berdua. Harlan menceritakan semua hal kepada Marta seperti seorang sahabat baik.

 

Apakah mungkin juga karena Linda dan Walt tidak mampu membesarkan anaknya menjadi seorang yang bekerja keras. Saat pertengkaran keluarga sebelum pembacaan warisan, kita ketahui Ransom selalu menghabiskan uang tanpa pernah bekerja dan anak Walt, Jacob selalu dalam dunianya sendiri, bermain dengan gadgetnya.

 

Sementara Marta adalah pekerja keras, walau dengan penghasilan yang tidak seberapa namun tetap tulus merawat Harlan.

 

Tidak seperti film misteri lainnya, film ini menurut saya cukup ringan, dan bisa ditonton berulang-ulang.

 

Yang menarik dari film ini dan bisa menjadi catatan bagi penulis, yaitu penulis naskah menebar clue dimana-mana, sehingga semua tampak masuk akal ketika kita me recall ingatan.

 

Kabarnya akan ada Film Knives Out kedua. Apakah kalian excited?

Stay safe … xoxo

 

Source:

 

Film Knives Out, IMDB

IG Film Knives Out

6 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!