Puisi dan Cerpen

Puisi Sumpah Pemuda, Ketika Hari Berganti dan Semua Pergi

puisi sumpah pemuda

Puisi Sumpah Pemuda, Ketika Hari Berganti dan Semua Pergi. Postingan ini adalah tugas ODOP minggu ke-8, yang mana kita harus membuat puisi bertema kepemudaan, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda,

Puisi bukanlah ilmu pasti seperti matematika, atau fisika.

Puisi adalah kepekaan seseorang terhadap sekeliling atau yang dia alami, yang dituangkan ke dalam kata.

Saya sendiri sudah lama tidak menulis puisi, sangat lama tepatnya. Terakhir adalah di tahun 2010, ketika saya saat itu, yang ngakunya sih Remako (Remaja Kolot) merasa jadi ababil (ABG labil), padahal dulu aja udah dewasa banget hihihi.

Saya menyadarinya sewaktu beberapa bulan yang lalu mengaktivasi kembali akun facebook dan iseng melihat notes yang ada disana.

Bagus atau tidaknya, saya tidak tahu, yang pasti mewakili perasaan saya sewaktu itu. 

Bagaimana dengan puisi sumpah pemuda kali ini? Saya akan mencoba, urusan bagus atau tidaknya, bukankah mencoba lebih baik dibandingkan dengan tidak berbuat apa-apa.. hehe

Puisi Sumpah Pemuda

Ketika Hari Berganti dan Semua Pergi

 

Jalanan kemarin tampak sesak padat.

Ribuan orang berjalan seperti kendaraan merayap.

Para pemuda kembali meneriakan kata kemerdekaan.

Ironisnya bangsa kita sudah lama lepas dari penjajahan.

 

Seperti sebuah dejavu,

Pemuda lama pernah meneriakan yang sama

dua puluh dua tahun yang lalu.

Benarkah kini sumpah hanya tinggal kata.

 

Mungkin pemilu dan sumpah, seperti waktu dan hari.

Ketika hari berganti, 

Waktu yang lalu tak akan kembali.

 

Satu, dua, tiga, …

Para pemuda menghitung kawannya.

Ketika hari berganti,

ada sebagian yang tak kembali.

 

Para pemuda kemudian bertanya kepada pemuda lama,

Masihkah kita bertumpah darah yang sama?

Masihkah kita berbangsa yang sama?

Masihkah kita berbahasa yang sama?

 

Ketika hari berganti dan semua pergi.

Ketika hari berganti dan semua pergi.

Penutup

Proses menulis puisi yang hanya beberapa baris ini, ternyata jauh lebih lama dari yang saya bayangkan. Walau hasilnya B saja, tapi yang terpenting saya berhasil keluar dari zona nyaman saya.

 

Berapa lama biasanya kalian menulis puisi? 

Stay safe… xoxo

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!