Blogging,  Tips

9 Cara Mudah Mengatasi Writer’s Block

nora roberts quote

9 Cara Mudah Mengatasi Writer’s Block. – Pernah mengalami duduk  lama di depan komputer/laptop tetapi tidak kunjung menuliskan kalimat? Jika pernah, anda mengalami yang namanya writer’s block.

Writer’s block dapat dialami oleh penulis mana pun, baik penulis professional, yang sudah banyak jam terbangnya, terutama mungkin penulis pemula seperti saya.

Saya sering sekali merasa stuck, baik itu di bagian awal, tengah dan bahkan di bagian akhir artikel atau bahan yang saya tulis. Selain itu, karena saking lamanya bengong, saya jadi melalaikan kerjaan yang lain. 

Eksperimen

Akhirnya dengan tekad baja saya pun mulai mencari berbagai referensi yang bisa saya praktekan untuk mengatasi masalah ini. Kira-kira sejak saya mulai menulis, sekitar sebulanan ini, mulai lah saya bereksperimen/mencoba beberapa metode yang disarankan.

        

Dari eksperimen itu saya menyadari kalau,

 

“Ketika membuat draft, don’t be perfectionist

 

Eits, yang perfeksionis jangan ngambek dulu, saya pun juga kadang atau seringnya mungkin seperti itu.

 

Perfeksionis itu bagus, tetapi lakukanlah ini di akhir ketika editing. Jika kita sudah mempunyai tulisan lengkapnya, akan lebih mudah untuk mengurangi, menghapus, menambahkan tulisan lain ke dalam draft.

 

Tidak ada yang salah dengan harapan ideal setiap penulis untuk memproduksi master piece. Tulisan yang enak dibaca, entertaining dan meninggalkan kesan bagi pembaca. Hanya terkadang saking terpakunya dengan hal tadi, kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak menambahkan proses di dalam tulisan.

 

Lalu bagaimana agar bisa lancar menulis? 

 

Bagaimana cara mudah mengatasi writer’s block ini?

 

Solusinya adalah, “Maksain Diri

cara mudah mengatasi writer's block

9 Cara Mudah Mengatasi Writer's Block

Kita harus tau bagaimana bisa memaksa diri kita sendiri untuk menulis, dengan cara mengakalinya.

 

Mari kita lihat bagaimana cara mengakalinya.

Sebelum Menulis/Pre-Writing

1. Research materi.

– Luangkan waktu sebelum menulis untuk mencari atau melakukan research materi yang berhubungan dengan tulisanmu. 

Tuliskan ide mu di catatan handphone atau di notebook begitu kamu mendapatkan ide, dimana pun dan kapanpun. 

Hindari mencari materi di internet di tengah-tengah menulis, karena akan menjadi distraksi besar yang memperlambat atau bahkan menghentikanmu untuk kembali menulis.

– Buat juga jurnal harian tentang isu isu apa yang menggelitik pikiranmu hari itu.

2. Komunikasikan dengan pasangan.

Ini penting untuk menghindari distraksi, karena itu penting untuk menetapkan ritme.

Komunikasikan dengan pasangan, bahwa kita akan menulis di jam tertentu yang disepakati bersama. Sehingga pasangan bisa mengambil alih urusan domestik atau anak-anak yang mungkin terjadi ketika kita menulis.

3. Mencari dan menetapkan ritme.

Apa sih ritme? 

 

Ritme ini adalah pola atau kebiasaan yang terbentuk. 

Ritme seperti misalnya jam kita tidur atau jam bangun, otomatis karena jam biologis.

Untuk menulis, penting sekali mencari ritme ini, yaitu dengan cara mengalokasikan waktu setiap hari di jam yang sama dan di tempat yang sama.

 

Penelitian menyebutkan bahwa waktu terbaik menulis adalah di pagi hari, ketika otak kita fresh, juga meminimalisir procrastination/menunda pekerjaan.

 

Bagi night owl seperti saya, hal itu cukup menantang untuk disiasati. Waktu lain yang menurut saya bagus, adalah after midnight, ketika suasana hening dan pikiran clear.

 

4. Eliminasi distraksi.

Pilih tempat dan rapihkan meja kerja serta sekelilingnya. Ini dapat berguna agar kita dapat berpikir secara jernih.

5. Matikan notifikasi.

Matikan notifikasi e-mail dan sosmed di laptop dan telepon atau handphone. 

Penting untuk mencegah distraksi ketika menulis, jadi sebaiknya jauhkan dari hal seperti ini.

6. Matikan musik.

Musik dapat menimbulkan distraksi karena irama dan lirik berbeda antara satu lagu dan lainnya. Menyebabkan kita menjadi terpengaruh dengan beat, atau juga dengan kata kata dari lagu itu. 

 

Misal, pas lagu kesukaan kita muncul di playlist, alih-alih mestinya nulis, eh malahan ikut nyanyi atau yang ngeri malah kebawa emosi terus lupa deh sama menulis nya. Ayo ada yang pernah kaya gini?.

 

Jika kita tak bisa tanpa musik, bisa dicoba musik instrument, music klasik, untuk muslim bisa mulai mendengarkan murottal.

 

Musik bagus ketika kita mencari ide, tetapi kurang bagus ketika kita menulis.

 

Nah setelah kita sudah siap dengan peralatan perang, sekarang waktunya untuk menulis.

Melatih Kebiasaan Menulis. Source, lukas-blazek-unsplash

Saat Menulis

1. Tentukan target menulis yang realistis.

– Target menulis disesuaikan dengan goal dan kemampuan kita.

 

Jika goal kita adalah menuliskan cerpen dengan 6000 kata dengan kemampuan menulis sebanyak 500 kata per jam. Alokasi waktu yang kita butuhkan adalah 12 jam.

 

Alokasi Waktu:

Goal

Kemampuan

– Sekarang lihat kapan deadline untuk menyelesaikan tulisan.

Misal kita diberikan deadline 6 hari. Maka per hari nya kita harus mengalokasikan waktu 2 jam.

 

Pajang target ini di tempat yang dapat terlihat dengan jelas dari tempat kita menulis, misal di cork board depan meja kerja, atau ditulis di karton dan ditaruh di atas meja.

2. Pasang Timer.

Timer ada hubungan dengan poin sebelumnya. Timer penting untuk menstimulasi otak dan membuat tubuh sedikit stress . 

 

Dalam artikel saya tentang stress, disana kita tahu kalau stress dalam jangka pendek tidak membahayakan tubuh. Justru kita membutuhkan hormon cortisol dan adrenalin ini agar bisa lebih fokus dan lebih cepat.

3. Terus menulis, jangan berhenti.

Terus menulis, dan keluarkan apa yang ada di pikiran dan juga yang ada di catatan, hasil kita melakukan research sebelumnya.

Hindari membaca kembali dari awal. Ini ada bagiannya tersendiri, di akhir penulisan.

konsisten

Konsisten

Jika sudah membaca poin-poin di atas, eits tunggu dulu, masih ada satu cara lagi nih yang juga adalah cara mudah mengatasi writer’s block sekaligus bisa meningkatkan kemampuan menulis, yaitu konsisten menulis setiap hari.

 

Omaigat, kenapa harus setiap hari. Jawabannya, ya supaya  kita bisa menciptakan good habit, supaya gak lagi kerasa sebagai beban, supaya kita ngga mengeluh sama diri kita dengan bilang “aduhhh, udah mesti nulis lagi, mesti posting lagi”, supaya otomatis di jam tertentu, secara fisik, mental dan pikiran kita fokus ke kegiatan itu.

        

Sama seperti habit lainnya, Jika kita terbiasa untuk melewatkan hari tanpa menulis, kemungkinan kita akan terus melewatkannya.

 

Sayang banget kan, apalagi buat misal orang-orang yang sebenarnya berpotensi. Dengan dia tidak memaksimalkan potensinya, dia bisa kehilangan kesempatan besar mengabadikan diri dia lewat tulisan.

 

Faktor lain yang bisa mendukung biar konsisten, bisa juga dengan ikut grup seperti misalnya 1m1c, 1 minggu 1 cerita. Di grup ini kita punya target menulis, minimal 1 cerita/artikel dalam 1 minggu. Grup ini juga mempunyai WAG, yang sedikit banyak bisa menambahkan pengetahuan dan juga motivasi ketika orang lain menshare tulisan mereka.

 

Kalau kamu sendiri, apakah sudah menemukan kebiasaanmu?

Apakah cara mudah mengatasi writer’s block menurutmu?

Berapa lama yang kamu butuhkan sampai menemukannya?

 

Coba ceritakan di kolom komentar ya, I’m looking forward to it.

 

Stay safe … xoxo

 

18 Komentar

  • Renov

    Hi neng Eka,
    makasih sudah mampir dan membaca.
    Asalkan sudah ada pola yang tercipta dan komunikasi dengan pasangan, hal-hal selanjutnya pasti tubuh yang akan mengadaptasi. Mungkin ngga se fresh di pagi hari tapi jika tetap menghasilkan karya bagus, kenapa nggak? 🙂

  • eka fitriani larasati

    uwooww… ini aku banget kemarin – kemarin. akhirnya aku milih istirahat dulu dari nulis dan nonton drakor, hahahaha.

    oh, percayalah betapa saya ingin bisa menulis dipagi hari. tapi tiap hari saya dibangunin bukan sama adzan subuh ato alarm hp. melainkan rengekan di bungsu, hehehehe. jadi, ya saya pasrah hanya bisa menulis di satu waktu dimalam hari.

    etapi, betul itu soal kita harus punya ritme/pola menulis. kalo ga gitu bisa terbengkalai kerjaan yang lain. dan soal nemu pola ini butuh adaptasi juga sih, saya aja butuh waktu cukup lama sampai akhirnya menemukan pola.

    dan soal komunikasi dengan pasangan, saya setuju dengan kakak. biar pasangan tau kapan waktu bagi kita untuk menulis tanpa diganggu.

    saya jadi semangat nulis lagi nih. thanks for sharing ya kak ^_^

  • Kyndaerim

    Pernah pernah pernah..!
    Susahnya nyiptain good habit, huhu..
    Nggak tentu juga waktu nulisnya kapan, yang penting ada senggang, haha..
    Dan itu pun bukannya duduk terus lancar ngetik, masih harus mikir lagi, kecuali kalo udah ada draft, aku pasti bakal nerusin itu, hehe..

    Intinya harus bisa nulis min 1 artikel ya kak. baeklaah 😀

  • Renov

    Hallo Kak Rizky, makasih sudah mampir ya
    Intinya sih bukan di menulis minimal satu artikel sih, kak.
    Lebih kepada menciptakan pola dan ritme dalam menulis ini supaya tubuh, pikiran dan mental juga lama lama bisa beradaptasi dan kegiatan kita juga ngga berantakan. :

  • Renov

    Hallo non Ghina,

    makasih ya sudah baca dan suka sama artikelnya.

    Aku coba jawab pertanyaanmu, berdasar pengalaman pribadi.
    Sesuatu yang baru itu membuat otak kita senang, mengeluarkan hormon dopamin, itu membuat kita lebih lancar menulisnya karena excited. Sementara draft adalah hal lama, dan karena kita pernah stuck (makanya hanya jadi draft), otak pun kurang suka.

    Kalau liat dari pengalaman, biasanya ada "masalah" dengan draft ini.
    Apakah karena apakah materi nya kurang cukup, atau kita kurang paham dengan draft ini, atau ada yang "missing" waktu kita baca.
    Untuk menyelesaikan draft, bisa mulai dibaca kembali dan kalau bisa reading out loud (ini suka saya lakukan juga kalau di kerjaan), biasanya suka ngeh bagian ini ngga enak dan menstimulasi otak kira kira apa yang missing.
    Cara lain bisa minta pasangan/teman membaca, dan minta mereka untuk mereview (melihat dari sudut pembaca).

    Semoga bisa membantu 🙂

  • Renov

    hallo non Lia,
    Makasih ya sudah mampir dan membaca.

    Welcome to the club, night owl ….hihihi

    Membangun good habit emang sulit banget, motivasi nya harus besar, dan harus punya goal.
    Kalau ngga gitu plus ditambah hari padat dan mood naik turun misalnya, sangat menantang.
    Aku pun masih struggle soal ini.
    Ada juga good habit yang berhasil aku continue lakukan, tapi itu ngga bisa dijadikan indikator kesuksesan. Hanya kunci dari pengalaman sebelumnya ini, melakukan di jam yang kurang lebih sama. Jadi tubuh dan pikiran juga otomatis ngelakuin tanpa pikiran di otak kita adu pendapat.

    Mari kita semangat membangun good habit.

  • Ghina

    Iiiih sukaa tipsnya. Semalam aku baca tulisan Mbak Ren pas block mah lanjutin satu judul. Akhirnya kuakalin dgn bikin tulisan baru yg tak posting semalam jg

    Kadang kalo nulis pas lg keidean emang beda energinya dibanding ngelanjutin tulisan draft yg idah ada. Untuk ini gmna tipnya kira2 kak? Hehe

    Nomer dua itu kepake banget. Kalo lg stuck atau nggak tahu biasanya ngobrol sama suami terus keidean buat bikin tulisan dgn tema lain. Asking ngalirnya jd suka lupa jg poinnya.

    Aku lebih sering morning person drpd night owl. Emang sih rasanya suka kepepet gt kalo apa2 dilakuinnya pagi tp jadi cukup maksimal karena merasa brti udah ada hal2 yg dilakuin.

    Aku tim set timer juga soalnya, kan jadi merasa terpacu bgt yaa kak. Hihi. Seneng pula kalo tulisan klaar sblm waktunya 😀

    Lagi macu diri jg nih biar sering2 posting, mumpung ide membuncah. Eh, semakin sering menulis malah ide semakin banyaaak. Seruuu!

    Thanks bgt buat tipsnya kak. 🤗

  • Lia The Dreamer

    Kak Renov, aku juga night owl deh, dalam arti lebih suka menulis saat malam hari dibanding pagi hari dan entah kenapa otak lebih bisa mikir saat malam hari, kalau pagi sehabis bangun tidur malah otak rasanya kopong 🤣

    Btw, soal menciptakan habit menulis setiap hari di waktu yang sama ini juga pernah disampaikan oleh seorang penulis buku yang bukunya aku suka banget. Saat itu aku berusaha menerapkan tapi makin ke sini malah kebiasaannya berubah karena sulit juga untuk menulis tiap hari 😂

  • Astria tri anjani

    Saya kalau bikin draft awut-awutan banget mbak. Malah kadang sampai nggak tahu itu bacanya apa😂 tapi kalau nggak cepet nanti malah lupa. Kalau musik biasanya saya dengarkan pas nulis cerpen, entah mengapa nulis cerpen sambil dengerin musik tuh bisa bikin otak saya lancar. Tapi kalau nulis artikel lainnya malah bikin mumet😂
    Saya juga awalnya memaksa diri untuk nulis rutin, belum bisa tiap hari dan masih sering ngeluh tapi lama-lama jadi biasa juga dan asyik😁

  • Nandar IR

    "Jika kita terbiasa melewatkan hari tanpa menulis, kemungkinan kita akan terus melewatkannya."
    Kalimat itu pas sekali dengan keadaan saya sekarang. Kalau sudah malas nulis, bakal malas terus esok harinya juga.

  • Renov

    hallo kak Astria, makasih udah mampir. Toss, jangan sedih, soal draft semrawut itu dirimu tidak sendiri 😎.

    Eh mungkinkah musik dan cerpen ada hubungannya dengan kalau cerpen harus membangkitkan emosi, dan emosi dibangun dengan musik?

    yups, memaksa agar terbiasa

  • Aqmarina

    Ah beneer dan penting bangeeet ini mbak blogpostnya. Aku juga sering banget bengong didepan komputer, bingung mau nulis apa gitu haha jadi kayak telmi (telat mikir).

    Ohh dan juga aku anaknya gampang banget ke distract, jadi ambyar fokusku kemana-mana. Trus nanti kecapekan mikir, malah ke dapur cari jajanan.. kenyang ngantuk trus ketiduran HAHAHA the story of my writing life…

    Terima kasih mbak tips-tipsnya untuk terus menulis hehe dan terima kasih juga sudah mampir ke blogku <3

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!